Graha Pena Gunadarma

Kaya Budaya Miskin Warisan Dunia

April 2nd, 2012 | by | in Headline, Wisata | 41 Comments

Indonesia dikenal dengan keragaman adat, seni-budaya dan tradisi yang menjadikannya sebagai bangsa yang kaya.  Sebagai bukti,  tengok saja laporan dari Direktorat Kebudayaan – pada saat masih bagian dari Kementrian Pariwisata dan Kebudayaan – yang menyebutkan statistik Benda Cagar Budaya (BCB) pada tahun 2008. Hasil inventarisasi BCB mencapai 8232 situs, dan baru 1847 dalam status dipelihara dengan melibatkan 2781 juru pelihara. Data tesebut mungkin sudah bertambah. Sayangnya, data tersebut tidak bisa diperoleh di internet. Mungkin perpindahah direktorat kebudayaan ke Kemdikbud membuat pemutakhiran data secara online tersebut terlupakan. Contoh peninggalan budaya adalah Candi yang daftar beserta deskrispi singkatnya dapat dilihat di situs Perpusatkaan Nasional di sini. Kompleks candi terbaru yang sedang diajukan ke Unesco adalah Candi Jiwa yang berlokasi di Batujaya Bekasi.

Indonesia pun sering dijuluki zamrud katulistiwa dengan keindahan dan keajaiban alamnya. Siapa yang tidak pernah mendengar alam bawah laut Bunaken, rangkaian cincin api yang menyelimuti sebagian wilayah Indonesia, atau label paru-paru dunia karena wilayah hutannya. Pemerintah pun sudah menetapkan 50 buah taman nasional – yaitu kawasan pelestarian alam yang mempunyai ekosistem asli, dikelola dengan sistem zonasi yang dimanfaatkan untuk tujuan penelitian, ilmu pengetahuan, pendidikan, menunjang budidaya, pariwisata, dan rekreasi – mulai dari Gunung Leuser di  Nanggroe Aceh Darussalam sampai Lorentz di Papua. Daftar lengkap taman nasional bisa dilihat di Situs Kementian Kehutanan di sini.

Unesco mempunyai program khusus yang disebut World Heritage Center yang mendokumentasikan berbagai situs budaya dan alam, atau campuran keduanya, serta penetapannya sebagai waridan dunia.

Warisan budaya dan alam adalah salah satu aset tak ternilai dan tak tergantikan, tidak hanya untuk sebuah bangsa, tapi kemanusiaan secara keseluruhan. Kerugian, misalnya karena kerusakan atau hilangnya, dari salah satu aset yang paling berharga tersebut merupakan kerugian bagi semua bangsa di dunia. Bagian dari warisan itu, karena kualitas luar biasa mereka, dapat dianggap memiliki  nilai universal luar biasa, Dengan demikian obyek tersebut layak memperoleh perlindungan khusus terhadap bahaya yang semakin mengancam keberadaan warisan tersebut.

Sampai saat ini daftar warisan dunia mencakup 936 properti yang dianggap memiliki nilai universal luar biasa, yang terdiri dari 725 buah warian budaya, 183 warisan alam, dan 28 campuran antara warisan budaya dan alam di 153 negara. Sampai November 2011, 188 Negara Pihak telah meratifikasi Konvensi Warisan Dunia. Indonesia mempunyai tujuh warisan benda, yaitu:

1.    Borobudur Temple Compounds (Situs Budaya)
2.    Komodo National Park (Situs Alam)
3.    Prambanan Temple Compounds (Situs Budaya)
4.    Ujung Kulon National Park (Situs Alam)
5.    Sangiran Early Man Site (Situs Budaya)
6.    Lorentz National Park (Situs Alam)
7.    Tropical Rainforest Heritage of Sumatra (Situs Alam dalam bahaya)

Sebelum menjadi warisan dunia, setiap obyek harus masuk dulu ke daftar tentative. Daftar Tentatif adalah inventarisasi properti atau obyek yang terletak di wilayah masing-masing Negara. Negara pengusul menganggap obyek tersebut pantas untuk menjadi prasasti di Daftar Warisan Dunia. Karena itu, dalam daftar tentative tersebut setiap negara harus memberikan alasan mengapa obyek tersebut dianggap sebagai warisan budaya sehingga mereka berniat untuk mencalonkannya sebagai warisan dunia pada tahun mendatang.

Sampai saat ini jumlah obyek yang masuk dalam daftar tentative adalah sebanyak 1504 buah dari 162 negara. Berdasarkan website Unesco (sayang revisi terakhirnya tanggal 6 Oktober 2009) Indonesia sudah memasukkan 27 obyek dalam daftar tersebut, yaitu:

1.    Banda Islands (07/02/2005)
2.    Banten Ancient City (19/10/1995)
3.    Bawomataluo Site (06/10/2009)
4.    Belgica Fort (19/10/1995)
5.    Besakih (19/10/1995)
6.    Betung Kerihun National Park (Transborder Rainforest Heritage of Borneo) (02/02/2004)
7.    Bunaken National Park (07/02/2005)
8.    Cultural Landscape of Bali Province (18/01/2007)
9.    Derawan Islands (07/02/2005)
10.    Elephant Cave (19/10/1995)
11.    Great Mosque of Demak (19/10/1995)
12.    Gunongan Historical Park (19/10/1995)
13.    Muara Takus Compound Site (06/10/2009)
14.    Muarajambi Temple Compound (06/10/2009)
15.    Ngada traditional house and megalithic complex (19/10/1995)
16.    Penataran Hindu Temple Complex (19/10/1995)
17.    Prehistoric Cave Sites in Maros-Pangkep (06/10/2009)
18.    Pulau Penyengat Palace Complex (19/10/1995)
19.    Raja Ampat Islands (07/02/2005)
20.    Ratu Boko Temple Complex (19/10/1995)
21.    Sukuh Hindu Temple (19/10/1995)
22.    Taka Bonerate National Park (07/02/2005)
23.    Tana Toraja Traditional Settlement (06/10/2009)
24.    Trowulan – Former Capital City of Majapahit Kingdom (06/10/2009)
25.    Wakatobi National Park (07/02/2005)
26.    Waruga Burial Complex (19/10/1995)
27.    Yogyakarta Palace Complex (19/10/1995)

Selain warisan budaya benda, Unesco pun mempunyai kategori warisan dunia lain, yaitu warisan budaya tak benda. Menurut UNESCO, Warisan budaya tidak hanya sebatas monumen dan koleksi benda-benda saja. Hal ini juga termasuk tradisi atau ekspresi hidup yang diwariskan dari nenek moyang kepada keturunannya, seperti tradisi lisan, seni pertunjukan, praktik sosial, ritual, acara festival, pengetahuan dan praktek tentang alam dan alam semesta atau pengetahuan dan keterampilan yang menghasilkan kerajinan tradisional. Sampai saat ini Indonesia sudah memiliki 5 obyek warisan dunia tak benda, yaitu:

1.    Batik, termasuk pendidikan dan pelatihan batiknya (2009)
2.    Angklung (2010)
3.    Wayang (2008)
4.    Keris (2008)
5.    Tari Saman (2011)

Angklung di Saung Mang Udjo

Untuk dimasukkan dalam Daftar Warisan Dunia, situs harus memilik nilai universal yang luar biasa dan memenuhi setidaknya satu dari sepuluh kriteria seleksi. Kriteria ini dijelaskan dalam Pedoman Operasional untuk Pelaksanaan Konvensi Warisan Dunia yang ditetapkan oleh Unesco. Kriteria tersebut secara teratur direvisi oleh Komite Khusus yang mencerminkan evolusi konsep Warisan Dunia itu sendiri. Obyek-obyek berikut dikategorikan sebagai warisan budaya, yaitu:

  1. Monumen: karya arsitektur, karya patung dan lukisan yang monumental, elemen atau struktur yang bersifat arkeologis, prasasti, gua hunian dan kombinasi fitur, yang memiliki nilai universal luar biasa dari sudut pandang sejarah, seni atau ilmu pengetahuan.
  2. Kelompok bangunan: kelompok bangunan yang terpisah atau terhubung yang, karena arsitektur mereka, homogenitas mereka atau tempat mereka di lanskap, memiliki nilai universal luar biasa dari sudut pandang sejarah, seni atau ilmu pengetahuan.
  3. Situs: karya manusia atau karya gabungan alam dan manusia, dan daerah termasuk situs arkeologi yang menunjukkan nilai universal luar biasa berdasarkan sejarah, estetika, etnologis atau antropologis.

Sedangkan yang tergolong warisan alam adalah:

  1. Fitur alami yang terdiri dari formasi fisik dan biologi atau kelompok formasi seperti itu, yang menunjukkan nilai universal luar biasa dari sudut estetika atau ilmiah.
  2. Formasi geologi dan physiographical dan wilayah khusus yang merupakan habitat dari spesies  hewan dan tanaman yang terancam yang memiliki nilai universal luar biasa dari sudut pandang ilmu pengetahuan atau konservasi.
  3. Situs atau wilayah alami  mempunyai nilai universal luar biasa dari sudut pandang ilmu pengetahuan, konservasi atau keindahan alam.

Outstanding Universal Value menunjukkan signifikansi budaya dan/atau alam yang begitu luar biasa sehingga melampaui batas nasional dan menjadi penting  untuk generasi sekarang dan masa depan seluruh umat manusia. Dengan demikian, perlindungan permanen terhadap warisan ini adalah sangat  penting bagi masyarakat internasional secara keseluruhan. Warisan dunia minimal harus mempunyai  satu dari criteria sebagai berikut:

  1. Merupakan karya jenius kreatif manusia.
  2. Memamerkan pertukaran penting dari nilai-nilai kemanusiaan, selama rentang waktu atau dalam wilayah budaya dunia, pada perkembangan arsitektur atau teknologi, seni monumental, perencanaan kota atau desain lansekap.
  3. Mengandung kesaksian yang unik atau setidaknya luar biasa untuk sebuah tradisi budaya atau peradaban yang hidup atau yang telah menghilang.
  4. Menjadi contoh yang luar biasa dari jenis bangunan, ansambel arsitektur atau teknologi atau lanskap yang menggambarkan tahap signifikan  dalam sejarah manusia.
  5. Menjadi contoh luar biasa dari sebuah pemukiman tradisional manusia, penggunaan lahan, atau pemanfaatan laut yang merupakan representasi dari budaya, atau interaksi manusia dengan lingkungan terutama ketika itu dianggap rentan terhadap dampak perubahan permanen.
  6. Secara langsung atau secara nyata dikaitkan dengan peristiwa atau tradisi yang hidup, dengan ide-ide, atau dengan keyakinan, dengan karya seni dan sastra signifikansi universal yang luar biasa. (Komite menganggap bahwa kriteria ini sebaiknya digunakan bersamaan dengan kriteria lainnya).
  7. Merupakan fenomena alam atau wilayah dengan keindahan alam dan estetika yang luar biasa.
  8. Menjadi contoh luar biasa yang merepresentasikan tahapan utama dari sejarah bumi, termasuk catatan kehidupan manusia, proses geologi yang sedang berlangsung dan signifikan dalam pengembangan bentang alam, atau fitur geomorfik dan fisiografi yang signifikan.
  9. Menjadi contoh luar biasa yang merepresentasikan proses ekologis dan biologis dalam evolusi dan pengembangan darat, air tawar, ekosistem pesisir dan laut dan komunitas tumbuhan dan hewan.
  10. Mengandung habitat alam yang sangat penting dan signifikan untuk konservasi keanekaragaman hayati, termasuk spesies terancam yang mengandung nilai universal luar biasa dari sudut pandang ilmu pengetahuan atau konservasi.

Pada tahun 1992 UNESCO juga mempunyai program Memory of The World berupa karya dokumenter yang bernilai tinggi. Karya yang melibatkan Indonesia hanya dua obyek yaitu Archives of the Dutch East India Company yang melibatkan Netherlands, India, Indonesia, South Africa and Sri Lanka pada tahun 2003, serta La Galigo yang diajukan Indonesia dan Belanda pada tahun 2011.

UPDATE:

Subak, Warisan Dunia Terbaru Indonesia

Tulisan Dengan Topik Terkait

Ditulis Oleh

Budi Hermana → Dosen Universitas Gunadarma http://nustaffsite.gunadarma.ac.id/blog/bhermana

Lihat semua tulisan dari

Website : http://bhermana.staff.gunadarma.ac.id

41 Responses to “Kaya Budaya Miskin Warisan Dunia”

  1. Budi Hermana says:

    Terima kasih, salam

    • indonesia memang kaya akan warisan seni dan budaya,namun warisan itu terabaikan dan terasingkan oleh adanya budaya asing yang menyebabkan budaya asing lebih dikenal dan di akui dibandingkan dengan budaya sendiri.hal itu diperburuk dengan kurangnya sosialisasi warisan budaya sendiri,contohnya berkurangnya pagelaran seni tari daerah tapi malah lebih banyak kontes dance,dan lebih banyak konser musik dibandingkan dengan pagelaran musik daerah.orang-orang berbondong-bondong rela mengantri beli tiket untuk nonton konser musik asing,sedangkan pagelaran musik daerah atau tarian daerah yang gratis hanya sebagian kecil yang menonton dan itu pun orang tua.
      ironisnya pemerintah pusat maupun pemerintahan daerah lebih banyak memberi izin untuk menggelar konser musik dan mengabaikan para pelaku seni dan budaya itu sendiri.mereka mempromosikan,mengenalkan,mensosialisasikan seni dan budaya indonesia dengan sangat apa adanya,sering kita jumpai para pelaku seni dan budaya itu dijalananseperti halnya pengamen padahal secara tidak langsung mengenalkan warisan budaya indonesia,tetapi dinegaranya sendiri warisan itu tidak dihargai bahkan di acuhkan dan seperti tak dikenal oleh masyarakatnya sendiri malah masyarakat indonesia lebih mengenal dan menghargai budaya asing.tapi sebaliknya orang asing lah yang lebih menghargai seni budaya kita dan rasa keingin tahuan mereka terhadap seni budaya kita lebih tinggi dibandingkan dengan rasa keingin tahuan kita sendiri.ini sudah mencerminkan bahwa rasa nasionalisme kita terhadap seni budaya sendiri kurang bahkan mungkin sudah memudar.
      ketika beberapa warisan seni budaya kita diakui oleh negara lain,tentunya kita tidak mau warisan budaya kita yang menjadi kekayaan seni budaya kita diambil oleh negara lain.tapi anehnya kita sendiri tidak mau melestarikan budaya kita sendiri.
      kita marah warisan budaya kita diambil,tapi kita tidak mau menjaga dan melestarikan seni budaya kita.
      kita akan mengakui warisan seni dan budaya kita ketika warisan seni budaya itu diakui oleh negara lain.
      oleh karena itu kita harus bisa menjaga dan melestarikan warisan budaya kita dan tanamkan rasa nasionalisme terhadap seni budaya sendiri sehingga bisa mensosialisasikan warisan seni budaya kita pada dunia luar agar negara kita bukan hanya kaya budaya tetapi juga kaya akan warisan dunia.

  2. Warisan budaya sekarang hanya sebatas monumen dan koleksi benda-benda saja, Tidak sedikit orang yang acuh tak acuh dengan warisan budaya kita, tak sedikit juga yang merusaknya.Dengan masuknya budaya asing, lama kelamaan warisan budaya akan terlupakan, maka dari itu maka dari itu mari kita kobarkan semangat kebudayan..

    • Budi Hermana says:

      Hmm, mudah2an budaya atau peradaban Indonesia tidak punah. Jangan sampai anak cucu hanya mendengar dongengnya saja, bukan menyaksikannya sendiri. Sudah saatnya generasi muda menjadi pelopor pelestarian budaya. Orangtua mendukung saja :)

  3. Akhmad Fauzi says:

    Peranan orang tua dan orang dewasalah yang seharusnya memiliki peranan penting untuk mengajarkan dan memperkenalkan warisan budaya Indonesia oleh anak-anaknya dan kaum muda, sehingga misalkan waktu luang liburan sekolah bukan malah main ke MALL atau wahana rekreasi modern yang banyak saat ini namun cobalah perkenalkanlah dan tanamkan nilai budaya Indonesia di sisi sanubari penerus bangsa, warisan budaya tercipta karena adanya penerus insan yang mau dan memahami arti pentingnya sebuah anugerah budaya yang dimiliki oleh sebuah bangsa.

    • Budi Hermana says:

      Pernahkah kita berkunjung ke museum, atau wisata budaya bersama keluarga? :) Atau, jangan2 anak muda skr lebih suka ke mall atau obyek wisata modern ya :)

  4. Pelestarian budaya memang sangatlah penting. Seperti yang dikatakan Pak Budi Hermana, bahwa Indonesia dikenal dengan keragaman adat, seni-budaya dan tradisi yang menjadikannya sebagai bangsa yang kaya. Selain warisan budaya benda yang sangat menonjol di Indonesia, menurut saya warisan budaya tak benda saat ini sangat berkurang. Terutama dalam budaya sosial. Indonesia dikenal dengan masyarakat yang ramah dan penuh tatakrama. Untuk semua kaum muda, mari kita tanamkan budaya tatakrama yang baik dan jangan mudah terpengaruh oleh budaya asing supaya menjadi penerus bangsa yang cakap dalam prestasi maupun kepribadian.

    • Budi Hermana says:

      Yuk kita kampanyekan cinta budaya, bukan sekedar wacana atau lisan saja. Apakah kita masih ingat dengan pakaian adat, tarian, atau musik tradisional? Jangan2 kita sudah lupa dari daerah mana saja berbagai produk budaya itu ya :)

  5. Negara kita adalah negara yang menarik dan mempunyai daya tarik untuk dicontoh, banyak wisatawan asing yang datang ke indonesia dan banyak yang mengenal tentang budaya kita. seharus nya kita bangga sebagai warga indonesia, kita mempunyai banyak kekayaan budaya. tapi entah kenapa, kebudayaan ini malah semakin lama tidak terjaga kelestarian nya, ya bisa dibilang sedikit mulai dilupakan.Warga asing saja tertarik dengan kebudayaan indonesia tapi entah kenapa warga indonesia itu sendiri rasa ketertarikan akan kebudayaan bangsa ini sudah mulai berkurang. apakah mungkin hilang nya rasa ketertarikan tentang kebudayaan karena ada nya kecanggihan teknologi yang sangat canggih dan arus globalisasi sehingga budaya luar yang masuk yang mungkin kurang pantas diterapkan di negara kita dan kebudayaan asli kita pun hilang karena masuk nya budaya asing. oleh sebab itu pendidikan tentang budaya harus diterapkan dari sejak kecil agar kelak budaya kita tetap ada dan tetap menjadi kekayaan budaya ASLI milik Indonesia.

    • Budi Hermana says:

      Mudah2an menjadikan sebuah obyek budaya menjadi lokasi wisata tidak membuat obyek tersebut malah rusak dan tidak terawat ya :) Jangan sampai demi menarik wisatawan, pelestarian budayanya terlupakan.

  6. budaya diindonesia memang sangat beragam, tulisan ini sangat bagus karena memberikan wawasan tentang budaya indonesia yang sudah banyak terlupakan, tak sedikit kita sebagai pemilik kekayaan negara sendiri ini tak mengetahui sejarah dan pentingnya melestarikan budaya warisan indonesia,,karena itu juga kelak untuk anak cucu kita,,kita sebagai generasi penerus wajib untuk membantu melestarikan budaya indonesia yang sangat beragam itu,,dan semoga banyak yang berfikiran seperti itu..

    • Budi Hermana says:

      Makanya, ayo bantu menyebarluaskan semangat cinta budaya ke teman-teman lainnya, lalu kita tidak berhenti sebatas wacana dan semangat saja, tapi ada tindakan nyatanya :) Hidup budaya Indonesia :)

  7. saya setuju dengan tulisan diatas karena benar-benar sesuai dengan kondisi bangsa kita. Indonesia negara yang terkenal dengan berbagai suku bangsa dan budaya. Kekayaan Indonesia itu ada dari sabang sampai merauke. Tapi, kekayaan Indonesia tersebut tidak benar-benar diperhatikan oleh kita sendiri sebagai warga negara indonesia. Kelestarian alam dan kecintaan terhadap budaya itu kian lama kian berkurang bahkan hampir melupakannya. Modernisasi dan masukkan budaya luar membuat kita sebagai warga negara melupakan budaya kita sendiri. Indonesia yang telah berbekal memiliki 5 objek warisan dunia tak benda seperti batik, angklung, keris, tari saman dan wayang seharusnya mampu mengenalkan obyek lain yang bisa ditambahkan kedalam daftar warisan dunia tersebut. misalnya sasando dari nusa tenggara. Keunikan dari alat musik yang berasal dari nusa tenggara itu harusnya dapat dijadikan warisan dunia. Hal itu merupakan salah satu dari berbagai macam alat musik lainnya yang dilupakan. Nah, kita sebagai generasi penerus bagi bangsa kita harus mempunyai rasa cinta terhadap budaya kita sendiri. Jangan hanya selalu melihat ke arah budaya luar yang telah masuk. Indonesia yang kaya akan budaya, tentunya budaya kita bisa dijadikan contoh kearah yang lebih modern tanpa melupakan unsur budaya asli itu sendiri. Jadi cintailah budaya indonesia dan kenalkanlah sebagai warisan dunia yang luar biasa. IndONEsia satu.

    • Budi Hermana says:

      Ya, sayang ya betapa masih sedikit warisan budaya Indonesia yang menjadi warisan dunia. Sebenarnya, menjadi warisan dunia bukan yang paling penting. Justru bagaimana masyarakat Indonesia bisa melestarikan dan menjaganya sendiri tanpa harus menunggu jadi warisan dunia. Bahkan, ada yang sudah jadi warisan dunia malah tidak terawat karena eksploitasi yang membabi buta :(

      • saya setuju pak dengan bapak. harusnya bukan hanya kita sebagai generasi penerus yang menjaga dan melestarikan warisan dunia yang telah kita miliki namun seluruh lapisan masyarakat hendaknya memiliki perasaan seperti itu. rasa cinta terhadap bangsa harus terus dipertahankan. INDONESIA. eksploitasi yang membabi buta hendaknya mendapatkan tindakan tegas dari pemerintah khususnya bagian pariwisata dan kebudayaan. bukankah begitu ?
        :)

  8. Sangat miris, dengan bermacam-macam warisan budaya yang ada di Indonesia, hanya kemiskinan yang sulit untuk diberantas. TIdak mudah memang untuk memusnahkan kemiskinan yang melanda dari sejak nenek moyang kita sampai saat ini masih saja kita alami. Dari tulisan ini, membukakan pikiran saya, mengapa Indonesia sulit sekali untuk lepas dari penjajahan sampai saat ini. Bukan penjajahan dalam artian kebebasan berdemokrasi, tapi penjajahan terhadap kemiskinan.
    Akar budaya Miskin tidak hanya dalam lingkup ekonomi bahkan dalam sosial dan moralitas pun sudah menyebarluas saat ini bahkan menjadi trending topic di berbagai pemberitaan dunia. Keadaan inilah yang semakin membuat kemiskinan di negara-negara terutama di Indonesia semakin lama semakin tinggi. Kekayaan yang didapatpun bukan untuk berbagi ke sesama, tetapi lebih memperkaya diri sendiri atau rakus. Inilah fakta yang terjadi selama ini.
    Akan tetapi, sesuatu yang sudah mendarahdaging seperti ini bukan menjadi sesuatu bakal terus dialami oleh anak cucu kita nanti. Mulai dari sekaranglah upaya-upaya konkrit untuk memajukan masyarakat untuk peduli sesama juga terhadap lingkungannya agar kemiskinan yang selama ini terjadi bisa sedikit demi sedikit dikurangi. JIka kemiskinan di negara kita berkurang, yang akan mendapat keuntungannya kita sendiri juga. Karena dengan tingkat kemiskinan yang rendah, membuat negara-negara maju tidak memandang rendah ke negara kita lagi sehingga keberadaan kita di negara negara dunia bisa diperhitungkan untuk ikut dalam pertemuan-pertemuan dunia membahas segala macam perkembangan dunia, baik ekonomi, politik, sosial, olahraga, dan sebagainya.

    • Budi Hermana says:

      Kemiskinan itu ternyata macam-macam ya artinya? :) Miskin ilmu, miskin harta, bahkan miskin budaya. Apapun bentuk kemiskinan, semuanya patut dikurangim syukur-syukur bisa hilang ya

      • iyah,, benar sekali bu,,,Karena Kemiskinan pula tindak kejahatan selalu muncul, Rasa ingin memperoleh sesuatu yang bukan haknya menjadikan tindakan apapun halal baginya untuk dilakukan. Padahal dari inilah, akan muncul kemiskinan-kemiskinan lain yang merugikan masyarakat, bangsa dan negara.. :)

  9. zulfikri says:

    Menurut saya ada beberapa faktor yang menyebabkan miskinnya warisan dunia kita misalnya kurangnya perhatian pemerintah akan budaya itu sendiri. Semoga saja pemerintah bisa lebih memperhatikan pemeliharaan terhadap budaya karena kalau bukan kita sebagai bangsa Indonesia sendiri memelihara dan melestarikan budaya kita siapa lagi?? Jangan sampai ketika budaya kita sudah di klaim oleh negara lain baru kita marah dan meradang bahwa mengkalim budaya tersebut milik kita.Terima kasih

  10. wah ternyata tulisan yang waktu itu saya koment jadi salah satu artikel lomba komentar hehehe

    dari saya pertama kali baca artikel ini saya sudah tertarik , ya indonesia sebagai tempat berkumpulnya banyak budaya dari wilayah sumatera sampai papua budayanya saja sudah berbeda beda, perbedaan budaya juga tidak lepas dari banyak nya suku yang terdapat di indonesia , nah sekarang sesuai dengan judulnya kenapa jadi miskin warisan dunia , sebenarnya indonesia bukan miskin warisan dunia , hanya saja kebudayaan di indonesia belum terdaftar / belum di daftarkan ke badan UNESCO di PBB , entah kenapa supaya budaya itu benar-benar di akui atau sah harus terdaftar dulu , seperti sebelumnya malaysia dengan seenaknya mengklaim beberapa budaya indonesia, padahal jelas jelas itu berasal dari indonesia.

    peran pemerintah juga sangat penting dalam menjaga kebudayaan kita , jangan sampai di usik lagi sama tetangga terutama malaysia. seharusnya di data semua situs alam ataupun budaya indonesia , lalu langsung di daftarkan ke UNESCO supaya masyarakat dunia juga tau kalau budaya tersebut adalah budaya kita . semoga bukan hanya omong belaka . terima kasih :-)

    • Budi Hermana says:

      Ya, warisan dunia hanya label resmi dari UNESCO saja. Sebenarnya, kita tidak harus menunggu dan mengharapkan label itu hanya untuk bergerak menjaga dan melestarikan budaya :)

  11. Yudi Kurnia says:

    menurut saya pribadi kita lestarikan dahulu kebudayaan di setiap daerah-daerah yang ada di indosesia ,saya melihat hal itu sudah semakin menjauh dari generasi penerus bangsa yang bersikap acuh tak acuh terhadap kebuadayaan nasional sehingga mereka banyak yang melupakan bahkan meninggal kebudayaan daerahnya sendiri yang mereka anggap kuno dan menjunjung kebudayaan di luar kebudayaan bangsa ..semoga dan saya berharap kedepannya kebudayaan2 indonesia lebih di perhatikan lagi khusus nay kepada generasi penurus agar dapat meempertahankan dan memelihara supaya lebih dikenal baik dinegara maupun manca negara ..amien :D

    • Budi Hermana says:

      Gimana ya kalo mahasiswa UG membuat gerakan bersama? :) Dengan program riil tentunya, bukan sebatas kampanye atau wacana saja :) Misalnya jangan sering menggunakan batik saat kuliah hehehe

      Terima kasih, salam

      • Yudi Kurnia says:

        kalo kita membuat gerakan bersama sepertiya bisa saja cuman ya harus ada yang mengkoordinir mahasiswa supaya bisa di kontrol :D
        justru kita lebih menggalakan batik dong pak karena itu salah satu aset kebudayaan bangsa indonesia dan sudah di akui juga oleh unesco
        walau sempat di akuisasi sama negara tetangga :D

        salam

  12. Diana Ritri says:

    Assalamualaikum wr. wb.

    Saya ingin sedikit berkomentar terkait artikel ini.
    Melihat judulnya saja sudah sangat memprihatinkan, tapi memang itulah kenyataan yang ada saat ini.
    Kita tidak peduli terhadap asset yang sangat berharga, dimana ini sudah menjadi icon Indonesia justru kita malah mentelantarkannya sampai ada yang ingin merebut kita baru bertindak. Saya juga kurang mengerti apa tidak ada rasa bangga terhadap Indonesia ini dimana turis-turis pun saling memuji akan keanekaragaman budaya kita, tapi kita justru sangat acuh terhadap kekayaan kita.
    Malah kita berlomba-lomba dari sedini mungkin belajar dan di kenalkan terhadap budaya luar bahkan hingga mencintainya, seharusnya kita melakukan itu terhadap budaya negara kita sendiri terlebih dahulu. Walaupun bukan kita tidak boleh mempelajari budaya luar, namun janganlah menelantarkan budaya kita sendiri atau bahkan sampai membencinya.

    Untuk itu ayo kita bersama-sama memupuk jiwa kita dengan kekayaan budaya Indonesia, bangunlah rasa nasionalisme dalam diri kita. Jangan terus-terusan kita kecolongan budaya kita sendiri, sungguh itu sangatlah memalukan di mata dunia dan dimata mana pun, nama kita (Indonesia) sudah terdaftar sebagai rakyat yang tidak mencintai negrinya sendiri, acuh, dan sangat tidak patut di contoh. Sudahlah kita perbaiki negri ini jangan terus-terusan seperti ini, buatlah Indonesia lebih maju lagi sehingga kita tidak seperti mengumbar-umbar aib kita di seluruh penjuru dunia.

    Demikian komentar dari saya, singkat kata mohon maaf apabila ada salah-salah kata.

    Wassalamualaikum wr. wb

    • Budi Hermana says:

      Kita kadang menyalahkan modernisasi sebagai penyebab lunturnya budaya. Padahal teknologi itu hanyalah sebagai alat yang digunakan oleh manusia. Ketika kemajuan zaman merubah gaya hidup masyarakat, kecintaan akan budaya pun menjadi terkikis.

      Misalnya, seberapa banyak generasi muda berwisata budaya dibanding wisata gaya hidup? Atau, masih adakah mahasiswa yang menonton atau membaca topik budaya dan kesenian? Peran masyarakat sendirilah yang menentukan kelestarian budaya Indonesia.

      Salam

  13. indonesia merupakan negara yang kaya akan budaya yang sangat menarik akan tetapi kita juga harus menjaga warisan-warisan apa saja yang tertinggal dinegara kita agar warisan dan budaya yang kita peroleh tidak diakui oleh negera asing lagi
    jangan sampai budaya indonesia hanya dilirik sebelah mata yang akhirnya nanti negara asing yang akan mengakuinya dan kita hanya bisa menyesal. jadi jagalah budaya-budaya indonesia dan jagalah warisan yang ada di indonesia karna kitalah rakyat indonesia yang menjadi pewaris atas budaya indonesia

    • Budi Hermana says:

      Jangan-jangan, suatu saat Indonesia bukan negara yang berbudaya? Amit-amit ya :( Masa nanti anak cucu hanya bisa melihat budaya nenek moyangnya di museum dan di buku saja karena semuanya sudah punah :(

      Salam

      • ia pak jangan sampai hal itu terjadi :( . apalagi kita sering melihat begitu banyak budaya yang ada di indonesia dan begitu banyak pula budaya indonesia yang hampir di akui negara asing hal ini terjadi karna kurangnya perhatian pemerintah dan masyarakat akan budaya kita.

        salam super pak :)

  14. Erlyn Yunita says:

    budaya indonesia sekarang sudah hampir tak dipandang oleh sebagian besar generasi muda, mereka lebih condong melestarikan budaya negara lain, mari lihat buktinya. jika ke museum , berapa banyak WNI yang datang? bandingkan dengan WNA yang datang.. dan bandingkan dengan banyaknya penduduk di pulau jawa misalnya.. berapa persen coba. memang urusan sekedar datang atau enggaknya ke museum itu kembali ke pemikiran mereka masing-masing. di kuliah ada mata kuliah ilmu budaya dasar, kenapa dalam praktiknya tidak ada praktik dalam melestarikan budaya. misalnya dengan membatik. setidaknya agar mahasiswa sedikit berfikir tentang budaya yang sebenarnya harus dilestarikan dan bukan hanya untuk di pajang di museum. apa kata generasi nanti yang tidak bisa melestarikan budaya kita hanya karena kita tidak tahu apa-apa tentang budaya kita sendiri? sangat memprihatinkan bukan. di kampus dengan diadakannya salah satu UKM yang juga turut melestarikan budaya kita sudah sangat menyindir kita agar kita tetap memperdulikan budaya kita. masa iya kita kalah dengan mereka yang kompak mau dan mampu melestarikan budaya ? WNA aja mau mempelajari dan sangat bangga dengan budaya kita. giliran diakui negara lain baru deh semua orang serentak mengakui dan mulai melestarikan budayanya. haruskah seperti itu? haruskah di akui negara lain dulu baru kita mulai merasa tercambuk untuk menghargai dan mau melestarikan budaya kita sendiri? jawabannya ada pada pemikiran kita sendiri. yah seandainya kita terlahir bersama para pejuang-pejuang dan pembuat budaya maka kita pun akan menangis melihat hasil perjuangan kita tidak di lestarikan oleh generasi-generasi mendatang.

    • Budi Hermana says:

      Gimana kalo pas kuliah Ilmu Budaya Dasar wajib pakai batik atau pakaian tradisionallainnya :) Soal UKM, mungkin perlu ada program Cinta Budaya Indonesia, bisa melalui organisasi kemahasiswaan yang ada, atau melalui bagian kemahasiswaan ya

      Terima kasih, salam

  15. Amy 16 says:

    Kaya Budaya Miskin Warisan Dunia, terlihat dari semua peninggalan yang masih ada… Indonesia punya warisan yg indah dan kaya… tapi rasa kecintaan rakyat yg kurang…karena sekarang hampir semua orang berbondong” untuk menyerbu wisata permainan, pusat perbelanjaan, menonton bioskop dan melakukan wisata kuliner di tempat” berkelas steak, burger, dan lain sebagaiannya.

    seiring perkembangan jaman, sedikit sekalai yg perduli dan turun aktif dalam pengembangan budaya… padahal kita kaya akan budaya, hingga kelalayan kita negara tetangga pun mengaku-ngakui hak dan milik negara kita tercinta ini. masih menutup mata, dan seakan tidak perduli kita hanya bisa mengakui ini milik kita, tapi kita tidak menjaga?
    masih menutup mata, mungkin nanti bisa kita benah??? mustahil bukan bila hanya dari kata??? kapan kita akan sadar dan perduli, bila kita hanya mengakui dan berkata saja? tanpa menentukan sikap apa yang harus kita lakukan? kita manusia sisa-sia perjuangan harapan terukir untuk masa depan, bagai mana kita bisa di anggap kuat dan bisa dari negara lain sedangkan kita selalu menutup mata, telinga, dan hati. untuk kemajuan negara sendiri. ayo kita bersatu mencoba saling membantu agar kata-kata “Miskin Warisan Dunia” terhapus menjadi momok yg menakutkan, maukah kita semua yg kita miliki menjadi akuan negara lain, maukah kita melihat yang kita miliki menjadi tak layak dan berakhir sia-sia tak bermanfaat. siapa yang membangun negara ini? kalau tidak kita. siapa yang akan mengagungkan negara ini kalau tidak kita, siap yang akan menjaga negara ini kalau tidak kita rakyat indonesia.
    ayo kita bersama menjaga, bangun, agungkan dan pertahankan semua yang kita miliki dan mengubah “Kaya Budaya Miskin Warisan Dunia” menjadi KAYA BUDAYA KAYA WARISAN DUNIA”. mengapa harus kita pertahankan? apakah kita generasi terakhir Indonesia??? tidak masih banyak anak cucu yang harus melihat dan meneruskan perjuangan kita. bila kita dari sekarang menjaga maka mereka akan menjaga, jika kita saat ini sudah mempertahankan cagar budya maka mereka juga akan mempertahankan supaya selalu dan selalu tetap ada. karena rasa percaya dan tanggung jawab. yang kita titipkan juga akan menjadikan warisan untuk mereka. kita kuat karena kita bersatu kita bisa karena kita bersama… mari kita ajak semua bersatu membangun Budaya Indonesia. agar INDONESIA KITA TETAP JAYA

    • Budi Hermana says:

      Ya, jangan sampai anak cucu memperoleh warisan berupa museum dan buku saja tentang budaya Indonesia yang telah hilang. Seharusnya, warisan bagi anak cucu harus lebih bernilai tinggi karena nenek moyang dan orangtuanya telah menjaga dan melestarikannya ya.

      Terima kasih, salam

  16. Tapi saya lebih suka kalau bangsa Indonesia melestarikan kebudayaannya karena murni kesadaran sendiri. Maksud saya gini, coba kita lihat Bali, tanpa mendapatkan gelar ‘warisan’ dari UNESCO pun nilai budayanya sudah kuat dari sananya dan para penduduknya juga punya kesadaran yang tinggi dalam melestarikan tradisi, tempat bersejerah, seni budaya,dll.

    Kalau misalnya ada suatu obyek wisata yang mendapat gelar ‘Warisan Dunia’ dari UNESCO , tapi tempat itu kotor, jorok, dcioret-coret, minim akomodasi dan transportasi , apa kita nggak malu ?

    Bagi saya, suatu nilai budaya itu bisa mempesona bukan karena nilai budaya itu sendiri tapi karena kesungguhan dari orang-orang yang mau menjaganya hingga kini.

    Cheers. ^^

    • Budi Hermana says:

      Namun ada warisan alam yang statusnya “danger” yaitu hutan hujan Sumatera :) Coba cek ke laman UNESCO :) Memang warisan dunia selalu dipantau terus, bahkan pernah ada rumor bahwa Borobudur mau dicabut statusnya karena tidak dipelihara dengan baik. Tapi itu cuma rumor kok. Intinya, status Warisan Budaya tidak membuat kita puas diri, justru yang jauh lebih penting masyarakat tetap melestarikannya tanpa harus menunggua jadi Warisan Dunia dulu

      Terima kasih, salam

  17. Makasih banyak tips-tipsnya ya, perlu dipraktekin nih :)

Leave a Reply