Graha Pena Gunadarma

Peran Asuransi Jiwa

April 16th, 2012 | by | in Ekonomi | No Comments

Asuransi jiwa merupakan suatu risk shifting terhadap financial loss tertanggung kepada penanggung, sebagai akibat atas hilangnya jiwa seseorang atau faktor usia dan tidak produktif dalam menghasilkan income (Arena, 2006). Hilang atau berkurangnya nilai ekonomi kehidupan seseorang akan menimbulkan kerugian secara ekonomi bagi seluruh anggota keluarga yang menjadi tanggungannya, sehingga asuransi jiwa dapat memberikan alternative solusi permasalahan tersebut (Arena, 2006 dan Nestrova, 2008).

Menurut studi yang dilakukan oleh Arena (2006), Beck dan Levine (2004), serta Nesterova (2008) menunjukkan bahwa manfaat berkembangnya industri asuransi jiwa dalam sebuah kegiatan perekonomian suatu negara akan mendorong terbentuknya sistem keuangan yang stabil dalam jangka panjang, serta memberikan dampak yang positive terhadap petumbuhan berbagai faktor produktivitas dalam jangka panjang.

sumber: Arena (2006)

Haiss dan Sumegi (2008) berpendapat bahwa perkembangan industri asuransi jiwa dalam kegiatan perekonomian nasional, akan meningkatkan peranan lembaga keuangan untuk memberikan proteksi keuangan kepada masyarakat dan mendorong tumbuhnya sektor produktif melalui akumulasi dana investasi di pasar modal.

Peran dan kontribusi asuransi jiwa sebagai salah satu lembaga keuangan merupakan financial dan risk intermediary antara masyarakat sebagai pemegang polis (policy holders) dan pelaku bisnis di pasar modal dan pasar uang. Peran tersebut terkait dengan kemampuan asuransi jiwa dalam memberikan proteksi terhadap risiko ekonomis masyarakat dan sekaligus menjadi lembaga yang mengakumulasikan dana masyarakat untuk berbagai kegiatan produktif melalui pasar uang dan pasar modal, dengan kegiatan investasi (Heiss dan Sumegi, 2008).

Menurut Wachtel (2001) serta Scholtens dan Wensveen (2003) industri asuransi jiwa berperan untuk (1) memobilisasi dan meningkatkan akumulasi dana masyarakat, melalui saving dan investment fund, (2) mengatur dan mengalokasikan dana masyarakat, (3) mengatur dan mengelola risiko masyarakat, (4) menjaga tingkat likuiditas keuangan dalam menghadapi ketidakpastian (uncertainty).

Tulisan Dengan Topik Terkait

Ditulis Oleh

Prihantoro → Kawulo puniko kalebet golongan "kacung kampret", dadosipun ingkang dalem corat-coret puniko namung sekedar uneg-uneg lan harapan saking kawulo alit

Lihat semua tulisan dari

Website : http://prihantoro.staff.gunadarma.ac.id

Leave a Reply