Graha Pena Gunadarma

Penilaian Kesehatan Bank: Good Corporate Governance

September 7th, 2012 | by | in Ekonomi, Headline | 1 Comments

Faktor kedua dalam penilaian kesehatan bank umum – saya sebut model RGEC- adalah Good Corporate Governance (GCG). Penilaian GCG dalam tatacara penilaian kesehatan bank secara umum bersifat kualitatif dengan mengacu kepada matriks penilaian yang sudah disajikan pada lampiran dari Surat Edaran Bank Indonesia No.13/ 24 /DPNP   Perihal : Penilaian Tingkat Kesehatan Bank Umum tanggal 25 Oktober 2011.

Pengertian Good Corporate Governance

Sebelum mengulas cara penilaian GCG yang mengacu kepada SE No.13/ 24 /DPNP  tersebut, kita lihat dulu pengertian GCG berdasarkan Peraturan Bank Indonesia (PBI) terkait.  Pengertian GCG menurut PBI nomor 8/4/PBI/2006 tentang pelaksanaan GCG bagi bank umum adalah “Good Corporate Governance adalah suatu tata kelola Bank yang menerapkan prinsip-prinsip keterbukaan (transparency), akuntabilitas (accountability), pertanggungjawaban (responsibility), independensi (independency), dan kewajaran (fairness)”. Pelaksanaan GCG pada bank syariah diatur pada PBI Nomor 11/33/PBI/2009 tentang Pelaksanaan Good Corporate Governance bagi Bank Umum Syariah dan Unit Usaha Syariah.

Pokok-pokok pelaksanaan GCG diwujudkan dalam pelaksanaan tugas dan tanggung jawab Dewan Komisaris dan Direksi; kelengkapan dan pelaksanaan tugas komite-komite dan satuan kerja yang menjalankan fungsi pengendalian intern bank; penerapan fungsi kepatuhan, auditor internal dan auditor eksternal; penerapan manajemen risiko, termasuk sistem pengendalian intern; penyediaan dana kepada pihak terkait dan penyediaan dana besar; rencana strategis bank; dan transparasi kondisi keuangan dan non keuangan.

BI mengeluarkan Surat Edaran Bank Indonesia  Nomor: 9/ 12 /DPNP  Tanggal 30 Mei  2007, yang merupakan petujuk pelaksanaan dari PBI nomor 8/4/PBI/2006, yang telah diperbaharui dengan PBI No. 8/14/PBI/2006 tanggal 5 October 2006. BI – melalui SE tersebut – menjelaskan lebih rinci kelima prinsip GCG tersebut, yaitu sebagai berikut.

Pertama, transparansi (transparency), yaitu keterbukaan dalam mengemukakan informasi yang material dan relevan serta keterbukaan dalam proses pengambilan keputusan. Kedua, akuntabilitas (accountability) yaitu kejelasan fungsi dan pelaksanaan pertanggungjawaban organ Bank sehingga pengelolaannya berjalan secara efektif. Ketiga, pertanggungjawaban (responsibility) yaitu kesesuaian pengelolaan Bank dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku dan prinsip-prinsip pengelolaan Bank yang sehat. Keempat, independensi (independency) yaitu pengelolaan Bank secara profesional tanpa pengaruh/tekanan dari pihak manapun. Kelima, kewajaran (fairness) yaitu keadilan dan kesetaraan dalam memenuhi hak-hak stakeholders yang timbul berdasarkan perjanjian dan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Kewajiban Self Assesment

PBI nomor 8/14/PBI/2006 menyebutkan bahwa setiap bank  wajib menerapkan GCG, termasuk melakukan self-assessment dan menyampaikan laporan pelaksanaan GCG. Self assessment GCG dilakukan dengan mengisi Kertas Kerja Self Assessment GCG yang telah ditetapkan, yang meliputi 11 (sebelas) Faktor Penilaian. Tata cara penilaian secara self-assesment tersebut adalah sebagai berikut:

  1. Menetapkan Nilai Peringkat per Faktor, dengan melakukan Analisis Self Assessment dengan cara membandingkan Tujuan dan Kriteria/Indikator yang telah ditetapkan dengan kondisi Bank yang sebenarnya;
  2. Menetapkan Nilai Komposit hasil self assessment , dengan cara membobot seluruh Faktor, menjumlahkannya dan selanjutnya memberikan Predikat Kompositnya; (c) Dalam penetapan Predikat, perlu diperhatikan batasan berikut : (1) Apabila dalam penilaian seluruh Faktor terdapat Faktor dengan Nilai Peringkat 5, maka Predikat Komposit tertinggi yang dapat dicapai Bank adalah ”Cukup Baik” dan (2) Apabila dalam penilaian seluruh Faktor terdapat Faktor dengan Nilai Peringkat 4, maka Predikat Komposit tertinggi yang dapat dicapai Bank adalah ”Baik”.

Sebelas faktor penilaian GCG adalah (1) pelaksanaan tugas dan tanggung jawab dewan komisaris, (2) pelaksanaan tugas dan tanggung jawab direksi, (3) kelengkapan dan pelaksanaan tugas komite, (4) penanganan benturan kepentingan, (5) penerapan fungsi kepatuhan bank,  (6)  penerapan  fungsi audit  intern, (7) fungsi audit ekstern, (8) penerapan  manajemen risiko termasuk sistem pengendalian intern, (9) penyediaan dana kepada pihak terkait (related party)  dan penyediaan dana besar (large exposure), (10) transparansi kondisi keuangan dan non keuangan bank, laporan pelaksanaan good corporate governance serta pelaporan internal, dan (11) Rencana strategis bank.

Penilaian setiap faktor tersebut menggunakan kertas kerja dengan format yang sudah ditentukan oleh Bank Indonesia, seperti terlampir pada Surat Edaran Bank Indonesia  Nomor: 9/ 12 /DPNP  Tanggal 30 Mei  2007. Untuk setiap faktor, kertas kerja tersebut berisi penjelasan tentang tujuan, kriteria/indikator, kolom analisi self assesment, dan kriteria peringkat. Pihak bank mengisi hasil analisisnya pada kolom yang sudah disediakan. Bank selanjutnya melakukan penilaian sesuai dengan kriteria peringkat, yaitu peringkat 1 sampai peringkat 5, serta membuat kesimpulan yang mencakup identifikasi masalah, rencana tindak, dan waktu penyelesaian.  Contoh kertas kerja untuk faktor penanganan benturan kepentingan dapat dilihat pada gambar berikut.

Penilaian GCG pada Penilaian Kesehatan Bank

Pasal 7 ayat (2) pada PBI nomor: 13/1/PBI/2011 tentang Penilaian Tingkat Kesehatan Bank Umum menyebutkan bahwa Penilaian terhadap faktor GCG merupakan penilaian terhadap manajemen Bank atas pelaksanaan prinsip-prinsip GCG. Pada bagian penjelasan SE tersebut disebutkan bahwa: “Prinsip-prinsip GCG dan fokus penilaian terhadap pelaksanaan prinsip-prinsip GCG mengacu pada ketentuan Bank Indonesia mengenai Good Corporate Governance bagi Bank Umum dengan memperhatikan karakteristik dan kompleksitas usaha Bank.

Pada metode RGEC, penetapan peringkat faktor GCG dilakukan berdasarkan analisis yang komprehensif dan terstruktur terhadap hasil penilaian pelaksanaan prinsip-prinsip GCG Bank dan informasi lain yang terkait dengan GCG Bank (Pasal 8 ayat 3). Hasil penilaian pelaksanaan prinsip-prinsip GCG Bank sebagaimana diatur dalam ketentuan Bank Indonesia mengenai Good Corporate Governance bagi Bank Umum hanya merupakan salah satu sumber penilaian peringkat faktor GCG Bank dalam penilaian Tingkat Kesehatan Bank.

Penetapan peringkat faktor GCG secara konsolidasi – yaitu bank yang mempunyai bank lain sebagai anak perusahaan – dilakukan dengan memperhatikan: (a) signifikansi atau materialitas pangsa Perusahaan Anak terhadap Bank secara konsolidasi; dan/atau (b) Permasalahan terkait dengan pelaksanaan prinsip-prinsip GCG pada Perusahaan Anak yang berpengaruh secara signifikan terhadap pelaksanaan prinsip-prinsip GCG.

Petunjuk teknis penilaian GCG selengkapnya tertuang dalam  Surat Edaran No.13/24/DPNP Perihal  Penilaian Tingkat Kesehatan Bank Umum yang diterbitkan pada tanggal 25 Oktober 2011. Tahap penilaiannya adalah sebagai berikut.

Pertama, penilaian faktor GCG merupakan penilaian terhadap kualitas manajemen Bank atas pelaksanaan prinsip-prinsip GCG. Prinsip-prinsip GCG dan fokus penilaian terhadap pelaksanaan prinsip-prinsip GCG berpedoman pada ketentuan Bank Indonesia mengenai Pelaksanaan GCG bagi Bank Umum dengan memperhatikan karakteristik dan kompleksitas usaha Bank. Bank dalam menilai faktor GCG menggunakan parameter/indikator dengan berpedoman pada Lampiran I.2 (SE No.13/24/DPNP), seperti terlihat pada gambar di bawah ini.

Kedua, penetapan peringkat faktor GCG dilakukan berdasarkan analisis atas: (i) pelaksanaan prinsip-prinsip GCG Bank sebagaimana dimaksud pada angka 1); (ii) kecukupan tata kelola (governance) atas struktur, proses, dan hasil penerapan GCG pada Bank; dan (iii) informasi lain yang terkait dengan  GCG Bank yang didasarkan pada data dan informasi yang relevan.

Ketiga, peringkat faktor GCG dikategorikan dalam 5 (lima) peringkat yaitu Peringkat 1, Peringkat 2, Peringkat 3, Peringkat 4, dan Peringkat 5. Urutan peringkat faktor GCG yang lebih kecil mencerminkan penerapan GCG yang lebih baik. Penetapan peringkat faktor GCG dilakukan dengan berpedoman pada Lampiran II.3, seperti dapat dilihat pada gambar berikut.

Buku:

Perbankan Indonesia Pasca Krisis Finansial Global

Tulisan sebelumnya:

Perbandingan Tatacara Penilaian Tingkat Kesehatan Bank

Penilaian Kesehatan Bank (RGEC): Risk Profile

Tulisan Dengan Topik Terkait

Ditulis Oleh

Budi Hermana → Dosen Universitas Gunadarma http://nustaffsite.gunadarma.ac.id/blog/bhermana

Lihat semua tulisan dari

Website : http://bhermana.staff.gunadarma.ac.id

One Response to “Penilaian Kesehatan Bank: Good Corporate Governance”

Leave a Reply