Graha Pena Gunadarma

Kebijakan Moneter, BI Keteter?

June 13th, 2012 | by | in Headline, Keuangan | 1 Comments

BI terkesan mulai ketar-ketir dalam menyikapi gejolak nilai rupiah akhir-akhir ini. Indikasinya dengan dikeluarkannya secara serentak dua Peraturan Bank Indonesia (PBI) dan satu Surat Edaran (SE) berkenaan dengan kebijakan moneter pada tanggal 7 dan 8 Juni 2012. Kebijakan baru tersebut menyusul PBI sebelumnya tentang pedagang valuta asing bukan bank pada tanggal 10 Mei 2012. Berikut daftar PBI dan SE dalam dua bulan terakhir:

  1. Surat Edaran Bank Indonesia No. 14/ 18 /DPM tanggal 8 Juni 2012 tentang Perubahan Keempat Atas Surat Edaran Bank Indonesia No. 12/18/DPM tanggal 7 Juli 2010 Perihal Operasi Pasar Terbuka
  2. Peraturan Bank Indonesia No. 14/ 5 /PBI/2012 tanggal 8 Juni 2012 tentang Perubahan Bank Indonesia No. 12/11/PBI/2010 tentang Operasi Moneter
  3. Peraturan Bank Indonesia Nomor 14/4/PBI/2012 Tentang Perubahan Atas Peraturan Bank Indonesia Nomor 13/15/PBI/2011 Tentang Pemantauan Kegiatan Lalu Lintas Devisa Lembaga Bukan Bank
  4. Surat Edaran Bank Indonesia Nomor 14/15/DPM tanggal 10 Mei 2012 perihal Perizinan, Pengawasan, Pelaporan, dan Pengenaan Sanksi Bagi Pedagang Valuta Asing Bukan Bank

Penerbitan kebijakan baru tersebut merupakan tindak lanjut dari dan pengumuman BI yang dirilis pada website BI, yang berjudul: “Kebijakan Pendalaman Pasar Keuangan & Penguatan Manajemen Operasi Moneter” dan “Kebijakan Devisa Hasil Ekspor & Devisa Utang Luar Negeri”. Siaran pers dan artikel tersebut sebenarnya menegaskan kembali keberadaan PBI No.13/20/PBI/2011 tentang Devisa Hasil Ekspor (DHE) dan Penarikan Devisa Utang Luar Negeri (DULN) yang mengharuskan devisa hasil ekspor utang luar negeri. Kelihatannya PBI tersebut kurang bertaji hingga BI pun terus memperkuat pertahanannya.

Pergerakan IDR terhadap USD antara 1 Mei - 10 Juni 2012

Sulit untuk tidak mengatakan BI tidak merasa kebakaran jenggot dengan terkulainya nilai rupiah akhir-akhir ini. Apalagi dampak krisis finansial global menjalar atau menular ke wilayan Eropa yang dipandang sebagai faktor eksternal yang berpotensi mempengaruhi nilai rupiah. Tiga negara Eropa yang kebetulan menjadi kontestas Piala Eropa – yakni Yunani, Portugal, dan Spanyol – justru tergolong yang terparah kondisi keuangannya.

Gencarnya BI membuat siaran pers – baik pada websitenya maupun pada media cetak dan elektronik – serta serentaknya penerbitan kebijakan baru menunjukkan BI meningkatkan kewaspadaannya. Boleh jadi tingkat kewaspadaannya sekarang kita kategorikan sebagai status siaga jika mengacu kepada status gunung berapi, atau satu tingkat di bawah status awas sebagai status tertinggi.

BI menggunakan argumentasi pendalaman pasar keuangan, yakni memperbanyak instrumen pasar uang agar aliran devisa ke Indonesia tidak bersifat hot money. Jangan sampai devisi tersebut mudah datang, namun mudah pula pergi. Akhirnya BI dengan PBI dan SE tersebut diatas secara resmi mengeluarkan instrumen baru yang disebut time deposit untuk valuta asing yang bisa dipergunakakan dalam operasi pasar terbuka. BI pun mengiming-imingi perbankan dengan imbalan bunga menarik terhadap produk pasar uang tersebut. Tujuannya jelas untuk meningkatkan sisi pasokan valuta asing.

Selain sisi permintaan, BI sudah mencoba mengutak-atik sisi permintaan devisa, yakni melalui kebijakan tentang pedagang valuta asing bukan bank (PVBB). Setidaknya kebijakan tersebut dapat membuat BI lebih mudah mengawasi lalu lintas pembayaran atau transaksi devisa melalui PVBB. Kebijakan baru tersebut dibungkus pula dengan tindakan preventif terhadap kemungkinan pencucian uang atau pendanaan terorisme. Kelihatannya BI tidak mau kecolongon ada permintaan yang tidak terkendali dari PVBB yang bisa saja menguras cadangan devisa Indonesia.

Siaga memang boleh-boleh saja daripada rupiah makin terdepresiasi yang bisa menggoyahkan kepercayaan terhadap daya tahan keuangan nasional.

—-

Tulisan Terkait:

Rupiah Melorot BI Melotot

Tulisan Dengan Topik Terkait

Ditulis Oleh

Budi Hermana → Dosen Universitas Gunadarma http://nustaffsite.gunadarma.ac.id/blog/bhermana

Lihat semua tulisan dari

Website : http://bhermana.staff.gunadarma.ac.id

One Response to “Kebijakan Moneter, BI Keteter?”

Leave a Reply