Graha Pena Gunadarma

Menikmati Jakarta Apa Adanya

May 26th, 2012 | by | in Berita, Headline | 42 Comments

Entah kenapa saya tertarik dengan berita di Kompas.com hari ini (25/05/2012) tentang Jakarta dengan judul:“Universitas Dunia Mengkaji Jakarta“. Mungkin saja ketertarikan tersebut lebih disebabkan status saya sebagai warga ibukota, atau memang Jakarta selalu jadi wacana yang menyedot perhatian, dengan segala pro dan kontranya tentunya.

Mampukah universitas dunia mengurai kemacetan ini? (doc pribadi)

Inti beritanya adalah ketertarikan dua kampus asing yang digandeng UI- satu kampus dari paman sama, satu lagi dari Hongkong- untuk meneliti berbagai persoalan kronis ibukota, termasuk upaya mencari solusinya.

Apa solusi untuk hunian padat di wilayah jakarta utara ini? (doc pribadi)

transportasi publik dan hunian publik, mana yang lebih penting? (doc pribadi)

Bukannya pesimis dengan kabar baik tersebut. Sebelumnya, sudah banyak perguruan tinggi atau pakar yang mengkaji Jakarta, entah itu inisiatif masing-masing pihak, maupun atas permintaan resmi dari pemerintah provinsi. Namun sampai saat ini, Jakarta setidaknya masih bergelut dengan empat masalah kronis yang saling berkaitan bak benang kusut, yakni macet, banjir, polusi, dan masalah sosial. Dalam berita itupun dikatakan: “ Jakarta telah menjadi kota yang mengalami Hypercomplexity“

Pinggir ciliwung, inikah salah satu bentuk hypercomplexity di jakarta? (doc pribadi)

Masalah kronis ibukota bukan hanya menarik para pakar dan peniliti dari kampus ternama, namun menjadi ajang “jualan“ dari para elite politik menjelang pilkada. Saya mencoba mengesampingkan soal gebyar politik tersebut, termasuk janji-janji para kandidat DKI-1 dan DKI-2. Sebagai warga Jakarta, sudah terbiasa dengan janji-janji semacam itu.

Siapakah yang harus menebar janji demi ciliwung ini? (doc pribadi)

Saya pun tidak akan membahas berbagai opsi dan solusi para pakar demi Jakarta yang lebih baik. Sudah begitu banyak kalangan yang membahas itu. Saya hanya menikmati saja Jakarta apa adanya. Kalo toh ada hubungannya dengan berita tersebut, itu lebih pada lokasi kajian dari kampus-kampus ternama itu. Mereka telah memilih Jakarta Utara sebagai fokus lokasinya. Dan dua hari ini, saya kembali menghabiskan waktu di ujung utara Jakarta. Perjalanan dari Depok ke utara ibukota pun tak lepas dari hiruk-pikuk ibukota. Pun saat harus berdiam di ketinggian apartemen yang makin menjamur.

Jakarta utara, ironi dibalik jendela hunian yang makin menjulang (doc pribadi)

Tidak perlu kita apriori dengan ketertarikan UI dan kampus ternama itu. Siapa tahu jika kampus asing ikut peduli, masalah ibukota bisa tertangani. Andaipun sama seperti upaya-upaya sebelumnya, mungkin kita harus bisa menerima Jakarta apa adanya. Jangan-jangan, dinamika dan hiruk-pikuk jakarta saat ini justru menjadi pesona tersendiri.

Saat pesona dan nestapa bertemu di utara Jakarta (doc pribadi)

Itulah pesona Jakarta, bisa dipersepsikan buruk atau baik. Sebagai warga ibukota, saya hanya bisa menikmatinya, walau selalu ada asa dan doa untuk Jakarta yang lebih baik di masa datang.

Mesjid Istiqlal di tengah kepungan gedung perkantoran dan hunian padat (doc pribadi)

—-

Apa pendapat teman-teman tentang masa depan Jakarta, silakan kunjungi tulisan berikut:

Jakarta Mencakar Langit Menimbun Laut

 

Tulisan Dengan Topik Terkait

Ditulis Oleh

Rumah Pena → Redaksi Rumah Pena

Lihat semua tulisan dari

Website : http://pena.gunadarma.ac.id

42 Responses to “Menikmati Jakarta Apa Adanya”

  1. Maulidia says:

    Jakarta memang sudah mulai kritis banyak faktor yang membuat hal demikian salah satunya adalah disebabkan oleh pencemaran dan kerusakan lingkungan hidup yang umumnya berasal dari kegiatan industri, pemukiman, perkantoran, jasa akomodasi dan kegiatan masyarakat.jika hal ini di biarkan berlarut-larut tanpa adanya kesadaran dari setiap warga yang bermukin dijakarta lama-lama kota jakarta makin kritis. Menurut saya Solusinya adalah kesadaran masyarakat itu sendiri untuk menjaga lingkungan tenpat tinggal nya serta melakukan penghijauan di sekitar lingkungan mereka dan yang paling penting adalah adanya perda dari pemerintah dan instansi terkait untuk mengatur dan mensosialisikan lingkungan sehat serta menindak secara tegas apabila ada yang melagggar dari aturan tersebut.

    • Rumah Pena Rumah Pena (Author) says:

      Gimana caranya agar masyarakat sadar, dan jadi gerakan bersama ya? Terima kasih sudah mampir ya, salam

      • Maulidia says:

        dengan cara mensosialisakan secara bertahap lama2 masyarakat jga mengerti .pemerintah jga harus memotivasi masyarakat serta menyediakan serta mendukung kegiatan bersama agar tercipta kerjasama yang baik.

  2. Rizki Akbar says:

    Jakarta ibukota yang penuh dengan masalah. Namun masalah timbul bukan hanya dari pemerintah melainkan dari sifat yang dimiliki sebagian besar masyarakat. Pemerintah yang tak dapat menyusun sistem tata kota, tak adanya taman kota, padatnya gedung-gedung hingga tak adanya saluran pembuangan air. Sedangkan sifat buruk masyarakat tidak mencintai lingkungan menyebabkan banjir. Sedangkan kemacetan dipengaruhi karena tidak adanya pembatasan penjualan kendaraan bermotor. Cintai lingkungan dan tegaslah pemerintah mungkin bisa membangun Jakarta yang lebih baik.

    • Rumah Pena Rumah Pena (Author) says:

      Susah ya ternyata untuk jatuh cinta sama lingkungan. Terus bagiaman ya biar kita semua cinta lingkungan, atau emang lingkungan ya yg benci kita :) Trims ya dah ngasih komentar, salam

  3. Salam blogger !
    Sebenarnya saya sebagian setuju dan sebagian lainnya tidak setuju dengan opini penulis. Saya setuju memang ada kalanya kita berusaha menerima kota Jakarta apa adanya karena walau saya bukan warga Jakarta, saya pun tidak yakin bahwa masalah-masalah yang ada di Jakarta dapat 100% teratasi dan kita cukup menerima semua keadaan Jakarta apa adanya. Namun suatu tindakan yang kurang tepat jika kita hanya bersikap hanya “menerima dan pasrah” terhadap penyelesaian masalah Jakarta. Jika tingkat masalahnya masih rendah mungkin tepat kita cukup menerima apa adanya kota Jakarta dan menjadikan masalah-masalah tersebut menjadi ciri khas kota Jakarta, namun faktanya adalah masalah yang ada sudah pada tahap yang “mengkhawatirkan”, apalagi Jakarta adalah ibukota negara, menjadi cerminan negara Indonesia di mata dunia. Bayangkan saja, hanya dari masalah kemacetan bisa menimbulkan kerugian mencapai puluhan triliun, belum lagi yang ditimbulkan dari masalah yang lainnya. Kunci dari memperbaiki Jakarta itu sendiri menurut saya adalah pemerintah bersama warganya bersatu-padu aktif untuk menyelesaikan masalah-masalah yang ada di Jakarta karena tanpa dukungan dari keduanya masalah Jakarta tidak akan pernah selesai. Mungkin saya pesimis semua masalah solve 100% namun jika ada kontribusi yang nyata baik dari pemerintah dan warganya, saya yakin Jakarta bisa dan sangat mungkin untuk menjadi kota yang lebih baik.

    • Rumah Pena Rumah Pena (Author) says:

      Jadi siapa yang lebih berperan ya? apakah kita harus menunggu siapa dulu yang berinisiatif, atau bagaimana ya supaya pemerintah dan warganya kompak? :) Semua pasti ingin jakarta lebih baik, tapi ternyata susah juga untuk kompakannya ya :)

      Terima kasih, salam

  4. (Sedikit opini tentang Jakarta)
    Jakarta oh Jakarta… Kota Macet. Hampir setiap hari Jakarta dilanda macet, penyebab utamanya adalah pertumbuhan pengguna keadaan pribadi yang tidak sebanding lagi dengan luas jalan ibukota. PR Pemprov DKI adalah menekan laju pengguna kendaraan pribadi dengan cara membenahi angkutan kota dan memperbaiki fasilitas umum yang ada atau dengan membatasi usia kendaraan baik umum maupun pribadi.
    Permasalahan sampah merupakan permasalahan utama penyebab banjir, kurangnya kesadaran warga masyarakat dalam membuang sampah adalah salah satu penyebabnya. Pengolahan sampah adalah solusi yang tepat. Kategori sampah terbagi menjadi sampah organik dan non organik. Sampah organik dapat diolah menjadi pupuk yang memiliki nilai jual, sedangkan sampah non organik yang masih bisa didaur ulang, dibuat menjadi barang kerajinan yang bernilai jual. Tak selamanya sampah itu merugikan, sampah juga dapat menguntungkan.
    Masalah berikutnya adalah masalah hunian, hunian yang layak adalah hunian sehat. Di suatu daerah dibelakang ITC Mangga Dua terdapat daerah pemukiman kumuh ” Kampung Dao Atas, Pademangan, Ancol”. Terletak di sepanjang rel kereta yang masih belum aktif, sepanjang pinggir rel yang dapat ditemui bangunan – bangunan Rumah Sangat Sangat Sederhana bahkan Sangat Mini, bayangkan saja rumah ukuran (2×2)meter persegi dihuni 4 orang anggota keluarga. Sepertinya bangunan – bangunan itu bukan bangunan liar, bahkan bangunan resmi yang dipertanyakan, ada nomor rumahnya (ada RT/RWnya) tapi masih layakkah disebut dengan rumah hunian ?

    Ini salah siapa ? Siapa yang harus bertanggung jawab ?

    Marilah tanamkan kesadaran dimulai dari diri sendiri !
    Kalau bukan kite, siape lagi ?

  5. menikmati jakarta jaman dulu sama jaman sekarang sanagat berbeda jauh sekali dahulu kota jakarta masi sangat hijau dan terdapat hutan2 belantara sehingga sangat teduh dan tidak berpolusi serta keindahan lingkungan sangat terjaga, tapi sekarang ini saya heran kenapa jakarta sebagai pusat ibu kota terus menerus mengalami kerusakan mulai dari sisi lingkungan sampai sudah hampir tidak ada lagi ruang kosong yang di isi dengan tanaman permanent untuk penghijauan tapi amalah di isi dengan mol mol serta apartemen yang makin riweh dan tambah macet. itu yang sering saya alami sebagi warga jakarta.

    • Rumah Pena Rumah Pena (Author) says:

      Jadi, pembangunan mall harusnya dihentikan saja ya? Kata orang ekonomi, ada permintaan, ada penawaran. Kalo pada gak laku atau sepi, mungkin investor pun mikir2 tuk buat mall lagi di Jakarta ya hehehe
      Trims, salam

      • iyaa mall dan apartement di hebtikan saja dan yang paling parah apartemen di jaarta kaya kacang byk bener dan harganya pun sangat mahal,,dan yang lebih memprihatinkan semua itu bkn milik pribumi tp orang asing yang membeli.kita hanya jd kuli di kota /negara sendiri ..mudah2an pemerintah bisa sadar dengan semua itu :D

  6. Wahab says:

    sudah saat nya jakarta berbenah sekang masyarakat sudah tidak nyaman lagi berada di lingkungan perkotaan yang semangkin kotor dan tidak terawat dengan baik . mudah2 an dengan pemilihan gubernur yang baru ini dapat memberikan solusi dari permasalahan yang ada di kota ini ..amien

  7. Kemacetan yang begitu parah dan Banjir yang terjadi ketika musim hujan tiba di ibu kota Jakarta seakan bukan lah hal yang asing lagi bagi warga Indonesia khusus nya yang tinggal di Jakarta, kemacetan tampaknya menjadi makanan sehari-hari bagi warga Jakarta, hal tersebut sangat menimbulkan kerugian bagi warga yang akan beraktivitas untuk mencari nafkah maupun bagi siswa-siswi yang akan pergi untuk mencari ilmu, kemacetan yang terjadi di ibu kota ini tentunya disebabkan karena semakin bertambahnya volume kendaraan baik kendaraan umum maupun pribadi dari yang roda 2 sampai roda 4 dan juga disebabkan karena tata letak kota yang semakin hari semakin buruk, betapa tidak gedung-gedung pencakar langit saat ini mudah sekali kita jumpai di ibu kota Jakarta ini, hampir setiap kita melangkahkan kaki pasti melihat gedung-gedung pencakar langit, dan ironis nya sebagian besar gedung-gedung tersebut bukan lah milik orang-orang Indonesia melainkan milik orang-orang asing, sedangkan orang-orang Indonesia itu sendiri tinggal dipemukiman kumuh yang letaknya berada di belakang gedung-gedung tersebut, dan juga semakin berkurang saja tanaman-tanaman hijau dan pepohonan di ibu kota Jakarta yang kini telah dimusnahkan dan diganti dengan gedung-gedung maupun perumahan-perumahan elit, padahal tanaman dan pepohonan yang berada di ibu kota diharapkan bisa menjadi “jantung bumi” agar banjir di ibu kota setidaknya bisa berkurang dengan adanya tanaman hijau (pepohonan), dalam hal ini bukan hanya pemerintah saja yang harus bertanggung jawab, namun kita sebagai warga negara khusus nya yang tinggal di daerah Ibu Kota harus juga membantu pemerintah dalam menciptakan Ibu kota yang aman, nyaman dan sejahtera.
    banyak sumbangsih yang bisa kita lakukan untuk kemajuan Negara Kita khususnya di ibu kota ini, salah satunya dengan mengurangi volume kendaraan dan kalau bisa beralih dari kendaraan bermotor dengan menggunakan sepeda, selain mengurangi volume kendaraan di ibu kota juga membantu pemerintah dalam pengurangan pemakaian jumlah BBM, dan juga mengurangi pemanasan global. mari kita selamatkan negeri dengan penanaman pohon dan mengurangi polusi udara…

    • Rumah Pena Rumah Pena (Author) says:

      “Salah satunya dengan mengurangi volume kendaraan dan kalau bisa beralih dari kendaraan bermotor dengan menggunakan sepeda, ….”
      ======
      Mau gak ya sebagian besar warga jakarta umpel2an di kendaraan umum atau transportasi publik yang kata orang tidak nyaman itu?

      Trims ya

  8. Rose Diana says:

    Menurut saya solusi dari semua kepelikan masalah ibu kota adalah harus adanya keputusan yang tegas bukan hanya dari pihak pemerintah, namun juga dari setiap individu Jakarta dalam mengambil keputusan untuk MENGEMBANGKAN sikap membenahi Jakarta mulai dari hal-hal kecil disekitar kita, membuang sampah pada tempatnya adalah salah satu contohnya. Maka jika dapat dijadikan akronim, Jakarta adalah :

    J : Jika
    A : Anda
    K : Kembangkan
    A : Akan
    R :Rapi
    T : Tertib
    A : Aman :)

    • Rumah Pena Rumah Pena (Author) says:

      Buang sampah pada tempatnya, terus dikemanakan sampah itu jika sudah terkumpul? hehehe
      Trims ya atas singkatan Jakarta-nya :)

      • Rose Diana says:

        ke TPA donk hehehe bantar gebang misalnya..setelah itu baru gunakan teknologi untuk mengelolanya. Sama2 rumah pena :D

  9. Menurut pendapat saya, masalah di Jakarta selama ini terus meningkat dan semakin kompleks. Memang kita pun tidak akan mudah memperbaiki kondisi Jakarta begitu saja. Jika ada Universitas seperti UI dan maupun kampus lain baik dari dalam maupun luar negeri yang ingin mengkaji permsalahan di Jakarta akan sangat baik karena semakin banyak dukungan dari berbagai pihak dalam mengatasi masalah di Jakarta akan semakin baik, selain itu di universitas banyak terdapat para akademisi yang tentu saja bisa lebih baik dari pada yang bukan akademisi.
    Tetapi tentu saja kita juga tidak tinggal diam saja, kita sebagai warga juga harus memberikan pendapat dalam memperbaiki Jakarta kota kesayangan kita. Karena dengan pendapat semua kalangan akan mencapai hasil yang baik dan sesuai dengan keinginan untuk semua orang, berbeda jika hanya kalangan tertentu yang memberi pendapat, maka pendapat tersebut akan banyak hanya mementingkan kepentingan kalangan itu sendiri.
    Kita juga tidak hanya memberi pendapat untuk perbaikan Jakarta tentu saja kita dapat melakukan berbagai hal konkret untuk mewujudkannya. Misalnya saja siswa di sekolah sering mengadakan kerja bakti untuk membersihkan lingkungan agar dapat mengurangi banjir. Selain itu untuk mengurangi polusi dan kemacetan alangkah baiknya kita menggunakan transportasi umum untuk menuju ke sekolah, kampus, ataupun tempat kerja.
    Tetapi memang banyak kekhawatiran dalam menggunakan transportasi umum karena banyak kejadian-kejadian seperti pemerkosaan saat ini yang tentu saja membuat sebagian orang memilih kendaraan pribadi.
    Hal ini tentu saja berhubungan dengan ketegasan pemerintah dalam menangani berbagai hal di Jakarta, termasuk kejahatan yang kian meningkat di Jakarta.Kandidat DKI 1 maupun DKI 2 boleh saja berjanji, tetapi sebaiknya janji itu tidak terlalu memberi pengharapan yang terlalu besar kepada semua warga Jakarta. Janji itu sebaiknya untuk bekerja sama dengan semua elemen masyarakat untuk mengatasi masalah di Jakarta. Jika hal itu dapat tercapai maka perbaikan Jakarta akan berjalan dengan baik.

    • Rumah Pena Rumah Pena (Author) says:

      Terus UG ikut mengkaji juga gak ya? atau setidaknya apa peran dan kontribusi civitas akademika UG dalam membenahi lingkungan? :) Trims ya atas kunjungannya, salam

      • Tentu saja UG ikut mengkaji, buktinya UG menerapkan Green Campus, dan BEM FTI UG pernah mengadakan acara Go Green pada tahun 2010. Hal ini menunjukan betapa pedulinya UG dengan lingkungan alam sekitar. Selain itu banyak tulisan mahasiswa UG mengenai lingkungan alam sekitar dan sosial yang tentu saja dapat memberi pengetahuan dan kesadaran masyarakat untuk peduli pada lingkungan kehidupannya.

  10. Jakarta….jakarta.
    Mungkin boleh dibilang ibu kota saat ini sedang menangis karena begitu banyaknya masalah yang terjadi baik itu lingkungan atau sosial. Jakarta yang selalu menjadi perbincangan dengan masalah yang tak kunjung usai tetapi masih banyak saja orang yang datang ke jakarta dengan menambah masalah yang sudah terjadi sehingga lingkungan tidak terjaga lagi dan para pengusaha tambah mengembangkan sayapnya untuk membangun gedung yang mencakar langit. Fungsi hutan yang memberi kehidupan, kini sudah menjadi pemukiman, industri dan lainnya. Masalah semakin banyak dan lingkungan semakin tidak terjaga kalau hal ini tetap dibiarkan maka jakarta dikemudian hari akan hancur. Jujur saja memang susah untuk memperbaiki ibu kota ini.
    Solusi dari saya pertama agar pemerintah ibu kota memberikan penyuluhan kepada masyarakat yang berada di kota/ daerah lain agar tidak datang dan bertempat tinggal di jakarta dengan cara memberiakan gambaran jakarta itu sperti apa. Pemerintah harus mempunyai tim untuk mendata orang yang datang kejarta dan setiap orang yang datang ke jakarta harus memberitahukan kepentingannya kepada petugas. Apabila untuk tinggal mencari pekerjaan sebaiknya pulangkan saja mereka ke daerahnya.

    Kedua pemerintah harus memberikan akses yang mudah kepada pengusaha yang ada di daerah seperti jalan, sistem penjualan dan lainnya dengan itu akan semakin banyak pengusaha tanpa ragu mendirikan kantor ataupun gedung di daerah dengan itu masyarakat yang ada di daerah tidak perlu repot mencari pekerjaan di ibu kota yang menambah masalah saja.

    Ketiga pemerintah harus memberikan/mengajarkan keterampilan kepada masyarakat yang ada didaerah agar tidak datang kejakarta serta akan mencintai daerahnya sendiri.

  11. Jakarta….jakarta.
    Mungkin boleh dibilang ibu kota saat ini sedang menangis karena begitu banyaknya masalah yang terjadi baik itu lingkungan atau sosial. Jakarta yang selalu menjadi perbincangan dengan masalah yang tak kunjung usai tetapi masih banyak saja orang yang datang ke jakarta dengan menambah masalah yang sudah terjadi sehingga lingkungan tidak terjaga lagi dan para pengusaha tambah mengembangkan sayapnya untuk membangun gedung yang mencakar langit. Fungsi hutan yang memberi kehidupan, kini sudah menjadi pemukiman, industri dan lainnya. Masalah semakin banyak dan lingkungan semakin tidak terjaga kalau hal ini tetap dibiarkan maka jakarta dikemudian hari akan hancur. Jujur saja memang susah untuk memperbaiki ibu kota ini.
    Solusi dari saya pertama agar pemerintah ibu kota memberikan penyuluhan kepada masyarakat yang berada di kota/ daerah lain agar tidak datang dan bertempat tinggal di jakarta dengan cara memberiakan gambaran jakarta itu sperti apa. Pemerintah harus mempunyai tim untuk mendata orang yang datang kejarta dan setiap orang yang datang ke jakarta harus memberitahukan kepentingannya kepada petugas. Apabila untuk tinggal mencari pekerjaan sebaiknya pulangkan saja mereka ke daerahnya.

    Kedua pemerintah harus memberikan akses yang mudah kepada pengusaha yang ada di daerah seperti jalan, sistem penjualan dan lainnya dengan itu akan semakin banyak pengusaha tanpa ragu mendirikan kantor ataupun gedung di daerah dengan itu masyarakat yang ada di daerah tidak perlu repot mencari pekerjaan di ibu kota yang menambah masalah saja.

    Ketiga pemerintah harus memberikan/mengajarkan keterampilan kepada masyarakat yang ada didaerah agar tidak datang kejakarta serta akan mencintai daerahnya sendiri.

    Dan terkahir mungkin pemerintah bisa membuat peraturan apabila terdapat masyarakat yang membuang sampah sembarangan apalagi merusak lingkungan maka akan dihukum seberat-beratnya.

    Harapannya agar jakarta bisa diperbaiki dan menjadi kota yang indah disuatu hari nanti.

    • Rumah Pena Rumah Pena (Author) says:

      Menurut Saya, mungkin nanti kitalah yang menangis ketika alam semakin rusak. Jangan sampai kita menangis (menyesal) di kemudian hari saat alam rusak parah ya

      Trims ya, salam

  12. Dinda says:

    Permasalahan yang ada di Jakarta juga dialami oleh negara lain yang memiliki kepadatan penduduk, seperti India, China, USA, dan lain-lain. Tapi, mereka masih bisa mengatasinya, Jadi tidak boleh ada kata pesimis untuk membuat Jakarta yang lebih baik,,kita bisa belajar dr negara negara tersebut. Permasalahan ini bukan hanya menjadi tanggung jawab salah satu pihak dalam hal ini Pemerintah, tp perlu adanya kerjasama dari semua pihak yang bersangkutan yaitu pemerintah dan semua warga jakarta untuk melakukan perubahan. mulai dari hal yang kecil contohnya kesadaran untuk mematuhi peraturan yang telah berlaku . Pemerintah saat ini terlalu menginginkan perubahan yang besar tanpa disertai pertanggungjawaban dari perubahan besar itu. Jakarta harusnya lebih mengaca pada negara kecil seperti singapura, jadi ada sangsi yang tegas dan keras. Warga Indonesia itu harus di tegaskan, tapi bukan hanya dalam peraturan tertulis saja. Jakarta juga tidak usah terlalu meniru negara besar lainnya yang selalu merubah kotanya menjadi kota yang sangat megah dengan fasilitas pemerintah yang sangat memadai, Indonesia itu negara yang sangat kaya malah lebih kaya dari negara berkembang lainnya, hanya saja Indonesia yang terlalu memuji negara besar itu menjadikan perubahan yang salah untuk Jakarta.

    • Rumah Pena Rumah Pena (Author) says:

      Jadi mengekor ke negara lain pun tidak selamanya berhasil ya? :) Semoga kita bisa mempertahankan jati diri dan tetap mencintai negeri ini, walaupun kini dirundung berbagai masalah, termasuk masalah sosial dan lingkungan di kota-kota besar yang makin tergerus modernisasi ya :)

      Trims, salam

  13. Menikmati Jakarta Apa Adanya? menurut saya, itu hal yang menarik,karna untuk apa kita selalu mempermasalahkan tentang hal-hal negativ yang terdapat di Jakarta,toh tetap saja Jakarta adalah Ibu kota negara kita yang harus bisa kita banggakan,mungkin kita selalu berfikir bagaimana cara untuk mengubah Jakarta menjadi negara yang rapih,damai,tentram,bersih seperti negara-negara lainnya,contohnya Singapore yang mempunyai lingkungan yang amat bersih,serta tatanan kotanya yang begitu rapih, tapi sebenarnya di balik itu semua,kita seharusnya berfikir,apakah hanya dengan mengungkapakan pendapat dan selalu membandingkan Jakarta dengan negara lain maka Jakarta akan berubah,,,? tidak,bahkan mungkin akan tetap sama,dan tidak akan ada perubahan,hanya yang dapat merubah Jakarta sendiri adalah kejujuran,dan tindakan. Apabila di Jakarta sendiri kejujuran sudah di terapkan maka InsyaALLAH, Jakarta akan berubah,karna masih banyak uang negara yang seharusnya dapat digunakan untuk membangun Jakarta menjadi lebih baik tapi masuk pada tangan-tangan yang tidak bertanggung jawab,serta kurangnya tindakan yang mengakibatkan Jakarta menjadi kondisi seperti saat ini.mari kita bersama-sama bersyukur,dengan Jakarta kita saat ini,dan sedikit demi sedikit kita dapat merubahnya menjadi Jakarta yang lebih baik dan lebih berkembang. .

  14. jakarta adalah ibukota yang daya tariknya sudah melekat di setiap penduduk bangsa indonesia. banyak orang yang beranggapan bahwa jakarta adalah tempat yang tepat untuk mengumpulkan pundi – pundi uang. gedung – gedung pencakar langit, pusat perbelanjaan, tempat rekreasi dan lain – lain adalah salah satu daya tarik Jakarta yang membuat orang ingin datang ke Jakarta. padahal disamping itu semua Jakarta memiliki banyak permasalahan yang sangat memprihatinkan. Jakarta yang merupakan kota metropolitan yang akan beralih ke kota megapolitan ini memiliki segambreng permasalahan diantaranya adalah kemacetan, sampah, penduduk liar dan juga masalah – masalah sosial lainnya. Lalu bagaimana untuk membuat Jakarta yang indah, tertib dan teratur?? sebenarnya solusi transportasi seperti adanya busway memang sangat baik, tetapi itu tidak tepat untuk membenahi kesemrawutan lalu lintas yang ada di Jakarta. Untuk mengatasi malah ini dan masalah lainnya seharusnya indonesia meniru apa yang dilakukan negara tetangga kita, dengan memidahkan ibukota dan pusat pemerintahan sementara. memang membutuhkan biaya yang besar dan waktu yg lama, akan tetapi ini lebih efisien untuk membenahi Jakarta. Untuk mensiasati masalah biaya dan waktu ibukota sementara bisa di ganti ke kota terdekat yang ada di sekitar Jakarta cara ini lebih efisien ketimbang menaruh ibukota sementara ke daerah yang lebih jauh, apalagi dengan membuat sistem atau cara – cara baru untuk membenahi jakarta yang sebenarnya hanya membuang – buang anggaran saja.

    • Rumah Pena Rumah Pena (Author) says:

      Selama Jakarta menjadi mimpi yang ingin diraih oleh setiap pendatang, maka orang masih berduyun2 ke Jakarta untuk mengadu nasib. Jakarta pun makin berjubel, padahal lahan dan jalan tidak bisa diperluas lagi. Wacana pemindahan ibukota pun masih belum menunjukkan kemajuan berarti. Mungkin masih tarik ulur ya :) Trims, salam

  15. Upaya untuk menyelesaikan masalah-masalah tersebut bisa dibilang “Mission Impossible”, banjir, kemacetan, dan teman-temannya itu sudah menjadi kepribadian Jakarta. Mungkin masalah akan terselesaikan jika pemerintah mencoba memisahkan pusat pemerintahan dan pusat perekonomiannya.

    • Rumah Pena Rumah Pena (Author) says:

      Berarti masih ada peluang untuk dibenahi jika pemerintah (juga masyarakat) bahu membahu ya? Rumah Pena masih optimis, Jakarta masih bisa lebih baik dari kondisi saat ini. Trims, salam

  16. Complicated yah. Menurut saya membenahi Jakarta yang sudah terlanjur “ruwet” ini memang butuh waktu yang cukup panjang, keberanian Pemerintah dan pengadian yang tulus serta dana yang tidak sedikit. Mengapa disini saya sangat menekankan dari sisi Pemerintah? karena dengan wewenang dan kekuasaan yang dimiliki Pererintahlah yang mampu memberi jalan untuk gerakan yang besar.
    1. Untuk kepadatan Jakarta : Please, untuk segala aparatur Pemda menjalankan semua program tata kota sesuai dengan ketentuan, jangan karena iming-iming “uang”, proyek-proyek raksasa yang memiliki modal besar diloloskan saja padahal melanggar ketentuan mengenai dampak lingkungan. Pembatasan urbanisasi yang dilakukan dengan razia kependudukan sudah cukup baik tetapi harus diimbangi juga dengan pembangunan yang merata di daerah lain agar masyarakat tidak hanya memiliki Jakarta sebagai “mercusuar”. Sehingga cukuplah daerah asal mereka untuk menggantungkan penghidupan mereka.
    2. Untuk kemacetan : Tingkatkan transportasi umum, dalam segi kuantitas maupun kualitas. Selain itu, dapat juga diterapkan pajak kendaraan pribadi dan retribusi parkir yang tinggi. Sudah banyak negara yang menerapkan tarif parkir yang mahal di pusat-pusat kotanya seperti Jepang, Denmark dan Inggris. Dengan ini, masyarakat akan berpikir dua kali jika harus membeli ataupun berpergian dengan kendaraan pribadi. Disamping itu, pajak kendaraan dan retribusi parkir ini bisa menjadi tambahan pendapatan daerah. Tapi perlu digarisbawahi lagi, harus diiringi dengan peningkatan transportasi publik.

    • Rumah Pena Rumah Pena (Author) says:

      memang ruwet ya, tapi mudah2an pelan-pelan keruwetan itu bisa terurai, termasuk kemacetan. Memang jakarta seolah masih menjadi magnet, sehingga orang2 masih ada aja yang mengadu nasib di jakarta :) Lahan pertanian di daerah bisa terlupakan. trims, salam

  17. memang ibukota Jakarta ini dipenuhi dengan masalah-masalah seperti pencemaran-pencemaran, sesuai dengan artikel diatas memang benar keadaan ibukota kita ini seperti itu adanya dan sekarang kita hanya bisa menikmati jakarta apa adanya saja, tetapi bukan tidak mungkin ibukota jakarta akan menjadi ibukota yang indah dan sehat, asalkan masyarakat dan anggota pemerintahnya mau sama-sama menciptakan jakarta yang sehat dan indah tak ada macet, tak ada banjir.

    • Rumah Pena Rumah Pena (Author) says:

      Walau kondisinya kurang nyaman, tetap semangat dan jangan berhenti berusaha untuk membenahi Jakarta, termasuk oleh masing2 individu dan lingkungan terkecilnya ya :) Trims ya

  18. Menurut saya parahnya kondisi kota Jakarta saat ini disebabkan oleh faktor padatnya penduduk yang pada akhirnya merembet kesegala permasalahan, kota Jakarta menjadi tujuan hidup seluruh masyarakat indonesia demi mencari sesuap nasi, penduduk kota Jakarta berasal dari berbagai penjuru propinsi, dari berbagai kalangan masyarakat, berbagai tingkat pendidikan dan berbagai macam lainnya.
    hal ini yang menyebabkan terjadinya banyak permasalahan, karena penyatuan dikalangan masyarakat kurang. Ada orang yang hidupnya jorok sehingga mudah saja mengkotori lingkungan, ada orang yang wataknya keras sehingga sering menciptakan kerusuhan, ada orang yang taraf hidupnya sangat minim sehingga ada kesenjangan yang juga menciptakan tingginya tingkat kriminalitas, ada pun kebutuhan transportasi yang diinginkan membuat seseorang ingin memiliki kendaraan sendiri, bahkan satu kendaraan pun kurang, dan yang pasti membludaknya jumlah masyarakat kota Jakarta menjadi permasalahan untuk tempat tinggal yang sekarang saja kota Jakarta sudah sangat padat.
    Solusi unik saya :
    1. Untuk masalah pencemaran kerja bakti jum’at bersih sudah sangat baik, car day’s dll juga cukup berjalan baik, dan alangkah baiknya kita mulai membatasi juga pemakaian kendaraan yang pengeluaran emisinya buruk. mungkin pembatasan operasi kendaraan tua juga cukup baik.
    2. Untuk masalaha kepadatan penduduk, program rumah susun agar diperbaiki lagi, agar rumah susun pun dapat layak huni, dan harganya ekonomis.
    3. Untuk masalah kemacetan pembatasan kepemilikan kendaraan juga cukup efektif namun karena sekarang ini kendaraan,kususnya kendaraan bermotor sangat mudah diperoleh, banyak dealer dan lising-lising yang menawarkan kendaraan dengan dp ringan ini juga perlu diperhatikan, karena sangat berpengaruh dengan jumlah kendaraan. tentunya juga harus ada tindakan lain sebagai solusi misal penyedian bus way yang banyak, kereta yang cukup dan angkutan kota yang tertata rapi.
    Menyangkut Cagub dan Cawagub tahun ini saya harap mereka bisa mengerti seluruh watak,sifat,kemampuan ekonomi,dan kemampuan daya tampung kota Jakarta untuk beberapa tahun kedepan. Kami butuh seorang pahlawan untuk seluruh masalah ini.

    • Rumah Pena Rumah Pena (Author) says:

      Mudah2an ada pusat pertumbuhan baru di luar Jakarta agar minat orang pun terurai, atau tidak berpusat ke Jakarta ya :) Masyarakat pun mulai suka menggunakan transportasi publik, dengan harapan mutunya semakin baik, dan murah :) agar kendaraan pribadi mulai ditinggalkan ya :) Trims ya

  19. Rina hayani says:

    menurut saya jakarta sekarang jauh berbeda dengan keadaan jakarta yang dahulu, dari segi ekonomi sudah meningkat , dari segi teknologi sudah semakin canggih, dari segi penduduk yang semakin padat. jakarta merupakan jantung dari negara Indinesia

    namun dibalik kemajuan di jakarta masih banyak kendala yang membuat masyarakat yang kurang terpenuhi contoh masih banyak kemacetan disetiap jalur lalu lintas baik di jalur biasa maupun jalur tol sehingga mambuat saya bertanya-tanya mengapa hal ini belum sampai belum menemui jalan keluarnya padahal pendidikan kepolisian indonesia sudah cukup maksimal, denagn bertambahnya penduduk dan sedikitnya kesmpatan lowongan pekerjaan membuat grafik kemiskinan meningkat setiap tahunnya,begitupun dengan banjir yang tak pernah terselesaikan sampai sekarang, maslah pendidikan yang belum pernah terpenuhi secara merata.

Leave a Reply