Graha Pena Gunadarma

Teknik Analisis Masalah: Five Whys dan Force Field Analysis

January 5th, 2015 | by | in Manajemen | 2 Comments

Banyak alat, metode, atau teknik yang dapat digunakan dalam identifikasi masalah, terutama pada proses analisis akar masalah sehingga diperoleh penyebab utama dari sebuah masalah. Dua metoda yang akan disajikan sekilas di sini yaitu teknik Five Ways dan Force Field Analysis.

Five Whys adalah teknik pertanyaan sederhana yang mengekplorasi hubungan sebab-akibat yang mendasari masalah. (Serat, 2009). “Five Whys” merupakan proses sederhana yang digunakan untuk mencari penyebab dari sebuah masalah dengan menanyakan: ”Kenapa?” sebanyak lima kali secara berturutan sampai diperoleh akar masalah atau faktor penyebab yang terdalam.  Selain disusun secara berturutan, lima pertanyaan tersebut diharapkan dapat menemukan rangkaian penyebab dari mulai penyebab pertama sampai penyebab terakhir sehingga membentuk hubungan sebab-akibat yang mendasari kemunculan sebuah masalah.

Force Field Analysis  adalah alat umum untuk melakukan analisis secara sistematis terhadap faktor-faktor dalam masalah yang kompleks. Teknik ini membuat kerangka masalah dalam bentuk faktor-faktor pendukung dan faktor-faktor penghambat. Faktor penghambat merupakan faktor yang tidak diharapkan karena bersifat menghalangi atau menghambat usulan perbaikan, sedangkan faktor pendukung bersifat positif yang diharapkan dapat mempercepat atau memperlancar implementasi kegiatan atau usulan perbaikan. Faktor-faktor tersebut dapat berupa orang, sumberdaya, perilaku, tradisi, regulasi, nilai, kebutuhan, keinginan, dan berbagai faktor lainnya. Pembangkitan atau inventarisasi faktor-faktor tersebut dapat dilakukan dengan metode curah pendapat (brainstorming).

Tulisan Dengan Topik Terkait

Ditulis Oleh

Budi Hermana → Dosen Universitas Gunadarma http://nustaffsite.gunadarma.ac.id/blog/bhermana

Lihat semua tulisan dari

Website : http://bhermana.staff.gunadarma.ac.id

2 Responses to “Teknik Analisis Masalah: Five Whys dan Force Field Analysis”

Leave a Reply