Graha Pena Gunadarma

Menelisik Statistik Perbankan Edisi Januari 2012

March 31st, 2012 | by | in Ekonomi | No Comments

Seperti biasanya, BI selalu mempublikasikan Statistik Perbankan Indonesia (SPI) per bulan. Setelah hamper tiga bulan memasuki tahun 2012, BI sudah merilis SPI untuk edisi Januari 2012. Dokumen selengkapnya bisa dilihat di sini. Apa saja yang menarik dari SPI tersebut?

Pertama, aset perbankan nasional terus tumbuh. Kali ini nilainya sudah mencapai Rp 3.598,7 triliun, atau meningkat 20,33 persen dibandingkan posisi Januari 2011. Aset tersebut berasal dari 120 bank umum, yang terdiri dari 4 Bank Pemerintah, 36 Bank Swasta Devisa, 30 Bank Swasta Non-Devisa, 26 Bank Pembangunan Daerah, 14 Bank Campuran, dan 10 Bank Asing. Total Dana Pihak Ketiga (DPK) adalah Rp 2742,316 Triliun yang terdiri dari Rp 645,652 Triliun Giro, Rp 1230,779 Triliun Deposito, dan Rp 865,884 Triliun Tabungan. Total DPK tersebut cenderung menurun dibandingkan posisi Desember 2011 sebesar Rp2784,912 Triliun, namun cenderung meningkat dibandingkan posisi Januari 2011 sebesar Rp2302,056 Triliun.

Kedua, pangsa pasar masih dikuasai oleh bank “itu-itu saja“ dengan konsentrasi pasar dari top ten menguasai 62,67persen aset perbankan nasional dengan total asset Rp 2255,4 Triliun. Selama lima tahun – sejak Desember 2007 – penguasaan pangsa pasar dari sepuluh bank besar tersebut tidak pernah di bawah 60%. Ada yang menuduh bahwa konsentrasi pasar perbankan nasional cenderung oligopolis, yang dikhawatirkan angka mendorong bank besar mendikte pasar, misalnya dalam penentuan bunga kredit, Tapi sinyalemen tersebut tidak pernah terbukti, walau pernah diwacanakan oleh Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU).

Bank Mandiri tetap sebagai jawara perbankan nasional dilihat dari total asetnya. Bank milik pemerintah tersebut sudah menduduki peringkat pertama pada setiap akhir tahun selama 5 tahun berturut-turut sejak Desember 2007. Berikut urutan sepuluh besar perbankan nasional dengan nilai asetnya masing-masing untuk edisi Januari 2012.

  1. Bank Mandiri  dengan asset Rp 485,415 Triliun (13,49% dari asset nasional)
  2. BRI, Rp 407,302 Triliun (11,32%)
  3. Bank Central Asia, Rp 387,003 Triliun (10,75%)
  4. BNI, Rp 285,239 Triliun (7,93%)
  5. Bank CIMB Niaga, Rp 169,321 Triliun (4,71)
  6. Bank Danamon Indonesia, Rp 124,103 Triliun (3,45%)
  7. Pan Indonesia Bank, Rp 117,655 Triliun (3,27%)
  8. Bank Permata, Rp 102,346 Triliun (2,84%)
  9. BII, Rp 90,143 Triliun (2,50%)
  10. BTN, Rp 86,910 Triliun (2,42%)

Ketiga, tingkat bunga DPK cenderung “makin layu”, bahkan untuk tabungan dan giro di bawah tingkat inflasi. Artinya, jika kita menyimpan uang di bank dalam bentuk tabungan dan giro, nilai tukar riilnya terhadap harga barang malah semakin menciut. Tingkat suku bunga rata-rata untuk giro dan tabungan dalam mata uang Rupiah  adalah sebesar 2,24% dan 2,25%.  Sedangkan bunga deposito rupiah adalah 6,31% untuk satu bulan, 6,75% untuk 3 bulan, 7,23% untuk 6 bulan, dan 6,72 untuk 12 bulan.  Tingkat suku bunga DPK tersebut cendrung menurun dibandingkan posisi Januari 2011, kecuali untuk deposito 6 bulan.

Keempat, rata-rata bunga kredit bank sebenarnya menurun dibandingkan posisi Januari 2011. Namun, dengan penurunan bunga SBI sudah berungkali serta bunga simpanan masyarakat atau DPK makin mengecil, banyak pengamat, bahkan BI sendiri menilai bunga kredit bank masih tergolong tinggi. Artinya, bank masih menikmati interest margin yang masih “lebar” sehingga bank makin getol mengeruk keuntungan dari perbedaan bunga DPK dengan bunga kredit. Suku bunga rata-rata kredit untuk mata uang rupiah tercatat sebesar 11,89 untuk kredit modal kerja, 11,40% untuk kredit investasi, dan 13,35% untuk kredit konsumtif.

Kelima, bunga kredit BPR bisa dikatakan “gila-gilaan“, yaitu sekitar 30 persen. Padahal fungsi BPR difokuskan pada pengembangan ekonomi lokal dan sektor usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM). Suku bunga rata-rata kredit BPR adalah 32,09% untuk kredit modal kerja, 28,36% untuk kredit investasi, dan 27,15% untuk krdit konsumtif. Bunga kredit tersebut memang cenderung menurun dibandingkan januari 2011, yang berturut-turut sebesar 32,90%, 28,78%, dan 27,55%.  Namun, bunga sebesar itu tetap tergolong tinggi. Bandingkan saja dengan bunga kredit rupiah yang disalurkan bank umum yaitu sebesar 11,89% untuk kredit modal kerja, 11,40% untuk kredit investasi, dan 13,35% untuk kredit konsumsi.

Tingginya bunga kredit BPR bisa menjadi bomerang, yakni biaya modal usaha yang tinggi, atau bisa meningkatkan risiko kredit bermasalah juga. Bunga kredit tinggi bisa “mencengkik“ para debitur BPR, yang mayoritas adalah sektor UMKM. Tingginya bunga kredit bisa saja disebabkan keberanian BPR untuk mematok bunga tabungan dan deposito juah di atas bank umum, yaitu sebesar 5,22% untuk tabungan dan 9,75% untuk deposito. Kondisi tersebut memang penuh risiko, dan itu ditunjukkan dengan nilai NPL BPR yang di atas bank umum.

Jumlah kredit macet di BPR sebesar Rp 1,259 triliun, sedangkan total kredit yang disalurkannya sebanyak Rp 41,424 Triliun. Nilai Non Performing Loan (NPL) untuk BPR tercatat sebesar 5,56 persen, atau di atas angka psikologis sebesar 5% yang kadang dirujuk oleh BI. NPL Bank umum sendiri tercatat sebesar 2,35 persen dengan nilai Rp 50,8 Triliun, sedangkan nilai NPL yang penarikannya menggunakan kartu tercatat Rp 1,521 Triliun. Nilai total aset BPR per Januari 2012 adalah Rp 56,172 Triliun yang berasal dari 1663 BPR.

Terakhir, bank syariah terus berkembang pesat, walau total asetnya masih 4,00 persen dari bank konvensional. Saat ini total aset bank syariah tercatat Rp 143888 Triliun, atau meningkat 50,29 persen dibandingkan Januari 2011 sebesar Rp 95743 Triliun. Total asset tersebut berasal dari 11 Bank Umum Syariah dengan total aset Rp 115,296 Triliun dan 24 Usaha Unit Syariah dengan total aset Rp 28,592 Triliun. Sedangkan total asset  BPR Syariah sebesar Rp 3,613 Triliun yang berasal dari 155 BPR syariah.

Itulah sekilas SPI edisi Januari 2012. Ada hal yang menarik lainnya?

Tulisan Dengan Topik Terkait

Ditulis Oleh

Budi Hermana → Dosen Universitas Gunadarma http://nustaffsite.gunadarma.ac.id/blog/bhermana

Lihat semua tulisan dari

Website : http://bhermana.staff.gunadarma.ac.id

Leave a Reply