Graha Pena Gunadarma

Petualangan Eksplorasi Purba di Leang-Leang Pre-Historic Park

April 12th, 2012 | by | in Headline, Wisata | 6 Comments

Hari kedua petualangan …….tim Virtual Museum UG di Sulawesi Selatan……..diisi dengan rencana perjalanan ke Kabupaten Maros….berdasarkan informasi beberapa literature yang tertuang dalam “mbah Google” menyebutkan bahwa di kabupaten ini terdapat satu lokasi yang sangat eksotik……”leang-leang pre-historic park”. Mendengar nama Pre-historic park……pikiran nakal saya segera membayangkan bertemu dengan “komunitas dan budaya” lain jaman purba….. dan celakanya yang terlintas dalam pikiran adalah pola kehidupan manusia purba di jaman “flinstone”…….hehehehe.

Bahkan salah satu rekan dalam tim sempat berkomentar……jangan-jangan manusia purbanya masih ada yang hidup….. dan masih mempertahankan pola kebudayaan dan perilaku nenek moyangnya………..hehehehe. Akhrnya setelah bercanda beberapa saat …..kami seluruh tim terdiam, karena asyik dengan angan dan pikiran masing-masing membayangkan persepsinya terhadap taman prasejarah yang akan kami kunjungi. Saya sendiri sempat terbayang….bagaimana peradaban manusia sebelum pra sejarah yang tinggal di berbagai goa dan belum mengenal teknologi sederhana……atau mungkin malah belum mengenal pakaian……..hahahaha.

Saat tim Virtual Museum UG memasuki areal Leang-Leang Prehistoric Park kami disuguhi oleh keindahan tebing batu karst yang berdiri tegak mempesona. Dari segala sisi dan penjuru seolah tak pernah habis mata ini memandang hamparan pegunungan batu karst yang membentuk panorama alam di wilayah perbukitan di Kabupaten Maros. Inilah Taman Prasejarah Leang-Leang dengan berbagai peninggalan warisan budaya dari masa pra sejarah, bahkan taman ini tercatat sebagai salah satu World Heritage yang ditetapkan UNESCO.

Leang Petae & Penampakannya

Taman Prasejarah Leang-Leang terletak di Kecamatan Batimurung, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan. Taman ini memiliki pemandangan yang indah, dihiasi dengan tebing-tebing curam yang menjulang tinggi di sekitar taman, perkebunan di seberang jembatan yang ditanami sesuai musim serta pohon-pohon rindang. Di taman ini ada ratusan goa prasejarah yang tersebar di perbukitan cadas (karst) Maros-Pangkep, dengan beragam jenis tinggalan budayanya berupa gambar gua, sebaran alat batu maupun sampah dapur yang terdiri atas moluska tawar, payau, dan laut. Peninggalan arkeologi tersebut menjadi objek kajian yang sangat menarik untuk diteliti guna mengetahui kehidupan manusia pada masa lampau.

Dalam bahasa Makassar, Leang berarti goa, sama dengan kata liang yang artinya lubang. Hal yang menarik dari tempat ini adalah ditemukannya lukisan-lukisan dinding di Leang-Leang, yang mendorong dilakukannya penelaahan gambar-gambar pra sejarah, yaitu pada tahun 1950 oleh Van Heekeren dan Miss Heeren Palm. Heekeren menemukan gambar babi rusa yang sedang meloncat, yang di bagian dadanya terdapat mata panah menancap. Usia lukisan-lukisan purba di Leang-Leang diperkirakan 5.000 tahun.

Leang-Leang

Beberapa arkeolog bahkan berpendapat bahwa beberapa di antara goa tersebut telah didiami sejak 8.000 – 3.000 SM (Sebelum Masehi).Sedangkan Miss Heeren Palm menemukan gambar telapak tangan dengan latar belakang cat merah dan diduga merupakan gambar tangan kiri wanita yang diyakini merupakan anggota suku yang telah mengikuti ritual potong jari. Ritual itu dilakukan sebagai tanda berduka atas kematian orang terdekatnya, di Gua Leang Pettae. Gambar-gambar di kedua goa banyak yang berwarna merah. Warna tersebut terbuat dari bahan pewarna alami yang dapat meresap kuat ke dalam pori-pori batu sehingga tidak bisa terhapus dan bertahan ribuan tahun.

sumber: www.indonesia.atvisit.com

Goa Leang Petta Kere, berada 300 m di sebelah timur Leang Pettae pada posisi 04º58’43.2″LS dan 119º40’34.2″BT. Leang ini berada pada ketinggian 45 m dpl dan 10 m dpl. Meskipun berada pada tebing bukit, pada bagian pintu gua yang menghadap ke sebelah barat masih terdapat lantai yang menjorok keluar selebar 1-2 m dan berfungsi sebagai pelataran gua. Leang Petta Kere termasuk gua dengan tipe kekar tiang. Suhu udara di dalam gua sekitar 27 C dengan kelembaban rongga gua sekitar 65% sementara kelembaban pada dinding gua berkisar antara 17%-22%.

Untuk mencapai gua ini kita harus menaiki anak tangga sebanyak 64 buah. Peninggalan yang ditemukan pada leang ini berupa 2 gambar babi rusa dan 27 gambar telapak tangan, alat serpih bilah dan mata panah. Goa Leang Pettae terletak pada posisi astronomis 04º58’44.6″LS dan 119º40’30.5″BT dengan ketinggian 50 m dpl. Arah mulut gua menghadap ke sebelah barat dengan ukuran tinggi 8m dan lebar 12m. Suhu udara di dalam gua sekitar 30º C dengan kelembaban 70% dalam rongga gua, sementara kelembaban dinding gua berkisar antara 15% – 25%. Peninggalan yang ditemukan pada gua ini adalah berupa 5 gambar telapak tangan, satu gambar babi rusa, artefak serpih bilah serta kulit kerang yang terdeposit pada mulut gua.

Leang Peta Kere

Sebelum kami mengakhiri petualangan ditempat ini……. ada satu tempat yang pada saat kami datang tadi masih belum sempat dieksplorasi dan “diobok-obok” lebih dalam. Akhirnya setelah puas menikmati berbagai lekukan dan curamnya tebing dari kedua gua tersebut……. kami segera menuju taman pra sejarah yang terletak di halaman depan dari kedua gua tersebut.

Fenomena Batu Tumbuh

Memasuki halaman…kami menyusuri jalan setapak beton mengarahkan yang sengaja dibuat melingkar mengelilingi halaman yang didalamnya tergambar berbagai batu karst yang seolah tumbuh atau nongol dari dalam tanah. Di kanan-kiri batu-batu besar berserakan ditengah-tengah hamparan rumput hijau.

Melihat pemandangan yang memukau……sebagai tim yang memiliki naluri dan kesadaran sebagai “model” ……..segera saya dan teman-teman yang lainnya mengambil posisi “photo-genit” diantara gerumbulan batu…….dan bersikap seolah menjadi salah satu “penunggu wilayah ini” hehehehehe.

Tulisan Dengan Topik Terkait

Ditulis Oleh

Prihantoro → Kawulo puniko kalebet golongan "kacung kampret", dadosipun ingkang dalem corat-coret puniko namung sekedar uneg-uneg lan harapan saking kawulo alit

Lihat semua tulisan dari

Website : http://prihantoro.staff.gunadarma.ac.id

6 Responses to “Petualangan Eksplorasi Purba di Leang-Leang Pre-Historic Park”

  1. Budi Hermana says:

    Manusia purba pada gambar yang terakhir emang “menakutkan” ya :)

  2. Susy Suhendra says:

    Pri…… Yg penampakan kayanya lebih cocok yg ga pake baju….. Kan manusia purba belum kenal baju……hahahahahaha…..

  3. menthokz says:

    @BH; klo gambar yang terakhir itu “sesepuhnya” manusia 1/2 purba….jadi ada sedikit gen kelas primata……………hahahaha
    @Mbak Susi: klo nggak pake baju itu malah bukan manusia purba….. manusia nggak punya baju……………….hehehehe

  4. Sebuah lokasi yang unik, sama-sama tempat pre historic namun sedikit berbeda dengan komodo, karena komodo adalah live pre-historic ….. tulisan yang menarik

  5. niel says:

    keren abis…..

  6. tempat wisata dan sejarah yang menawan.

Leave a Reply