Graha Pena Gunadarma

Presentasi Proposal Desentralisasi Penelitian

April 28th, 2012 | by | in Berita, Headline | No Comments

Hari Sabtu (28/4/2012) Universitas Gunadarma menyelenggarakan kegiatan presentasi proposal sebagai salah satu tahap implementasi desentralisasi. Kegiatan presentasi dilaksanakan di dua ruang, yaitu ruang rapat dan ruang serbaguna gedung 4 lantai 6 Kampus Depok. Jumlah proposal yang dipresentasikan adalah sebanyak 31 proposal, yang terdiri skim riset unggulan 5 proposal, skim hibah bersaing 24 proposal, dan skim penelitian fundamental 2 proposal.

Beraksi sebelum presentasi

Acara presentasi berlangsung dalam dua sesi, yaitu sesi pertama pukul 9.00 sampai 12.00, dan sesi kedua pukul 13.00 – 15.00. Acara dibuka dengan sesi penjelasan dari Ketua Lembaga Penelitian UG, yang didampingi oleh beberapa reviewer. Presentasi berlangsung secara terbuka karena semua tim pengusul boleh melihat presentasi dari setiap pengusul.

Menunggu giliran saat penjelasan dari Lembaga Penelitian

Universitas Gunadarma terpilih sebagai PT Utama dalam implementasi kebijakan desentralisasi penelitian. Dalam program desentralisasi penelitian ini, Ditjen DP2M menggolongkan perguruan tinggi ke dalam kelompok, yaitu (1) PT Mandiri, (2) PT Utama, (3) PT Madya, (4) PT Binaan, dan (5) Politeknik Negeri.  Jumlah PT yang masuk kelompok PT Mandiri sebanyak 10, yang semuanya berstatus PTN. Universitas Gunadarma temasuk 23 PT yang masuk kelompok PT Utama, yang terdiri dari 17 PTN dan 5 PTS.

Siap-siap berdebat di ruang rapat

Skim riset pada desentralisasi memang terbatas, yaitu di antaranta yaitu riset unggulan PT yang ditetapkan oleh masing-masing PT sesuai dengan Rencana Induk Penelitian, Hibah Bersaing, dan Hibah Fundamental. Skim lainnya harus melalui sentralisasi atau dikelola oleh Dit Abdimas, yaitu unggulan strategis nasional, prioritas nasional, hibah kompetensi, hibah publikasi international, dan skim lainnya yang cakupan dan anggarannya relatif lebih besar.

Bergaya di ruang serbaguna

 

*****

Mengacu ke “Pedoman Pengelolaan Desentralisasi Penelitian Perguruan Tinggi” yang dipublikasi Dit. Litabmas Dirjen DIKTI, tujuan desentralisasi penelitian adalah: (1) Mewujudkan keunggulan penelitian di perguruan tinggi; (2) Meningkatkan daya saing perguruan tinggi di bidang penelitian pada tingkat nasional dan internasional; (3) Meningkatkan angka partisipasi dosen dalam melaksanakan penelitian yang bermutu; dan (4) Meningkatkan kapasitas pengelolaan penelitian di perguruan tinggi.

Implementasi kebijakan ini melibatkan Ditjen Litabmas, Kopertis, dan Perguruan Tinggi yang menjalankan desentralisasi penelitian. Kewenangan Perguruan Tinggi adalah (1) Menyusun Rencana Induk Penelitian (RIP) dalam rangka mencapai tujuan desentralisasi penelitian; (2) Menetapkan indikator kinerja penelitian mengacu pada IKUP yang ditetapkan oleh Dit. Litabmas; (3) Menyusun pedoman pengembangan dan pengelolaan penelitian dengan mengacu pada standar norma SPMPPT; (4) Mengembangkan secara bertahap skema penelitian yang sesuai dengan Rencana Induk Penelitian (RIP); (5) Mendorong terbentuknya kelompok peneliti yang berdaya saing nasional dan internasional; (6) Memanfaatkan sistem database penelitian mencakup capaian kinerja penelitian di tingkat perguruan tinggi; (7) Melaporkan hasil kegiatan desentralisasi penelitian kepada Dit. Litabmas. Untuk perguruan tinggi swasta (PTS) laporan hasil kegiatan desentralisasi penelitian disampaikan kepada Dit. Litabmas melalui Kopertis; serta (8) Melaporkan penggunaan dana desentralisasi penelitian kepada Dit. Litabmas.

Perguruan tinggi wajib melakukan beberapa hal dalam perencanaan kegiatan desentralisasi, di antaranya adalah menyusun agenda rencana induk penelitian (RIP) secara multitahun (5 tahun) yang didasarkan pada peta jalan (roadmap), payung penelitian, ketersediaan sumber daya manusia, serta sarana dan prasarana penelitian, rencana induk penelitian tersebut dapat terdiri atas satu atau beberapa bidang unggulan yang mengarah pada terbentuknya keunggulan penelitian di perguruan tinggi; b. Perguruan tinggi secara bertahap merumuskan beberapa jenis penelitian yang relevan dan mendukung RIP sebagai pedoman dalam pelaksanaan penelitian.

Kebijakan desentralisasi penelitian secara umum memberkan kewenangan yang lebih besar kepada PT untuk menyelenggarakan penelitian yang didanai oleh pemerintah. Besarnya kewenangan tersebut tergantung pada kelompok PT-nya yang meliputi tahap perencanaan, pembiayaan, luaran, kinerja dan monitoring-evaluasi. Berikut sebagian wewenang dari kelompok PT tersebut khusus untuk alokasi anggaran penelitiannya.

  1. Kelompok PT Mandiri, dengan alokasi dana penelitian yang berbasis RIP (Rencana Induk  Penelitian) untuk penelitian unggulan perguruan tinggi adalah 100%.
  2. Kelompok PT Utama. dengan alokasi dana penelitian yang berbasis RIP untuk penelitian unggulan perguruan tinggi adalah 60 %, sedangkan 40 % dana lainnya digunakan untuk penelitian kompetitif multi tahun sebagaimana yang telah berjalan selama ini (Penelitian Hibah Bersaing, Penelitian Fundamental, Penelitian Kerjasama Antar Perguruan Tinggi, Hibah Penelitian Tim Pascasarjana, Penelitian Disertasi Doktor dan Riset Andalan Perguruan Tinggi dan Industri /RAPID) atau skema lain yang dikembangkan oleh perguruan tinggi.
  3. Kelompok PT Madya, dengan alokasi dana penelitian yang berbasis RIP untuk penelitian unggulan perguruan tinggi adalah 35%, sedangkan 65 % dana lainnya digunakan untuk penelitian kompetitif multi tahun sebagaimana yang telah berjalan selama ini.
  4. Kelompok PT Binaan, dengan alokasi dana penelitian yang berbasis RIP untuk penelitian unggulan pada kelompok PTN Binaan adalah 25%, sedangkan 75 % dana lainnya digunakan untuk penelitian kompetitif multi tahun. Kelompok PTS Binaan termasuk Politeknik Swasta tidak diwajibkan untuk menyusun RIP, dana penelitian diperoleh berdasarkan hasil seleksi proposal penelitian multi tahun yang dikumpulkan ke Kopertis pada wilayah dimana PTS tersebut berdomisili.
  5. Kelompok Politeknik Negeri, dengan alokasi dana penelitian yang berbasis RIP untuk penelitian unggulan pada Politeknik Negeri adalah 50 %, sedangkan 50 % dana lainnya digunakan untuk penelitian kompetitif multi tahun.

*****

Keterangan:

Pedoman Desentralisasi Penelitian yang disusun Dit. Litabmas dapat dilihat di sini.

Penerimaan Proposal Hibah Penelitian Kompetitif Nasional dengan skema terpusat (sentralisasi) untuk proses seleksi tahun 2012  masih ditunggu sampai 31 Mei 2012. Pengumumannya dapat dilihat di sini.

Tulisan Dengan Topik Terkait

Ditulis Oleh

Rumah Pena → Redaksi Rumah Pena

Lihat semua tulisan dari

Website : http://pena.gunadarma.ac.id

Leave a Reply