Graha Pena Gunadarma

Masjid Raya Ternate

July 23rd, 2012 | by | in Headline, Wisata | 4 Comments

Salah satu obyek menarik di kota Ternate adalah Masjid Raya Ternate Al-Munawwar. Masjid tersebut kami kunjungi pada hari pertama di Kota Ternate (17/07/2012). Kami mengunjunginya setelah singgah di Benteng Tolukko dan Kedaton Sultan Ternate. Ketiga obyek tersebut tidak jauh dari Bandara Babullah.

Masjid Raya Al-Munawwa terletak di tepi laut kawasan pantai Sewiring Gamalama. Masjid  dibangun pada tahun 2003 di atas lahan seluas 6 Hektar dengan luas bangunannya mencapai 9512 meter persegi. Setelah tujuh tahun Masjid baru diresmikan pemakaiannya pada 6 Agustus 2010.

Kubah masjid hanya satu, dengan ornamen kotak-kotak dengan warna kombinasi antara kuning dan hijau. Masjid dilengkapi dengan 4 menara setinggi 44 meter, dua di antaranya berdiri di atas laut. Sayang satu menaranya sudah runtuh. Bisa jadi fondasinya kurang kokoh, lalu terkikis air laut. Namun, berkurangnya menara tersebut tidak mengurangi keindahannya.

Interior masjidnya sangat indah dengan dilengkapi keramik dan lampu yang katanya didatangkan langsung dari Turki. Saat kami masuk ke dalamnya, tampak beberapa orang sedang shalat. Ada yang mengaji, ada pula yang sedang beristirahat sembari tidur-tiduran, dan terlelap tidur.

Keindahan seputar kota ternate bisa diintip dari Masjid yang dapat menampung 15 ribu jamaah. Bagian belakang masjid yang tepat di bibir pantai membuat kami bisa mengintip daratan pulau Halmahera, Tidore, Maitara, dan pulau-pulau kecil lainnya di sekitar Halmahera, Provinsi Maluku Utara.

Keindahan Masjid bisa dilihat dari kejauhan, baik dari arah bukit, maupun dari sisi pantai lainnya. Saat kami berkunjung ke Benteng Tolukko, Masjid masih bisa dilihat dari sana. Begitu pula saat kami beristirahat di sebuah hotel yang agak di atas bukit, menara dan kubah masjid masih bisa terlihat jelas.

Semoga kemegahan dan keindahan Masjid Raya Ternate bisa menjadi lentera penerang kota Ternate. Bukan dalam artian terang cahaya matahari yang setiap hari menyeruak ke dalam ruang-ruang masjid, atau cahaya listrik dari lampu antik yang tergantung di bagian dalam masjid. Cahaya kedamaian dan ketentramanlah yang menjadi asa masyarakat kota Ternate agar bisa menyongsong masa depan kota Ternate yang cemerlang.

Tulisan Ekspedisi Sulut dan Malut sebelumnya:

Kala Matahari Tenggelam di Bunaken dan Maitara

Ternate, Pesona di Kaki Gunung Gamalama

Museum Negeri Sulawesi Utara

Pulau Maitara dan Tidore Lebih Indah dari Uang Seribu Rupiah

Kapan Bunaken Jadi Warisan Dunia?

 

 

Tulisan Dengan Topik Terkait

Ditulis Oleh

Rumah Pena → Redaksi Rumah Pena

Lihat semua tulisan dari

Website : http://pena.gunadarma.ac.id

4 Responses to “Masjid Raya Ternate”

  1. raden bayu h says:

    pokoknya ke indah masjid berpadu satu sama kenindahan alam artinya keindah ALLAH swt diaspresiasi kan oleh umat dengan rumah ALLAH dengn indah juga

  2. Tian says:

    Ini diambil pake kamera apa ya?

  3. rachmad says:

    my god…

  4. Diana Putri says:

    Terimaksaih atas informasi yang disampaikan tentan masjid raya ternate

Leave a Reply