Graha Pena Gunadarma

Jakarta Mencakar Langit Menimbun Laut

May 6th, 2012 | by | in Berita, Headline | 24 Comments

Jakarta makin padat. Juga makin menjulang. Pembangunan ibukota identik dengan pertumbuhan gedung-gedung tinggi. Jakarta pun seperti hutan beton yang jarang menyisakan ruang terbuka bagi warganya. Janji 30% ruang terbuka hijau (RTH) pada tahun 2030 – seperti yang tertuang dalam Perda RTRW  (Rencana Tata Ruang Wilayah) DKI Jakarta Tahun 2030 – pun sangat sulit tercapai.

Adakah tersisa ruang terbuka hijau di Jakarta? (doc pribadi)

Semakin menjulangnya Jakarta tercatat pula dalam peringkat dunia versi “The World’s Best Skylines”, yakni menempati posisi ke-16 dari 100 kota yang masuk daftar peringkat. Peringkat tersebut berdasarkan jumlah tinggi dari semua gedung yang tingginya lebih dari 90 meter. Wisma BNI 46 menjadi gedung tertinggi di ibukota dengan tinggi 262 meter.  Namun Jakarta tetap lebih kalah dari Bangkok, Singapura, Kuala Lumpur dan Manila yang menempati posisi 7, 11, 13, dan 14. Peringkat pertama dunianya ditempati oleh Hongkong, yang ditempel oleh New York, Shanghai, Tokyo, dan Dubai.

Apakah kita bangga dengan Jakarta berperingkat 15 dunia?

Saat daratan makin sempit. Kala perumahan makin umpel-umpelan. Pilihan logis memang membangun vertikal. Apartemen pun menjamur, berlomba-lomba menggapai langit yang kadang diselimuti kabut polusi. Gedung-gedung perkantoran tidak ketinggalan. Mahalnya tanah membuat gedung-gedung pencakar langit menjadi pilihan logis.

Hidup di ketinggian menjadi gaya hidup warga Jakarta (doc pribadi)

Apakah modernisasi identik dengan banyaknya pencakar langit? (doc pribadi)

Ketika ruang horizontal makin langka, bibir pantai utara siap dimajukan. Ya, reklamasi pantai menjadi opsi lain untuk memperluas Jakarta. Reklamasi pantai Jakarta sudah diendus sejak lama. 17 tahun lalu sudah terbit Keputusan Presiden Nomor 52 Tahun 1995 tentang Reklamasi Pantai Utara Jakarta. Program mengurug laut pun menjadi semakin pasti dengan terbitnya Peraturan Daerah No.1 Tahun 2012 tentang  Rencana Tata Ruang Wilayah 2030.

Garis pantai utara siap-siap siap-siap maju ke utara (doc pribadi)

Pada pasal 101 ayat 2 disebutkan bahwa pelaksanaan reklamasi harus memperhatikan kepentingan lingkungan, kepentingan pelabuhan, kepentingan kawasan berhutan bakau, kepentingan nelayan, dampak terhadap banjir rob dan kenaikan permukaan laut serta sungai, kepentingan dan fungsi lain yang ada di kawasan Pantura.

Kini laut Jakarta terlihat begitu dekat, nanti makin menjauh (doc pribadi)

Apakah reklamasi pantai bisa memenuhi syarat tersebut, termasuk syarat-syarat yang tertuang dalam  Peraturan Menteri Pekerjaan Umum No..40/PRT/M/2007 yang diterbitkan Direktorat Jenderal Penataan Ruang Departemen Pekerjaan Umum?

Tulisan Dengan Topik Terkait

Ditulis Oleh

Budi Hermana → Dosen Universitas Gunadarma http://nustaffsite.gunadarma.ac.id/blog/bhermana

Lihat semua tulisan dari

Website : http://bhermana.staff.gunadarma.ac.id

24 Responses to “Jakarta Mencakar Langit Menimbun Laut”

  1. menurut saya untuk memperluas area jakarta boleh saja dilakukan, asal harus memenuhi syarat- syarat tertentu. kalau menurut saya sebelum dilakukan reklamasi ada baiknya pemerintah melakukan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL), rencana pemanfaatan wilayah yang dilakukan reklamasi tersebut, dan juga dampak lainnya dari reklamasi tersebut.

    dengan melakukan AMDAL pemerintah harus berfikir dengan masalah yang tidak kunjung selesai walau sudah banyak solusinya tetapi tetap saja hal ini tidak terlepas dari jakarta, yaitu BANJIR. di jakarta sendiri terdapat beberapa sungai yang mengalir ke arah laut. jika dilakukan reklamasi/ perluasan wilayah pesisir harus dilihat apakah akan memperparah atau menjadi solusi kota jakarta untuk mengatasi banjir. karena dikhawatirkan dengan adanya reklamasi maka kawasan pantai akan menjadi tanggul sungai yang ada dijakarta dan ketika meluap akan membanjiri kota jakarta. belum lagi jika terjadi banjir rob di pesisir pantai, erosi pantai, sedimentasi, pencemaran laut, perubahan rejin air tanah, di perparah jika tidak ada penghijauan kembali hutan bakau dan terumbu karang di sekitar pesisir

    rencana akan wilayah yang di reklamasi itupun harus menjadi sorotan, ruang reklamasi harus dimanfaatkan untuk pembangunan ruang yang sesuai dan layak dengan alam maupun dengan manusia yang menempati. tentunya harus dilihat dari aspek sosial budaya, aspek ekonomi, aspek lingkungan, aspek teknis, aspek transportasi, dan lain sebagainya.

    dampak lainnya dari reklamasi tersebut wilayah pantai yang semula merupakan ruang publik bagi masyarakat akan hilang atau berkurang karena dimanfaatkan untuk kegiatan privat. Keanekaragaman biota laut juga akan berkurang. Berubahnya alur air akan mengakibatkan daerah diluar reklamasi akan mendapat limpahan air yang banyak sehingga kemungkinan akan terjadi abrasi, tergerus atau mengakibatkan terjadinya banjir atau rob.

    kegiatan masyarakat diwilayah pantai sebagian besar adalah petani tambak, nelayan dan buruh, sehingga adanya reklamasi akan berimbas pada penurunan pendapatan mereka.

    Untuk reklamasi biasanya memerlukan material urugan yang cukup besar yang tidak dapat diperoleh dari sekitar pantai, sehingga harus didatangkan dari wilayah lain yang memerlukan jasa angkutan. Pengangkutan ini berakibat pada padatnya lalu lintas, penurunan kualitas udara, debu, bising yang akan mengganggu kesehatan masyarakat.

    jadi, dengan banyak faktor- faktor yang menjadi penilaian reklamasi yang cukup sulit untuk dipenuhi pemerintah, maka pemerintah harus berpikir panjang untuk melaksanakan reklamasi tersebut. dan juga perlu diperhatikan bahwa proyek- proyek yang dilaksanakan pemerintah kebanyakan selalu terhambat dan tidak ada penyelesaiannya.

    • raden bayu h says:

      dan kita perlu juga untuk penyuluhan penanaman pohon di lingkungan RT/RW dan sosilisasi pengunaan sampah bahwa sampah masih bisa bermanfaat dari sampah plastik ,organik dan sampah kimia

  2. menurut saya untuk memperluas area jakarta boleh saja dilakukan, asal harus memenuhi syarat- syarat tertentu. kalau menurut saya sebelum dilakukan reklamasi ada baiknya pemerintah melakukan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL), rencana pemanfaatan wilayah yang dilakukan reklamasi tersebut, dan juga dampak lainnya dari reklamasi tersebut.

    dengan melakukan AMDAL pemerintah harus berfikir dengan masalah yang tidak kunjung selesai walau sudah banyak solusinya tetapi tetap saja hal ini tidak terlepas dari jakarta, yaitu BANJIR. di jakarta sendiri terdapat beberapa sungai yang mengalir ke arah laut. jika dilakukan reklamasi/ perluasan wilayah pesisir harus dilihat apakah akan memperparah atau menjadi solusi kota jakarta untuk mengatasi banjir. karena dikhawatirkan dengan adanya reklamasi maka kawasan pantai akan menjadi tanggul sungai yang ada dijakarta dan ketika meluap akan membanjiri kota jakarta. belum lagi jika terjadi banjir rob di pesisir pantai, erosi pantai, sedimentasi, pencemaran laut, perubahan rejin air tanah, di perparah jika tidak ada penghijauan kembali hutan bakau dan terumbu karang di sekitar pesisir

    rencana akan wilayah yang di reklamasi itupun harus menjadi sorotan, ruang reklamasi harus dimanfaatkan untuk pembangunan ruang yang sesuai dan layak dengan alam maupun dengan manusia yang menempati. tentunya harus dilihat dari aspek sosial budaya, aspek ekonomi, aspek lingkungan, aspek teknis, aspek transportasi, dan lain sebagainya.

    dampak lainnya dari reklamasi tersebut wilayah pantai yang semula merupakan ruang publik bagi masyarakat akan hilang atau berkurang karena dimanfaatkan untuk kegiatan privat. Keanekaragaman biota laut juga akan berkurang. Berubahnya alur air akan mengakibatkan daerah diluar reklamasi akan mendapat limpahan air yang banyak sehingga kemungkinan akan terjadi abrasi, tergerus atau mengakibatkan terjadinya banjir atau rob.

    kegiatan masyarakat diwilayah pantai sebagian besar adalah petani tambak, nelayan dan buruh, sehingga adanya reklamasi akan berimbas pada penurunan pendapatan mereka.

    Untuk reklamasi biasanya memerlukan material urugan yang cukup besar yang tidak dapat diperoleh dari sekitar pantai, sehingga harus didatangkan dari wilayah lain yang memerlukan jasa angkutan. Pengangkutan ini berakibat pada padatnya lalu lintas, penurunan kualitas udara, debu, bising yang akan mengganggu kesehatan masyarakat.

    jadi, dengan banyak faktor- faktor yang menjadi penilaian reklamasi yang cukup sulit untuk dipenuhi pemerintah, maka pemerintah harus berpikir panjang untuk melaksanakan reklamasi tersebut. dan juga perlu diperhatikan bahwa proyek- proyek yang dilaksanakan pemerintah kebanyakan selalu terhambat dan tidak ada penyelesaiannya….

  3. sebelumnya maaf jika ada kata-kata saya yang kurang berkenan..
    “Jakarta Mencakar Langit Menimbun Laut”, judul yang sungguh menarik. Daratan Jakarta rupanya tak cukup luas untuk memenuhi kebutuhan , ide menimbun laut pun muncul yang seolah menjadi ide segar bagi mereka yang berkepentingan.
    Menurut saya, pemerintah harus berpikir ulang, mengkaji dan mengkaji lagi akan dampak yang timbul. Jangan sampai seperti kasus Hambalat, yang dananya dipakai buat bancakan koruptor. Sehingga proyek pembangunan yang katanya untuk masyarakat Indonesia, pengeluaran banyak tapi hasilnya ancur-ancuran.
    Selain itu, Jakarta sebagai kota metropolitan dan juga sebagai Ibukota negara yang didalamnya terdapat pusat pemerintahan, perfilman, otomotif, dll. Maka tak heran dari tahun ke tahun jumlah kaum urban makin meningkat. Dari masyarakat yang modal nekat ingin jadi artis sampai mereka yang pindah ke Jakarta untuk bekerja di BUMN.
    Bukankah alangkah lebih bijaksananya jika beban Jakarta sebagai pusat Industri diringankan, misalnya dengan memindahkan industri perfilman ke Yogyakarta. Sehingga paling tidak, cara ini dapat mengurangi jumlah penduduk Jakarta dan juga meminimalisir kesenjangan sosial yang terjadi antara Jakarta dengan kota-kota lainnya.
    Menurut saya, cara ini akan lebih efektif dibandingkan menimbun laut. Karena solusi penimbunan laut hanyalah jalan keluar sementara. Mengingat jumlah penduduk Jakarta yang semakin lama semakin bertambah, sehingga kebutuhan akan lahan pun juga pasti akan bertambah.
    Terima kasih.

    • sunting
      lebih baik juga industri pabrik atau industri barang di pindahkan ke luar kota jakarta mengingat polusi yang timbulkan

      tak hanya itu penyetopan pembuatan apartemen dan mall (tempat pembelanjaan) gedung gedung pencakar langit harus mengunakan tenaga matahari untuk penghematan subsidi listri di kota besar

  4. Menurut saya rencana untuk reklamasi pantai utara Jakarta itu merupakan kesalahan. Area Hijau di Jakarta memang sangat sedikit hal utama penyebabnya ialah karena semakin berkembangnya penduduk Jakarta yang secara langsung berdampak pada bertambahnya area permukiman, jadi menurut saya untuk menyelesaikan permasalahan ini ialah mengurangi jumlah penduduk Jakarta dengan cara Transmigrasi dan juga tugas penting pemerintah untuk meratakan pembangunan dan juga perkembangan jangan hanya berkonsentrasi di wilayah Jawa dan Sumatera. Tentu pemerataan pembangunan dan pengembangan wilayah di Indonesia di barengi dengan bertumbuhnya area kerja di daerah tersebut.

  5. Jakarta bukan harus memeperluas area untuk dibangun perumahan atau perkotaan yang megah, seharusnya Jakarta di buatkan juga paru-paru kota yang benar Benyamin S. : Bersih, Nyaman, Indah, dan Sehat. Sebenarnya sudah ada kan paru-paru kota yang dibuat pemerintah Jakarta tapi tidak terawat dengan baik malah mungkin daerah itu sudah disulap menjadi gedung-gedung pencakar langit. Kalau lagi musim lebaran Jakarta sepi, nah itu saatnya bisa membenahi Jakarta, mungkin dengan memperbanyak pepohonan, dan lainnya.
    Sebenarnya Gedung-gedung seperti mall itu tidak usah diperbanyak, apartemen itu sebenarnya dibutuhkan saat Jakarta sudah menyempit lahannya, tapi bukan berarti setiap tempat dibuat apartemen. Jadi, bukan pemerintah yang banyak bicara yang bagus tapi banyak perlakuan untuk Jakarta. Jadikan Jakarta Benyamin S.

  6. Diana Ritri says:

    assalamualaikum wr. wb
    saya ingin berkomentar sedikit tentang artikel ini.
    seperti sudah di jabarkan diatas, menurut saya sekarang ini semua warga Indonesia sangat tergila-gila akan uang. tak ada nurani lagi, dimana mereka berbondong-bondong membangun gedung berlantai-lantai namun tidak mensejahterakan sekitarnya. Mereka hanya memikirkan bagaimana mendapat keuntungan melimpah tanpa mempersoalkan akan lahan Indonesia yang tidak tinggi lagi, tidak bagus lagi, saya juga sebenarnya sedih jika melihat apartemen-apartemen dalam proses pembangunan. Inilah manusia, sangat serakah tanpa mempedulikan masa depan negara ini. Akankah negara ini akan baik-baik saja 50 tahun lagi? Mungkin bisa jadi tidak. Untuk itu marilah kita tingkatkan rasa kemanusiaan kita yang mungkin semakin hari semakin pudar. Dunia membutuhkan kita semua yang ingin memperbaiki dunia, dan kita juga membutuhkan dunia oleh karena itu patutlah kita untuk memeliharanya bukan semakin hari memperparah tanah air kita ini yang terus terkikis oleh keserakahan dan pikiran-pikiran jahat lainnya. Jangan hanya diam, lakukan apa yang mungkin bisa membantu, karena saya rasa seberapa kecil usahamu itu akan menghasilkan yang lebih besar.
    ACTIONS SPEAK LOUDER THAN WORDS!!!

    wassalamualaikum wr. wb

  7. Pendapat saya, memperluas daratan jakarta dengan cara mengurug lautan harus dan wajib memperhatikan dampak dan tujuannya. Apakah tujuan pemerintah mengurug untuk kepentingan orang-orang yang egois dalam artian hanya ingin membangun mall atau apartemen? kalau pemerintah mengurug laut mempunyai tujuan untuk kepentingan masyarakat Jakarta berarti baik. Warga Jakarta tidak membutuhkan mall atau apartemen mewah lagi, yang dibutuhkan adalah rumah susun atau rumah tingkat untuk orang-orang menengah ke bawah. Kesejahteraan warga Jakarta harusnya dinomor satukan.

    Membicarakan soal laut, pemerintah seharusnya menjaga dan melestarikan kekayaan alam yang diberikan Tuhan. Pemerintah juga harus memikirkan bagaimana nanti nelayan-nelayan mencari ikan di laut kalau lautan semakin sempit. Rumah bagi biota-biota laut ini semakin sempit dan memungkinkan biota juga semakin berkurang. Jangan sampai warga Jakarta lagi yang menerima dampak seperti banjir. Sekarang pun masalah banjir ini tidak tuntas-tuntas dan masih saja menggenangi Jakarta. Apalagi sekarang mau ganti gubernur, segala macam janji-janji diumbar-umbar agar mereka bisa menjadi gubernur. Tapi apakah mereka masih ingat dengan janji-janji yang akan mengubah Jakarta menjadi lebih baik ? hanya mereka lah yang bisa menjawab.

    Sebernarnya mengurug laut bukan solusi yang tepat, pasti ada cari lain yang lebih efisien. Tidak dipungkiri memang Jakarta susah untuk ditertibkan karena Jakarta adalah Ibu Kota Negara Indonesia, semua aktivitas dikonsentrasikan di Jakarta.
    Semua tergantung masyarakat Jakarta yang harus bekerja keras untuk pembangunan kota Jakarta ini dan pemerintah juga harus membantu. Jangan selalu membangun gedung-gedung tinggi pencakar langit saja, lihat juga kepentingan masyarakat jakarta secara keseluruhan dan kesejahteraannya.

    Sekian pendapat saya , apabila kurang berkenan mohon maaf :)

  8. Menurut saya apabila terjadi penimbunan laut maka nantinnya jakarta akan mempunyai dampak negatif. Namun pemerintah pun harus mempunyai strategi agar jakarta ini semakin hari, semakin baik dan dikurangkan lah urbanisasinya. Sehingga jakarta tidak perlu untuk membangun gedung”lagi. Dengan ini jakarta bisa memjadi kota yang mempunyai nilai baik.

  9. Menurut saya tidak masalah semakin banyak didirikannya gedung-gedung pencakar langit di kota Jakarta terlebih semakin cepatnya pertumbuhan penduduk menyebabkan lahan semakin berkurang dan mahal. Pembangunan apartemen untuk tempat tinggal misalnya, lebih hemat lahan dibandingkan dengan landed house sehingga memungkinkan dibangunnya ruang terbuka hijau. Semakin banyaknya gedung perkantoran yang dibangun adalah hal yang lazim meningat Indonesia sedang dalam masa pertumbuhan ekonomi sehingga menuntut pembangunan ekonomi.

    Reklamasi pantai perlu dilakukan karena semakin meningkatnya permintaan lahan di Jakarta. Reklamasi pantai bisa mencegah banjir rob yang sering terjadi di daerah Jakarta Utara. Reklamasi pantai dilakukan dengan cara pembangunan tanggul-tanggul seperti yang dilakukan oleh Belanda. Setelah itu dikeringkan sehingga membuat daratan baru. Daratan baru akan membuka lapangan kerja baru. Jangan lupa untuk membangun tanaman bakau di bibir pantai keseimbangan lingkungan.

  10. Assalamuaikum wr wb
    Menurut saya reklamasi pantai utara bukanlah solusi yang tepat, bila Pada pasal 101 ayat 2 disebutkan bahwa pelaksanaan reklamasi harus memperhatikan kepentingan lingkungan, kepentingan pelabuhan, kepentingan kawasan berhutan bakau, kepentingan nelayan, dampak terhadap banjir rob dan kenaikan permukaan laut serta sungai, kepentingan dan fungsi lain yang ada di kawasan Pantura.menurut saya malah akan timbul berdampak sesuatu negatif yang akan terjadi nantinya,

  11. Menurut saya, memang betul juga cara untuk memperluas wilayah Jakarta. Tapi mohon dibicarakan kembali tentang perluasan wilayah Jakarta dengan cara menimbun laut. Dampak yang bisa terjadi karena hal tersebut nantinya malah akan menjadi permasalahn baru bangsa Indonesia.
    Kenapa orang-orang daerah datang ke Jakarta? itu semua dikarenakan tersedianya lowongan kerja yang menjajnjikan di Jakarta. Dan Jakarta pun sebagai pusat Teknologi. Kenapa selalu dipermasalahkan ‘Siapa suruh datang ke Jakarta’?
    Jika pusat dari teknologi bisa dibagi ke daerah-daerah pasti Jakarta tidak akan sepadat ini, dan pembagian tenaga kerja-pun menjadi teratur.
    Janji penyediaan lahan hijau terbuka sebaiknya bukan janji belaka, namun pemerintah harus lebih serius untuk merealisasikannya dengan nyata.
    Sebagai warga Jakarta-pun seharusnya sadar diri akan kebersihan lingkungannya. Sedikit perubahan bisa menghasilkan suatu perubahan yang besar.
    Cintai Lingkungan :)

  12. raden bayu h says:

    perlu adanya hutan bakaudi jakarta karena lahan di jakarta sudah habis habta bebrepa persen saja kalu saja untuk perluasan bukan untuk tempat tinggal melainkan pengmbangan paru paru kota, sungai, dan danau danu penampung air hujan untuk cadangan air minum kelak

  13. raden bayu h says:

    perlu adanya hutan bakau di jakarta karena lahan di jakarta sudah habis habta bebrepa persen saja kalu saja untuk perluasan bukan untuk tempat tinggal melainkan pengmbangan paru paru kota, sungai, dan danau danu penampung air hujan untuk cadangan air minum kelak.

  14. Menurut saya, reklamasi pantai harus melihat segi kepentingannya terlebih dahulu, lebih banyak segi positifnya atau tidak. Karena Jakarta memang sudah sangat padat, maka reklamasi pantai memang perlu dilakukan. Reklamasi pantai itu sendiri memerlukan banyak pemikiran yang matang. Karena syarat yang harus dipenuhi adalah sebagai berikut yaitu memiliki RTRW yang sudah ditetapkan dengan Perda yang mendeliniasi kawasan reklamasi pantai; Lokasi reklamasi sudah ditetapkan dengan SK Bupati/Walikota, baik yang akan direklamasi maupun yang sudah direklamasi; Sudah ada studi kelayakan tentang pengembangan kawasan reklamasi pantai atau kajian/kelayakan properti (studi investasi); dan Sudah ada studi AMDAL kawasan maupun regional.RTRW pasti Jakarta sudah punya tinggal membuat SK dari pejabat yang bersangkutan. Studi kelayakan mungkin sudah direncanakan oleh pihak-pihak yang terkait. Studi AMDAL sudah dilakukan pula. Jadi, semua syarat telah terpenuhi, tinggal menunggu hari H nya saja tentang kepastian kapan dan dimana reklamasi pantai dilakukan. Wassalam.

  15. Salam Sejahtera,
    Saya rasa Reklamasi Pantai bukanlah solusinya, walaupun itu sedikit membantu tapi masih banyak Opsi-opsi lain yang bisa dilakukan, Coba pikirkan dampak lingkugan dari diakannya reklamasi pantai, dimana kita membutuhkan berton-ton pasir untuk menimbun, dan mungkin akan merusak beberapa terumbu karang dan biota laut.

    Menurut saya adalah kita coba tidak membangun lagi, dengan kata lain tidak ada lagi Mall-Mall yang terlalu banyak dan berserakan, dan coba lakukan dengan membagun ke atas,bukan kesamping, menurut saya adalah lebih baik mendirikan bangun keatas baik itu rumah susun ataupun apartemen, jadi pasti akan lebih menghemat lahan bukan, memang tidak memberikan solusi yang paling tepat, tapi patut untuk dicoba.

    • raden bayu h says:

      bener juga tuh reklamsi pantai tak akan mempengaharuhi banyak akan tetapi pembngunan rumah susun dan yang sehat bersih artinya tanpa di politisasi

  16. Aulia Akbar says:

    Menurut Saya, apa yang direncanakan oleh pemerintah baik pusat maupun daerah untuk memperluas wilayah Jakarta patut diapresiasi. Namun, Pemerintah harus bisa menganalisa dampak yang akan terjadi apabila program ini telah dilaksanakan. Apakah program ini bisa menguntungkan bagi kehidupan masyarakat atau bahkan menambah derita warga masyarakat Jakarta yang tinggal di sekitar laut.
    Mungkin Pemerintah Indonesia, khususnya Pemprov DKI Jakarta ingin meniru kesuksesan dari Pemerintah Uni Emirat Arab tentang pembangunan pulau buatan yang saat ini menjadi tempat terkenal di dunia. Tapi apakah rencana perluasan areal wilayah Jakarta ini hanya untuk digunakan kepentingan komersial saja..??? Jakarta saat ini bisa dibilang krisis dengan ruang hijau di daerah perkotaan. dilihat dari banyaknya gedung perkantoran, mall, apartemen yang semakin hari membuat wilayah sesak dan tingkat populasi menjadi tinggi.

    kita boleh bangga dengan predikat Indonesia menempati peringkat 16 dari 100 kota yang memiliki gedung pencakar langit. namun, lihat sisi negatif dari adanya gedung – gedung bertingkat tersebut. Menurunnya ketinggian tanah di daerah pesisir Pantai Utara Jakarta sudah membuktikan bahwa Jakarta sudah tidak mampu menahan beban dari apa yang tertanam di atasnya. munculnya banjir rob yang sering terjadi di daerah pesisir bukanlah hal baru yang terjadi di Jakarta. Maka dari itu, Pemerintah Indonesia khususnya Pemprov DKI Jakarta harus bisa menganalisa rencana ini dengan matang agar dampak yang dihasilkan nantinya tidak menimbulkan kecemasan atau bahkan kesengsaraan bagi penduduk yang tinggal di Jakarta. Terima Kasih.

  17. Jakarta akan melakukan reklamasi pantai? apakah hanya reklamasi jalan satu-satunya untuk merubah Jakarta? Mungkin memang benar. setiap keputusan pasti memiliki dampak atau fek yang akan ditimbulkan. Akan tetapi, Jujur dari dalam hati saya sebagai masyarakat asli kota Jakarta sangat tidak setuju dengan hal ini. Indonesia merupakan negara maritim yang memiliki laut lebih banyak daripada daratan dan Indonesia terkenal akan keindahan lautnya yang mempesona wisatawan. Bila laut dikeruk dan dilakukan reklamasi, saya tak dapat membayangkan apa yang akan terjadi? Makin buruklah Jakarta sekalipun mungkin bagi mereka yang pro akan berkata.. “ini satu-satunya jalan terbaik”.

    Ayah saya yang juga orang Jakarta pernah bicara, Sejak zaman Belanda menjajah, Jakarta memang berada dalam posisi rendah dari permukaan laut sehingga mudah mengalami banjir untuk itu Belanda membuat banjir kanal untuk menanggulangi air banjir yang ada di Jakarta. Hal itu diperparah dengan keadaan sampah Jakarta yang menggunung.

    Berbicara masalah Jakarta merupakan masalah yang kompleks dan rumit bahkan lebih rumit dari syntax-syntax program bagi orang awam. Untuk itu, mari kita buat sebuah komunitas peduli lingkungan dan benar-benar menunjukkan aksi nyata merubah Jakarta sebelum Jakarta tenggelam karena terlalu banyak beban metropolitan yang menghinggapi.

  18. Penduduk yang kian hari kian bertambah membuat pemerintah harus berfikir bagaimana efisiensi dalam penempatan tempat tinggal penduduk. Salah satu contoh adalah dengan pembangunan secara vertikal, seperti pembangunan apartemen dan gedung-gedung tinggi sejenisnya. Sudah selesaikah masalah tersebut? Dan ternyata belum. Reklamasi pantai menjadi salah satu pilihan untuk memperluas Jakarta.

    Menurut saya banyak hal yang harus diperhatikan untuk melakukan suatu “reklamasi pantai” ini, seperti bagaimana lingkungannya dan bagaimana dampaknya nanti. Atau mungkin pemerintah bisa mencari alternatif lain misalnya dengan pemerataan penduduk di seluruh wilayah Indonesia, jadi jangah hanya berpusat di satu wilayah saja. Memang nantinya akan ada biaya lagi, tapi mengingat penduduk yang semakin padat mungkin saja bisa dijadikan suatu alternatif.

    Perlu diingat. Pembangunan mall-mall di Jakarta sekarang ini menyebabkan pemborosan lahan. Apalagi dalam satu daerah yang lokasinya dekat. Tentunya dengan hal-hal semacam ini pemerintah harus bisa belajar bagaimana pemanfaatan lahan dengan baik dan pada tempatnya.

    Jika satu-satunya jalan adalah lewat reklamasi pantai, pemerintahpun harus bekerja keras untuk menanggulangi dampaknya nanti.

  19. wimo says:

    jangan tergesa gesa perluas daratan urusi dulu drainase kota,beri sosialisasi terhadap warga pentingnya kebersihan…agar dapat menumbuhkan habbit setiap warganya bahwa kebersihan dan disiplin itu pentingg…

Leave a Reply