Graha Pena Gunadarma

Tutup Kartu Kredit, Yuk!

June 19th, 2012 | by | in Ekonomi, Headline | 2 Comments

Kini persyaratan untuk memiliki kartu kredit semakin sulit. Regulasi baru tersebut tertuang dalam Peraturan Bank Indonesia (PBI) Nomor 14/2/PBI/2012 tentang Penyelenggaraan Kegiatan Alat Pembayaran dengan Menggunakan Kartu (APMK). APMK, adalah alat pembayaran yang berupa kartu kredit, kartu automated teller machine (ATM) dan/atau kartu debet.

BI perketat penggunaan kartu kredit (doc. pribadi)

Pada tanggal 7 Juni 2012 BI telah mengeluarkan petunjuk pelaksanaannya berupa Surat Edaran (SE) No. 14/17/DASP Perihal  Perubahan atas Surat Edaran Bank Indonesia Nomor 11/10/DASP. Surat Edaran sebelumnya, yakni SE Nomor 11/10/DASP yang diterbitkan tahun 2009 masih mengacu ke PBI Nomor 11/11/PBI/2009,  yang kini telah diubah menjadi PBI Nomor 14/2/PBI/2012.

Perubahan persyaratan dan penggunaan kartu kredit yang relatif signifikan tersebut mencakup prinsip perlindungan nasabah, prinsip kehati-hatian dan manajemen risiko dalam pemberian Kartu Kredit, standar keamanan APMK, kerjasama antara penyelenggara APMK dengan pihak lain, dan penyampaian laporan. Tulisan ini hanya menyoroti soal persyaratan pengajuan kartu kredit serta batasan penggunaannya oleh pegegang kartu kredit.

Perubahan signifikan dalam persyaratan penerbitan kartu tercantum pada Pasal 15A pada PBI  Nomor 14/2/PBI/2012, yang berbunyi:

“Dalam menerapkan manajemen risiko sebagaimana dimaksud pada Pasal 15, Penerbit Kartu Kredit wajib menerapkan manajemen risiko kredit dengan memperhatikan paling kurang hal-hal sebagai berikut: (a) batas minimum usia calon Pemegang Kartu; (b) batas minimum pendapatan calon Pemegang Kartu; (c) batas maksimum plafon kredit yang dapat diberikan kepada Pemegang Kartu; (d) batas maksimum jumlah Penerbit yang dapat memberikan fasilitas Kartu Kredit; dan (e) batas minimum pembayaran oleh Pemegang Kartu“

Kini calon pemegang kartu yang belum berusia 21 tahun tidak bisa memiliki kartu kredit utama, kecuali telah kawin. Sedangkan usia minimum untuk kartu kredit tambahan adalah 17 tahun atau suda menikah. Walaupun sudah memenuhi batas usia atau telah menikah, pengajuannya tidak serta merta disetujui jika pendapatannya kurang dari Rp 3 Juta Rupiah per bulan.

Andaikan akhirnya memenuhi persyaratan usia dan pendapatan, pemegang kartu kredit sekarang tidak bisa bebas menggunakan kartu kreditnya. batas maksimum plafon kredit yang dapat diberikan kepada Pemegang Kartu Kredit secara kumulatif kepada 1 (satu) Pemegang Kartu Kredit adalah sebesar 3 (tiga) kali pendapatan tiap bulan. Selain itu, batas maksimum jumlah Penerbit Kartu Kredit yang dapat memberikan fasilitas Kartu Kredit untuk 1 (satu) Pemegang Kartu Kredit adalah 2 (dua) Penerbit Kartu Kredit.

Berikut contoh perhitungan plafond kredit dan batas maksimum jumlah penerbit kartu kredit yang dikutip dari lampiran SE No. 14/ 17 /DASP:

—————————————————————————————————————————————————–

PENGHITUNGAN BATAS MAKSIMUM PLAFON KREDIT

A memiliki pendapatan (take home pay) sebesar Rp 3.000.000,00 (tiga juta Rupiah) tiap bulan. Batas maksimum plafon kredit yang dapat diberikan seluruh Penerbit Kartu Kredit kepada A adalah Rp 9.000.000,00 (sembilan juta Rupiah). Dalam hal A telah memperoleh fasilitas Kartu Kredit dari Penerbit Kartu Kredit X dengan plafon Rp 7.000.000,00 (tujuh juta Rupiah), apabila A mengajukan permohonan fasilitas Kartu Kredit lagi kepada Penerbit Kartu Kredit X ataupun Penerbit Kartu Kredit lainnya, maka plafon yang dapat diberikan oleh Penerbit Kartu Kredit X atau Penerbit Kartu Kredit lainnya maksimum sebesar Rp 2.000.000,00 (dua juta Rupiah).

PEMBATASAN JUMLAH PENERBIT KARTU KREDIT DALAM PEMBERIAN FASILITAS KARTU KREDIT

A memiliki pendapatan (take home pay) sebesar Rp3.000.000,00 (tiga juta Rupiah) tiap bulan, sehingga maksimum plafon kredit yang dapat diterima A adalah sebesar Rp 9.000.000,00 (sembilan juta Rupiah). Penerbit Kartu Kredit X telah memberikan fasilitas Kartu Kredit kepada A dengan plafon kredit Rp 4.000.000,00 (empat juta Rupiah) dan Penerbit Kartu Kredit Y telah memberikan fasilitas Kartu Kredit kepada A dengan plafon kredit Rp 3.000.000,00 (tiga juta Rupiah). Karena A telah memperoleh Kartu Kredit dari 2 (dua) Penerbit Kartu Kredit, maka Penerbit Kartu Kredit lain tidak dapat memberikan Kartu Kredit kepada A meskipun plafon kredit A belum mencapai batas maksimum.

—————————————————————————————————————————————————–

Namun pembatasan jumlah plafon dan jumlah penerbit tidak berlaku bagi pemegang kartu kredit yang berpenghasilan minimal 10 Juta Rupiah. Saya kutip Frequently Asked Questions dari BI yang berkenaan dengan pembatasan tersebut:

Tanya:

Saya memiliki minimum pendapatan Rp7juta tiap bulan. Saat ini saya telah memiliki Kartu Kredit dari 3 (tiga) Penerbit Kartu Kredit dengan plafon lebih dari 3 (tiga) kali pendapatan tiap bulan saya. Apakah saya juga terkena pembatasan di atas? Apa yang harus saya lakukan selaku Pemegang Kartu Kredit?

Jawab:

Ya. Pembatasan maksimum jumlah plafon Kartu Kredit dan maksimum jumlah Penerbit Kartu Kredit berlaku juga terhadap Pemegang Kartu Kredit existing yang memiliki minimum pendapatan tiap bulan antara Rp3juta s.d. Rp10juta. Yang harus Saudara lakukan sebagai Pemegang Kartu Kredit adalah menghubungi dan berkoordinasi dengan Penerbit Kartu Kredit yang telah memberikan fasilitas Kartu Kredit kepada Saudara dalam rangka pelaksanaan penyesuaian fasilitas Kartu Kredit yang Saudara miliki. Dalam kaitan ini Saudara akan diberikan kesempatan untuk menentukan Kartu Kredit mana yang akan tetap Saudara pakai dan Kartu Kredit mana yang akan Saudara akhiri dan/atau tutup penggunaannya. Disamping itu, pihak Penerbit Kartu Kredit juga akan melakukan penyesuaian atas total plafon kredit Saudara menjadi maksimum 3 (tiga) kali pendapatan tiap bulan Saudara.

—ooOoo—

Ketentuan mengenai penerapan prinsip kehati-hatian seperti minimum usia calon Pemegang Kartu Kredit, minimum pendapatan calon Pemegang Kartu Kredit, batas maksimum plafon kredit, dan batas maksimum perolehan Kartu Kredit, diberlakukan secara efektif per 1 Januari 2013.

Tulisan Dengan Topik Terkait

Ditulis Oleh

Budi Hermana → Dosen Universitas Gunadarma http://nustaffsite.gunadarma.ac.id/blog/bhermana

Lihat semua tulisan dari

Website : http://bhermana.staff.gunadarma.ac.id

2 Responses to “Tutup Kartu Kredit, Yuk!”

Leave a Reply