Graha Pena Gunadarma

Kilas Sejarah Manajemen Risiko

January 4th, 2015 | by | in Ekonomi, Headline | No Comments

Manajemen risiko termasuk fungsi dan praktik bisnis yang relatif baru jika dibandingkan dengan fungsi-fungsi manajemen atau perusahaan lain seperti keuangan, pemasaran, produksi, sumber daya manusia, atau teknologi informasi.  Sebagai bidang kajian baru, manajemen risiko memang baru muncul belakangan, yaitu setelah perang dunia kedua (Dione, 2013). Manajemen risiko erat kaitannya dengan penggunaan asuransi pemasaran atau pengapalan barang untuk melindungi individu atau perusahaan dari berbagai kerugian akibat kecelakaan.

Bentuk lain dari manajemen risiko muncul pada tahun 1950-an ketika asuransi dianggap terlalu mahal dan tidak lengkap untuk menutup kerugian akibat risiko murni. Penggunaan derivatif pasar uang pada tahun 1970-an dan berkembang pesat pada tahun 1980 mendorong kemunculan atau pentingnya manajemen risiko. Perusahaan pun mulai menerapkan manajemen risiko pada bidang keuangan. Regulasi internasional mengenai manajemen risiko baru muncul pada tahun 1990, dan sejumlah perusahaan jasa keuangan mulai mengadopsi atau mengembangkan berbagai model manajemen risiko internal serta formula perhitungan modal untuk melakukan lindung nilai terhadap risiko yang tidak terantisipasi dan mengurangi modal yang dipersyaratkan.

Konsep manajemen risiko mengalami perubahan besar-besaran pada sektor keuangan pada tahun 1970.Ketika itu manajemen risiko keuangan menjadi prioritas utama pada sejumlah perusahaan, termasuk bank, asuransi, dan perusahaan non-keuangan. Berbagai perusahaan tersebut menghadapi fluktuasi harga seperti risiko tingkat bunga, keuntungan pasar modal, kurs valuta asing, serta perubahan harga bahan baku atau komoditas. Secara historis, sejumlah perusahaan menggunakan analisis laporan keuangan dan cadangan likuiditas untuk melindungi diri dari risiko keuangan. Akhirnya berbagai penggunaan instrumen derivatif pun berkembang pesat sebagai salah satu alternatif untuk mengurangi biaya lindung tradisional. Beberapa contoh instrumen derivatif  tersebut yaitu kontrak  forward, options,  futures, dan swaps. Pada perkembangan selanjutnya, instrumen derivatif tersebut menjadi risiko keuangan lain lagi yang dampak finansialnya bisa berantai, bahkan dapat menimbulkan risiko sistemik, seperti terjadi pada krisis finansial global.

Tulisan Dengan Topik Terkait

Ditulis Oleh

Budi Hermana → Dosen Universitas Gunadarma http://nustaffsite.gunadarma.ac.id/blog/bhermana

Lihat semua tulisan dari

Website : http://bhermana.staff.gunadarma.ac.id

Leave a Reply