Graha Pena Gunadarma

Sudahkan Asuransi Jiwa Berperan Dalam Perkembangan Ekonomi?

April 13th, 2012 | by | in Ekonomi, Headline | 5 Comments

Industri Perasuransian merupakan salah satu bentuk Lembaga Keuagan Non Bank yang berperan menjadi salah satu pilar perekonomian nasional. Peran tersebut terkait dengan kemampuannya sebagai lembaga penerima pemindahan risiko (transfer of risk) masyarakat serta lembaga penghimpun dan penyerap akumulasi dana masyarakat. Menurut hasil penelitian Beck dan Levine (2004), serta Arena (2006) negara-negara dengan tingkat pertumbuhan industri asuransi yang tinggi akan memberikan pengaruh positif terhadap factor produksi, tabungan dan akumulasi modal investasi.

Industri Perasuransian di Indonesia berdasarkan Laporan Perasuransian Indonesia tahun 2011 mengalami pertumbuhan yang cukup pesat dalam beberapa tahun terakhir ini. Pertumbuhan tersebut ditunjukkan oleh peningkatan jumlah premi bruto industri asuransi pada tahun 2011 mencapai Rp. 125,1 triliun, atau mengalami peningkatan sebesar 17,5% dari tahun sebelumnya (2010) sebesar Rp. 106,4 triliun. Kontribusi terbesar premi bruto industri asuransi tersebut berasal dari sektor asuransi jiwa sebesar 60,45%, kemudian diikuti oleh asuransi kerugian dan reasuransi sebesar 25,6%, penyelenggara program asuransi PNS dan TNI/Polri sebesar 9,4%, serta penyelenggara program asuransi sosial dan jaminan hari tua sebesar 4,6%.

Tingkat pertumbuhan rata-rata premi industri asuransi di Indonesia dalam lima tahun terakhir ini menurut Laporan Perasuransian (2011) adalah sebesar 21,4%. Pertumbuhan tersebut merupakan kontribusi dari pertumbuhan premi asuransi jiwa yang meningkat sebesar 22,4%. Sedangkan prosentase kekayaan perusahaan asuransi jiwa pada tahun 2011 terhadap total kekayaan industri asuransi di Indonesia merupakan yang terbesar dibandingkan dengan sektor asuransi lainnya, yaitu sebesar 46,5%. Berdasarkan analisis terhadap beberapa indikator perkembangan industri perasuransian Indonesia dalam kurun waktu 2007 – 2011 tersebut menunjukkan bahwa sektor asuransi jiwa memberikan kontribusi yang signifikan terhadap perkembangan industri perasuransian Indonesia.

Hal tersebut terlihat dari beberapa indikator kontribusi asuransi jiwa terhadap perkembangan bisnis industri perasuransian nasional dalam periode lima tahun terakhir yang meliputi (1) total kekayaan (assets) asuransi jiwa dengan kontribusi sebesar 46,5%; (2) tingkat rata-rata pertumbuhan assets asuransi jiwa dengan kontribusi 33%; serta, (3) tingkat rata-rata pertumbuhan premi dengan kontribusi sebesar 22,4%. Pertumbuhan bisnis dan permintaan asuransi jiwa menurut beberapa studi empiris dipengaruhi oleh peningkatan kondisi sosial, perubahan demografi dan perkembangan ekonomi makro.

Menurut studi yang dilakukan oleh Kugler dan Ofoghi (2006) menunjukkan bahwa fungsi permintaan industri asuransi jiwa dipengaruhi oleh pertumbuhan dan peningkatan Gross Domestic Product (GDP). Fungsi permintaan (demand function) asuransi jiwa merupakan representasi beberapa indikator, meliputi

  • Life insurance penetration, yaitu rasio jumlah premi asuransi jiwa dibandingkan dengan tingkat Product Domestik Bruto. Besarnya tingkat life insurance penetration tertinggi diraih pada tahun 2008 yaitu sebesar 1,15%, dengan tingkat pertumbuhan premi sebesar 40%.
  • Life insurance density, yaitu rasio jumlah premi asuransi jiwa dibandingkan dengan jumlah penduduk. Tingkat life insurance density tertinggi selama periode lima tahun tersebut dicapai pada tahun 2011 yaitu sebesar Rp. 315.844,00, yang mencerminkan rata-rata setiap penduduk di Indonesia mengeluarkan dana sebesar Rp. 315.844,00 untuk membayar premi asuransi jiwa.
  • Life insurance contribution in private saving, yaitu rasio jumlah premi asuransi terhadap jumlah tabungan masyarakat. Besarnya life insurance contribution in private saving pada tahun 2011 adalah sebesar 12.29%, kondisi tersebut mencerminkan bahwa jumlah dana yang dialokasikan oleh masyarakat untuk membayar premi asuransi jiwa sebesar 12.29% dari jumlah dana yang ditabung di bank.

Hasil analisis terhadap tingkat penetration, density dan contribution industri asuransi jiwa tersebut menunjukkan bahwa peningkatan dan pertumbuhan asuransi jiwa di Indonesia sampai dengan sekarang masih belum mampu memberikan kontribusi yang signifikan terhadap perkembangan perekonomian nasional. Atau mungkin sebaliknya, pertumbuhan industri asuransi jiwa didorong oleh pertumbuhan perekonomian nasional. Atau mungkin sebaiknya kita tanyakan saja pada rumput yang bergoyang……………hehehehe.

Tulisan Dengan Topik Terkait

Ditulis Oleh

Prihantoro → Kawulo puniko kalebet golongan "kacung kampret", dadosipun ingkang dalem corat-coret puniko namung sekedar uneg-uneg lan harapan saking kawulo alit

Lihat semua tulisan dari

Website : http://prihantoro.staff.gunadarma.ac.id

5 Responses to “Sudahkan Asuransi Jiwa Berperan Dalam Perkembangan Ekonomi?”

  1. Budi Hermana says:

    Kaya telor dan ayam ya? mana yang lebih dulu :)
    Btw, Pak Pri sudah punya berapa polis asuransi? hehehe

  2. Mia idea says:

    Asuransi yang bagus untuk saat ini apa saja ya? yang terpercaya dan relatif aman.
    Bisa kasih rekomendasi pak?

  3. Susy Suhendra says:

    Tanyakan ke rumput yang bergoyang atau goyangan lainnya Pri….. ? heheheheheheh

  4. menthokz says:

    @Bu Susy: goyangan yang lainnya opo yo mbak???? ya aku ngerti sih kalo nggak digoyang susah rontoknya…………. hehehehe
    @Mia Idea: utk memilih asuransi mestinya disesuaikan dengan program dan anggaran serta ruang lingkup risiko yang perlu di”cover”….mungkin ada baiknya klo memang urgent, silahkan diskusi saja langsung…..jangan kuatir …..any time dan free kok hehehehe
    @Budi H:yang jelas si telor dan si ayam nggak boleh milih siapa yang harus duluan…..lha wong ayam klo gak ada telor juga gak nongol kok…..sementara telor klo gak ada ayam juga repot…mosok harus lewat manusia…..hahahaha

  5. Yudi Kurnia says:

    aya pernah menyimak beberapa orang tentang hidup. Ada yang bilang : “Hidup itu urusan Tuhan. Mengasuransikan jiwa kita berarti mendahului kehendak Tuhan.”
    Begitu kira-kira. Dan faktanya, memang cukup banyak orang yang alergi mendengar kata ‘asuransi jiwa’. Lucunya, mereka yang alergi dengan asuransi jiwa ini sama sekali tidak sungkan untuk mengasuransikan mobil, motor atau rumah yang mereka miliki.
    Makanya, tidak mengejutkan jika mayoritas pemilik kendaraan bermotor melindungi nilai ekonomi kendaraannya dengan asuransi, sementara hanya sekitar 3% saja orang Indonesia yang secara sadar melindungi nilai ekonomi dirinya dengan asuransi jiwa.
    Sebenarnya asuransi jiwa bukan untuk melindungi jiwa kita. Melainkan melindungi nilai ekonomi diri kita. Misalnya, jika saat ini kita mampu menyediakan 5 juta rupiah setiap bulan untuk keluarga kita hidup dengan layak, maka asuransi jiwa membantu kita untuk menjamin agar kehidupan ekonomi keluarga kita dengan 5 juta rupiah pengeluaran itu bisa terus terjaga, ‘meskipun’ terjadi sesuatu yang menyebabkan kita tidak mampu lagi menghasilkan uang sejumlah itu. Kita tidak berharap ’sesuatu’ itu terjadi.
    Namun siapa yang bisa memastikan masa depan?

Leave a Reply