Graha Pena Gunadarma

Trotoar, Kota dan Arsitek …

April 23rd, 2012 | by | in Gaya Hidup | 1 Comments
kesibukan-di-trotoar

kesibukan-di-trotoar

Bila trotoar-trotoar kota tempat pejalan tak berkendaraan ini belum lebih lebar dari pada jalan kendaraan, tandanya kota ini masih bagaikan sebuah mesin belaka yang menderam berknalpot muntahkan karbon monoksida. Belum menjadi kota tempatnya manusia, yang berhati dan berkata-kata. Maka mungkin juga masih perlu arsitek yang lebih mementingkan kemanusiaan dari pada mesin uang.

Bila lebar bagian trotoar yang dipakai oleh pedagang kaki lima lebih lebar dari bagian yang dipakai oleh pejalan yang berlalu-lalang, itu tandanya masih perlu arsitek yang mementingkan kemanusiaan daripada mementingkan kerapihan semu yang diperoleh dengan penggusuran sewaktu-waktu.

Kemerdekaan itu, adalah hak segala bangsa maka dari itu, penjajahan atas para kakilima harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan. Penjajahan itu sering terjadi di trotoar.

Baik, katakanlah itupun sudah bisa dicapai. Ada bagian penjaja rapih berderet disisi dan ada begian longgar untuk pejalan yang berlenggang di trotoar. Tak ada lagi petugas berseragam mengejar orang lapar yang terpaksa berdagang. Lalu apa?

Jadi idealisme arsitek suatu negeri bisa dilihat dari trotoar kotanya. Ya, trotoar adalah tempat yang paling menguji idealisme. Bagian sekitar trotoar adalah bagian arsitektur kota yang berkonotasi pertentangan kepentingan antara yang sosial dan yang bersifat niaga. Disitu ada etalase ada iklan ada billboard ada pedagang ada pengamen ada pengemis ada tukang copet ada orang antri ada wartawan ada pemabok ada genk motor dan … ada polisi.

Bahkan dimasa pemilihan presiden lima tahun sekali bisa ada terjadi calon presiden merangkul-rangkul orang orang gembel disitu. Penampilan sebuah kota mencerminkan isinya. Dari bagaimana trotoar sebuah kota tampil, kita bisa menduga sebagian besar dari keseluruhan kotanya.

Ditulis Oleh

Yudi Nugraha → Architect

Lihat semua tulisan dari

Website : http://nustaffsite.gunadarma.ac.id/blog/ydnugra/

One Response to “Trotoar, Kota dan Arsitek …”

  1. ridwan says:

    Ass. Wr.Wb.

    Bung Yudi,.
    Jagankan Trotoar….Got aja sepertinya tidak ada yg peduli….
    Rumah banyak berubah fungsi jadi tempat usaha,..lahan parkir tidak mencukupi baik bagi pemilik apalagi dengan para tamu…parlir di Punggung Jlan Deh…capak deh…jalan diperlebar eh..eh.. malah jadi lahan parkir…? emang sih..membuka lapangan kerja..khususnya juru parkir jalanan…
    Bung Yudhi……………………….??? Apa yag harus kita perbuat…????
    semoga Bung Yudi suatu saat klu sudah banyak ilmu dan Balik Ke Indonesia..sebagai Arsitek yg handal…apalagi Klu Jadi Gubernur DKI..bisa membuat jakarta yg lebih baik.. Amin…
    Nb. Tapi klu uda Jadi Gubernur..sy staf ahlinya Yah??…heheh
    Salam dari Depok

    Rid

Leave a Reply