Graha Pena Gunadarma

Jakarta Kini, Bagaimana Nasibmu Nanti?

June 5th, 2012 | by | in Green, Headline | 66 Comments

Jakarta sebentar lagi ulang tahun, tepatnya tanggal 22 Juni nanti. Tahun ini usianya menjelang 485 tahun. Relatif tua, tapi bukan yang tertua di Indonesia. Masih ada Palembang yang dianggap kota tertua di Indonesia yang hari jadinya mengacu ke tanggal prasasti kerajaan Sriwijaya, yakni 16 Juni 692.

Selamat datang di Jakarta menjelang hari jadinya (doc pribadi)

Tua-tua keladi, makin tua makin menjadi. Pepatah yang berkonotasi negative tersebut rasanya tidak adil disematkan pada ibukota ini. Selalu ada sisi positif dari sebuah kota. Terlepas dari pro dan kontra tentang geliat atau pesonanya,  Jakarta sudah menjadi kota metropolitan yang juga sudah dikenal di lingkungan international.

Mari kita tengok sebentar tentang berbagai pemeringkatan kota di dunia.  Apapun tujuan dan metode pemeringkatannya, kita bisa belajar dari kota-kota lain. Apapun posisi dan prestasi jakarta dibanding kota lain, semuanya bisa menjadi bahan instropeksi – baik pemerintah maupun warganya -  bahan evaluasi, lalu dimaknai dan disikapi secara positif agar Jakarta lebih baik di masa datang.

Beberapa pemeringkatan kota adalah “Innovation Cities”, “Quality of Life of Cities”, “Green City”, “Smart City”, dan “Skyscraper Cities”. Berikut kota-kota yang masuk top ten untuk lima pemeringkatan untuk edisi tahun 2011, baik tingkat dunia maupun regional.

Tidak ada Jakarta pada 5 pemeringkatan dunia

Dimanakah Jakarta?

Jakarta tidak masuk top 100 dunia untuk pemerinkatan kota inovasi. Jakarta hanya masuk peringkat ke-64 dari 66 kota di wilayah Asia. Jakarta hanya lebih baik dari Dhaka dan Kalkuta. Untuk kualitas hidup, Jakarta menempati peringkat ke-141, atau masih kalah dengan Manila yang menempati posisi ke-128.   Posisi Jakarta tergolong lumayan untuk kota hijau, yakni disebut: “average“ bersama Bangkok, Beijing, Delhi, Guangzhou, Kuala Lumpur, Nanjing, Shanghai, dan Wuhan.  Untuk pemeringkatan smart cities, Jakarta masih belum dianggap. Jakarta baru mulai diperhitungkan untuk predikat “ Skyscraper Cities” yang mengukur ketinggian dari gedung-gedung yang tingginya lebih dari 90 meter.

Makin menjulang belum tentu hidup nyaman (doc pribadi)

Ibukota Harus Bagaimana?

Saya tidak memberikan solusi konkret tentang apa yang harus dilakukan pemerintah provisi atau warga Jakarta agar lebih baik nanti. Bukan apa-apa, sudah terlalu banyak yang memberikan idea tau program sampai saat ini. Namun, sebagai bahan pertimbangan, kita bisa mencermati berbagai indikator atau ukuran yang digunakan dalam pemeringkatan kota di dunia. Jika ingin sejajar dengan mereka, kita harus cemati ukuran-ukuran tersebut, lalu berupaya meningkatkan indikator tersebut agar lebih baik.

Mudah-mudahan  ukuran tersebut digunakan sebagai patokan atau tolok ukur pelaksanaan berbagai program di Jakarta. Jika indikator tersebut malah memburuk, artinya implementasi programnya tidak berhasil, kalau tidak bisa disebut gagal total. Berikut berbagai indikator yang digunakan dalam pemeringkatan kota di dunia.

Pemeringkatan “Quality of Life of Cities”  menggunakan 39 indikator yang dikelompokkan dalam 10 kategori, yaitu:

  1. Lingkungan sosial dan politik (stabilitas politik, kriminal, penegakaan hukum, dll)
  2. Lingkungan ekonomi (regulasi mata uang, layanan perbankan. dll)
  3. Lingkungan sosio-budaya (kebijakan sensor, pembatasan kebebasan individu, dll)
  4. Sanitasi dan kesehatan (layana n kesehatan, penyakit infeksi, saluran pembuangan, penanganan limbah, polusi air, dll)
  5. Pendidikan dan sekolah (standar dan ketersediaan sekolah international, dll)
  6. Pelayanan dan transportasi publik (listrik, air, transportasi publik, kemacetan, dll)
  7. Rekreasi (fasilitas restoran, bioskop, olahraga, dll)
  8. Barang konsumesi (ketersediaan makanan/jenis konsumsi sehari-hari, mobil, dll)
  9. Perumahan (hunian, peralatan rumah tangga, furniture, layanan pemeliharaan, dll)
  10. Lingkungan alam (iklim, bencana alam)

Jadi, jika Jakarta masih bermasalah dengan sepuluh kategori tersebut maka kita belum bisa menuntut kualitas hidup seperti kota-kota yang masuk peringkat dunia. Jakarta memang masih kurang menyenangkan untuk ditinggali. Ini pendapat relatif sih, tergantung kitanya dalam menyikap geliat di Jakarta. Lagian, siapa suruh datang ke Jakarta?

Salah satu isu lain yang sangat penting adalah masalah kualitas lingkungan hidup yang semakin memburuk. Kita mungkin terbiasa dengan semburan asap pekat dari angkutan umum. Banjir pun seolah kejadian rutin di ibukota. Gedung perkantoran dan hunian warganya pun semakin menjulang. Jalan-jalan pun bersilangan dan bertingkat-tingkat pula. Ciliwung masih saja berair hitam pekat dengan sampah-sampah yang mengambang di permukaannya. Ruang publik dan ruang hijau terbuka pun semakin sulit ditemui.

Saat hijau menyatu dengan pencemaran ciliwung (doc pribadi)

Fenomena penurunan kualitas lingkungan menjadi isu global, termasuk di kota-kota besar di dunia. Jika saat ini Jakarta tergolong biasa-biasa saja untuk peringkat kota hijau. Semoga ke depannya tidak tambah memburuk. Agar tidak menjadi mimpi buruk, tidak ada salahnya kita melihat indikator yang digunakan dalam pemeringkatan kota hijau, seperti terlihat pada gambar berikut, yang dikutip dari sini.

Indikator Green Citiy Indeks, adakah indikator yang baik untuk Jakarta?

Jika Anda menebak-nebak bagaimana kondisi jakarta untuk indikator tersebut, pertanyaan yang patut kita renungkan adalah: “Apakah hidup di Jakarta makin merana dan sengsara nantinya?”

—-

Tulisan lainnya tentang Jakarta:

Menikmati Jakarta Apa Adanya

Jakarta Mencakar Langit Menimbun Laut

Jakarta (Masih) Gudang Uang

Jakarta Banjir Transaksi Digital

 

Tulisan Dengan Topik Terkait

Ditulis Oleh

Rumah Pena → Redaksi Rumah Pena

Lihat semua tulisan dari

Website : http://pena.gunadarma.ac.id

66 Responses to “Jakarta Kini, Bagaimana Nasibmu Nanti?”

  1. Lestari News says:

    slamat ultah jakarta…smoga dpt gubernur yang lebih baik.

  2. saya tidak mau bilang merana dan sengsara, menurut saya kondisi jakarta sekarang makin hari makin buruk, karena tiap hari berita yang selalu dipermasalahkan secara besar-besaran adalah POLITIK. Peristiwa kecil jadi “POLITIK BESAR” , pemerintah lebih banyak sibuk dengan urusan pribadi dan balik lagi dengan POLITIK. Gimana mau rakyatnya MAKMUR, kalau kepedulian pemerintah di jakarta ini sangat kurang sekali. MAKMUR DIATAS BELUM TENTU MAKMUR DIBAWAH. “tangan diatas lebih baik daripada tangan dibawah”. JAKARTA BUTUH PEMIMPIN YANG ADIL, BIJAKSANA, DAN BERTOLERANSI. BUTUH BEDA DENGAN PERLU. PERLU ITU SIFATNYA SEMENTARA, TETAPI BUTUH ITU SIFATNYA TETAP KARENA DATANG DARI KEMAUAN NURANI SESEORANG, begitulah menurut saya. Komentarin jakarta tidak ada habisnya, pasti lelah. kenapa? karena tidak ada ACTION nya…. mana ACTION PEMERINTAH ??? belum merata tugasnya membenahi jakarta. Kerja keras yang ekstra dibutuhkan dalam pemerintahan indonesia ini.

  3. Jakarta ini memang tidak lepas dari banyaknya masyarakat. Seiring dengan Urbanisasi yang kian tidak terkendali maka jakarta ini menjadi kota yang menyeramkan. Hal ini dapat kita lihat dari masalah lingkungan. Dulu jakarta sangat indah dipandang namun sekarang ? lahan hijau tidak ada. Banyak sekali pemukiman yang digusur dengan alasan akan dibangun menjadi ruang terbuka hijau. Tapi nyatanya ? bukan lahan hijau yang dibuat tapi mall, apartement, perkantoran yang dibangun. kalaupun, dibangun lahan hijau coba lihat apakah itu dirawat dan digunakan sebagaimana mestinya? lepas tangan begitu saja pemerintah kita ini. Dimana peran pemerintah kita ini ? mencalonkan diri sebagai gubernur tapi nyatanya tidak bisa menjalankan tugasnya dengan baik untuk merubah jakarta. Seharusny, kalau memang gubernur dan aparatur pemerintah lainnya bisa berfikir inisiatif coba gaji yang mreka dapat setiap bulannya dia pakai untuk merubah jakarta ini secara perlahan. Pastinya dengan begitu dia akan merasakan bagaimana susahnya merubah jakarta. Selama ini kan uang rakyat yang diambil untuk merubah jakarta, tp buktinya masih begitu saja. Tahun 2020 diprediksi jakarta akan krisis air ! bayangkan sekian ratusan juta orang dijakarta tidak dapat minum, mandi, dllnya. Kalau mau ajaklah para investor asing untuk menginvestasikan dananya tanpa membuat gedung ! Ajak mreka untuk invest dalam membuat suatu taman, perubahan & pengembangan transportasi, perenovasian peninggalan bersejarah, dllny. Cara itu lebih berguna apabila pemerintah kita sudah benar-benar kehabisan akal / tutup mata. kalau memang pemerintahnya bebenah diri, warganya pun akan menghormati & menghargainya ! sejauh ini masyarakat sudah bertindak dengan penuh waspada. Tapi masyarakat ini pun tidak dapat berbuat banyak kalau pemerintah tidak menanggapi aspirasi masyarakat. Sektor infrastruktur dan tata ruangan ideal yang harus pertama dirubah supaya masyarakat pun dapat hidup nyaman. Setelah itu, baru buat lapangan pekerjaan yang maksimal ! jadi kalau itu bisa dibuat, orang tidak harus mengemis lagi demi sesuap nasi saja. Pakailah teknologi, pakar-pakar lingkungan untuk bisa bekerja sama dengan pemerintah dalam merubah jakarta. Tidak sulit merubah jakarta kalau kita sudah merasakan susahnya dan memahami seluk beluknya..

  4. saya memang tidak pintar dan bijak berkomentar, jadi jika ada salah kata dan sampai keluar topik mohon maaf :)

    menurut saya, bagaimana nasib jakarta nanti tergantung dari ketegasan dan kerja sama antara pemimpin dan warganya. Soal penghargaan internasional mungkin jakarta tidak masuk sebagai jawara tapi jika seandainya ada penghargaan keharmonisan ragam sosial dan budaya mungkin bisa. Mengapa? Sebab bisa kita lihat berbagai macam lapisan sosial berdasar statusnya dari yang tinggal di apartemen mewah, pemukiman tertata sampai yang tinggal di kolong jembatan dan rel kereta ada lalu orang-orang dari sabang sampai merauke pun juga ada namun mereka berusaha menyamakan meski terkadang terjadi konflik. Soal sampah dan kawan-kawan sebenarnya kembali ke masing-masing individu mau merubahnya atau tidak (terutama pola pikir) sebab individu satu akan menjadi contoh bagi individu lainnya, misal pendatang tinggal di daerah bantaran kali dengan tetangganya yang suka buang sampah sembarangan. Dari contoh di sini hanya ada 2 jawaban: si pendatang akan ikut-ikutan membuang sampah sembarangan di kali atau mengikuti peraturan daerah yang ia singgahi. Soal penghijauan bisa dari tindakan roof garden atau yang secara sederhana yaitu 1 pohon 1 rumah, di mulai dari itu saja saya rasa jakarta akan bisa hijau kembali.

    Kesal melihat prasarana umum jadi korban anak-anak puber? Berikan mereka sarana untuk mencurahkan hasratnya itu, misalnya seperti yang sudah kita lihat di penyangga jembatan yang di corat-coret berisikan pesan seperti hati-hati menyebrang, dll. Mereka seperti itu karena ingin diperhatikan oleh masyarakat sehingga pemimpin kota harus memiliki strategi agar prasarana umum tidak jadi korban lagi.

    Peraturan di buat agar kehidupan menjadi tertata apik (bukan untuk di langgar) tapi harus diseimbangkan dengan perhatian pemimpin kepada bawahannya (termasuk warganya). Pemimpin yang baik adalah yang kuat imannya dan mau melanjutkan rencana dari pemimpin sebelumnya. Mengapa? Sebab orang yang imannya kuat pasti akan waspada akan tindakannya, mau ambil yang bukan punyanya pasti pikir-pikir dulu dan siapa tahu tindakannya ini bisa membuat bawahannya juga ikut-ikutan, sehingga yang namanya pungli dan kawan-kawan bisa tidak ada lagi :)

    Sejak saya SD sampai sekarang, jembatan yang baru di buat penyangganya itu sampai sekarang masih belum selesai. Entah itu hasil kerja sama antara pemkot jakarta dan bekasi atau bagaimana tapi yang jelas selama rencana itu baik (apalagi sudah dijalankan), kenapa harus dihentikan? Jadi terasa sekali ganti pemimpin ganti kebijakan+peraturan (termasuk visi, misi, resolusi). Tidak ada salahnya juga kalau pemda-pemda saling bekerja sama terutama membantu membuka lapangan pekerjaan sehingga bisa jadi hidup di jakarta tidak makin merana dan tidak makin sengsara.

    Talkless do more mungkin cocok jadi penyemangat perubahan :)

  5. Ady Ahmed says:

    Semoga setelah pilkada nanti, Jakarta menjadi lebih baik. Dan semoga akan tercantum pada salah satu baris dari kolom-kolom di atas… hehehe

  6. Urai Zakiah says:

    saya juga sependapat dengan apa yang dikatakan Annisa nur alina, bahwa kita sebaiknya jangan hanya duduk diam meratapi nasib Jakarta akan seperti apa nanti, akan tetapi alangkah baiknya kita bersama- sama berpartisipasi dalam pembangunan Ibu kota ini. Memang benar, pemerintah kurang tegas dalam masalah “perbaikan dan kesejahteraan”, tetapi apakah selamanya kita akan menjadi kota yang tertinggal dengan negara berkembang lainnya? kalau dari diri kita sendiri saja hanya bisa “pintar” mengkritik dan menyalahkan sistem kerja pemerintah. Kalau menurut pendapat saya Jakarta sudah cukup menunjukan kemajuannya dalam hal perbaikan, seperti yang dikatakan pada artikel di atas bahwa Jakarta masuk dalam katergori “average” untuk kota hijaunya. Hal tersebut seharusnya kita jadikan suatu langkah baru untuk lebih mengembangkan atau memperbaiki kualitas kota ini, saya yakin jika kita bersama- sama menjaga dan memelihara lingkungan, suatu saat nanti Jakarta akan lebih dikenal dengan predikat “GOOD” oleh negara luar. Asalkan kita yakin bahwa kita bisa dan mampu. Lakukan perubahan demi Ibu Kota tercinta, mulai dari hal yang kecil akan menjadi suatu hal yang besar nantinya. Semoga saja.
    Mohon maaf bila ada salah kata dalam komentar saya. Terimakasih :)

  7. Salam Anak Bangsa,…
    Selamat pagi bapak/ibu penulis, saya sangat tertarik dengan judul tersebut membuat saya penasaran. Menurut saya ada beberapa hal yang perlu pemerintah tangani dan disosialisasikan masalah di Ibu kota negara Indonesia.
    1. Mengkampanyekan akan pentingnya lingkungan hidup yang bersih dan aman.
    2. Pemerintah harus mengajak para kaum intelektual misalnya perguruan tinggi menerapkan green nature.
    3. Sistem transportasi perlu di tinjau, karena banyak transportasi di Jakarta tidak lulus uji emisi, sehingga menyebabkan polusi.
    4. Pembangunan gedung-gedung efek kaca perlu di awasi.
    5. Membuat suatu perlombaan inovasi,bagaimana caranya pengolahan sampah menjadi bermanfaat..

    terlepas dari faktor tersebut, memang Ibu kota negara kita ini terjadi kesenjangan sosial, dilihat tempat hidup ada yang di apartement, mempunyai 2 rumah, dan serba mewah di lain pihak ada rumahnya di kolong jembatan, rel kereta api, dan emperan pertokoan. Ini menyebabkan rating ibu kota ini menurun dilihat dari segi lingkungan sosial dan perumahan, padahal dinegara tercinta ada kementrian perumahan dimana fungsi semua kementrian ini?. saya pernah membaca ungkapan “suatu negara yang besar, pemerintah dan masyarakatnya juga harus berjiwa besar”. Saya mengajak para teman kaum intelektual “mari membuat perubahan, kita satukan tekad membangun Indonesia dan tumbuhkan rasa nasionalisme kita”. selamat ulang tahun Ibu kota negaraku. merdeka…merdeka….

    • raden bayu h says:

      saya rasa kampanye saja tidak cukup jakarta perlu pembenahan luar biasa dari lingkunganya terutama : memabangun rumah susun atau rusun murah di pinggir jakarta kita lihat saja rumah rumah di pingiran jakarta timur dan utara sangat kumuh dan tak sehat

  8. Link Tea says:

    Ada baiknya dikaji kembali tentang wacana pemindahan ibu kota ini. Jakarta dah terlalu sumpekkkkk…

  9. Saung Web says:

    Saya juga gak dapat membayangkan gimana Jakarta 10 atau 20 tahun ke depan.. memang perlu ada terobosan jitu untuk penataanya..

  10. “Jakarta Kini, Bagaimana Nasibmu Nanti?”
    “Apakah hidup di Jakarta makin merana dan sengsara nantinya?”

    Kedua pertanyaan di atas sangat menarik perhatian saya. Siapa saja yang tertarik pada kata NANTI, mungkin mempunyai pandangan yang tidak berbeda jauh dari pandangan saya.
    Nanti, ya nanti.. berarti merana dan sengsaranya masih bisa dihindari. Nasibnya pun masih belum pasti.
    MERANA dan SENGSARA memang relatif, mungkin sekarang ada yang sudah merasakan tahap ini, tapi mungkin juga masih jauh merasakannya. Kedua kondisi di atas bisa saja akan dirasakan oleh semua elemen masyarakat jika KITA SEMUA tidak berusaha mengubah nasib, dalam hal ini nasib Jakarta.
    RAKYAT MENYALAHKAN PEMERINTAH, ATAU SEBALIKNYA. (Jika saya salah pada statement ini, mohon koreksi. Itu hal yang saya lihat akhir-akhir ini). Saya pikir nasib Jakarta tidak akan lebih baik jika masih terjadi kondisi tersebut. Yang merubah tidak hanya pemerintah, dia, dia, atau dia.. tapi KITA SEMUA, mengingat bahwa Jakarta adalah ‘muka’ yang kita perlihatkan ke dunia internasional.
    Kita pastinya berharap jika anak cucunya kita nantinya membaca artikel dengan dengan judul “Jakarta, Kota Terindah Di Bumi”.

    Nyok kite benahin Jakarte..

  11. Saya setuju dengan pendapat teman-teman  sesuai dengan kenyataan yang tampak di ibu kota sekarang ini, banyak sekali masalah-masalah yang bermunculan, entah itu menyangkut ekonomi, keamanan, sampai dengan lingkungan.
    Tapi sampai kapan kita akan melihat keadaan seperti ini..? Kapan kita akan beraksi..? Sampai kapan kita akan jadi penonton untuk keadaan yang seharusnya butuh tindakan..? Katanya Jakarta itu banyak orang pintar, cerdas, jenius, bahkan orang-orang berpendidikan tinggipun masih terlahir di ibu kota kita tercinta. Tapi kenapa kehidupan di Jakarta masih saja jauh dari kata “sejahtera” dan “makmur..? Banyak penduduk yang memadati ibu kota, tapi sedikit yang memikirkan nasib sesama. Orang pintar, cerdas, jenius, berpendidikan tinggi bukan jaminan punya rasa sosial, buktinya tidak sedikit dari mereka yang setelah mencapai sesuatu yang diinginkan mereka lebih memilih untuk meninggalkan ibu kota dan mulai meniti kariernya ke luar negeri, atau mungkin tetap tinggal di ibu kota tetapi tak punya rasa peduli dengan apa yang seharusnya butuh untuk di perhatikan.
    Semuanya kembali pada diri kita masing-masing, terlebih bagi yang sudah menempuh pendidikan sampai perguruan tinggi. Seharusnya kita tidak hanya berbangga telah dididik sampai ber-title, tapi mari kita wujudkan kebanggaan kita tersebut dengan menyumbangkan sedikit keperdulian kita terhadap ibu kota tercinta. Karena kalau kita hanya mengandalkan kerja pemerintah saja itu imposible untuk jadi yang tebaik. Dan suatu kesuksesan itu butuh kerja keras, kerja sama, dan kesungguhan niat. 
    Mohon maaf apabila ada salah kata dan “Selamat ulang tahun Ibu Kota Jakarta tercinta :* Wish U All D’best“.

  12. elah suryani says:

    Malangnya Jakarta, setiap waktu selalu banyak orang yang “suuzan” terhadapnya. ckckck
    Semoga Jakarta kedepannya tidak semakin “TENGGELAM” dalam keburukan dan keterpurukan. amin.. :p

    yuk, “TIMBULKAN” Prestasi Jakarta dimata dunia internasional.

    sekian, terimakasih.

  13. sebenarnya kutipan diatas sudah merupakan opini, itu sudah mewakili seluruh pertanyaan 5W + 1H . Jadi, saya setuju sekali jika Jakarta memang belum bisa dikatakan smart city, karena memang tidak ada ke”pantas”an dalam meraih nama itu. Tapi, bukan berarti Jakarta tidak akan meraihnya hanya saja belum ada kesadaran saja dari masyarakat Jakarta. Benahi dulu segala aturan – aturan yang sudah dibuat pemerintah Jakarta, kalau belum begitu mana ada yang mau menaatinya . Seharusnya sebagai ibu kota Indonesia harus nya memberikan contoh yang baik kepada kota lainnya.

  14. Jakarta harus dibangun menjadi kota yang maju dengan menggalang semua komponen masyarakat. Jakarta adalah ibukota negara kita tercinta, maka dengan itu tidak hanya pemda saja ataupun masyarakat asli saja yg mmbangun kota jakarta.

  15. Menurut saya untuk mengurangi jumlah kepadatan penduduk di Jakarta adalah dengan cara memindahkan Ibu Kota Negara Indonesia, yang sebelumnya di Jakarta menjadi berpindah ke kota selain Jakarta.
    Dan meningkatkan pembangunan ruang hijau di Jakarta, serta mengurangi pembangunan gedung-gedung serta mall-mall yang mempersempit ruang hijau di Jakarta. JAKARTA BUTUH RUANG HIJAU TERBUKA, BUKAN GEDUNG/MALL BARU!.

  16. Diana Ritri says:

    assalamualaikum wr. wb
    saya ingin berkomentar sedikit tentang artikel ini yang sepertinya bukan hal yang baru lagi untuk diperbincangkan, namun selama itu di perbincangkan selama itu pula terbengkalai. Jadi sebenarnya siapa yang salah? Tentu saja kita semua yang menjadi rakyat Indonesia. Mungkin termasuk saya sendiri, namun tak sedikit orang juga yang sudah mengupayakan agar lingkungan Indonesia menjadi lebih baik, namun rasanya perbandingannya sangat jauh dengan orang yang tidak mengerti atau tidak sadar bahwa ini sangat, sangatlah penting, tak hanya untuk mata dunia namun untuk kenyamanan kita sendiri.
    Mengapa kita lebih patuh saat di negara orang, sedangkan bila di negaranya sendiri sesuka hatinya saja. Mungkin ini juga karena peraturan di Indonesia yang hanya membara awalnya saja setelah itu seakan lenyap di telan bumi seakan-akan jejaknya saja tidak ada. Begitu menyedihkannya negeri ini, rasanya untuk membuat sadar itu sangat susah, melihat begitu banyak penduduk Indonesia. Untuk itu mulailah dari diri sendiri, buatlah dirimu berguna sedikit untuk tanah air yang sudah sangat malang ini. Jangan sia-siakan waktumu, jika tidak sekarang lalu kapan lagi? Jangan sampai nantinya kita bisa terjajah negara lain karena sikap acuh kita.
    Sekian komentar dari saya, semoga memberi manfaat.
    Wassalamualaikum wr. wb

  17. Menurut saya jakarta sekarang lebih maju dibanding dengan kota – kota besar yang ada di Indonesia, namun untuk ukuran Ibu kota negara mungkin perkembangannya agak lambat.
    Kenapa agak Lambat? Banyak planing untuk kemajuan Jakarta hanya saja selalu terhambat kendala kendala yang ada, sarana transportasi seperti bus way di Jakarta saya nilai kurang maksimal melihat dari jumlah bus dan padatnya penumpang di jam jam tertentu.
    Yang mungkin harus dipertanyakan nanti adalah, apakah masih akan tersedia air bersih di Jakarta?? Limbah pabrik yang semakin mengancam jadi kendala untuk penyediaan air bersih, solusi mungkin dengan menggunakan air pam, namun air pam belum menjamah seluruh daerah dijakarta dan juga masyarakat harus mempertimbangkan biaya untuk pemasangan air pam ini.
    Untuk masalah air kita bisa mulai dari diri sendiri, kurangi produksi limbah rumah tangga,limbah rumah tangga juga ambil andil dalam pencemaran air dan lingkungan.
    Untuk pertannyaan sarana transportasi semoga pembangunan untuk sarana transportasi berjalan dengan cepat, sesuai dengan kapasitas penduduk, agar tercipta kenyamanan dan keamanan dalam menggunakan sarana transportasi yang ada. Dan mari kita jaga sarana itu bersama – sama.

    • saya setuju dengan komentar anda tentang “Menurut saya jakarta sekarang lebih maju dibanding dengan kota – kota besar yang ada di Indonesia, namun untuk ukuran Ibu kota negara mungkin perkembangannya agak lambat.
      Kenapa agak Lambat? Banyak planing untuk kemajuan Jakarta hanya saja selalu terhambat kendala kendala yang ada, sarana transportasi seperti bus way di Jakarta saya nilai kurang maksimal melihat dari jumlah bus dan padatnya penumpang di jam jam tertentu.”

      kita masih perlu banyak unit transjakarta seharusnya pemerintaahaan DKI mampu berkerja sama dengan pemerintahan jawa barat seperti kota bekasi,tanggerang,bogor untuk trayek busway coba kita perhitungkan tol bogor – jakarta selalu macet saampai panjang belasan km bahkan 20an km dan dengan minimal ada 20 bus trayek trans jakarta yang melayani trayek jakarta cibubur atau jakarta bogor tak bisa di pungkiri masyarakat mau naik trans jakarta asal fasilitas bus memadai.

      tak hanya itu untuk ukuran ibu kota untuk kereta api kita kekurangan gerbong dan jalur seharusnya pemerintah pusat dan kota mau menyumbangkan secara bertahap atau jangka panjang untuk pembukaan trayek baru kerta api

  18. saya setuju dengan cerita diatas dan saya merasa jakarta masih kurang disiplin dalam berlalulintas, di karena kan masih banyak angkot maupun bis yang berhenti seenaknya. Padahal banyak rambu-rambu lalu lintas yang sudah harus di taati. Dan disamping itu juga tercemarnya lingkungan pun masih saja terjadi. Walaupun sudah berbagai cara diatasi namun masih saja banyak yang tidak peduli dengan kesehatannya sehingga kali-kali yang ada di jakarta ini tecemar oleh limbah,sampah dll.

  19. maaf sebelumnya, hanya saja menurut pendapat saya semakin hari kota jakarta terlihat semakin semerawut. mengapa demikian? dapat kita lihat, begitu seringnya banjir, itu semua karena ulah masyarakat pula yang tidak memiliki rasa peduli terhadap lingkungan. terjadinya kemacetan lalu lintas dimana”. belum lagi kejahatan yang semakin marak.
    sebetulnya perkembangan di kota jakarta sudah lumayan pesat hanya saja seharusnya perkembangan itu tidak hanya dilakukan di kota jakarta tetapi dilakukan pula di kota-kota lainnya. mengapa? agar perkembangannya merata sehingga semua penduduk indonesia tidak lari ke jakarta dengan alasan ingin “memperbaiki hidup”. tentunya akan semakin padat penghuni kota jakarta.
    mari kita semua sadar akan diri kita sendiri apa yang harus kita lakukan untuk kota jakarta ini. sehingga kita tidak hanya menjadi orang yang pandai berkomentar dan saling menyalahkan. tentu kita harus berjuang keras untuk membantu pemerintah menjadikan kota jakarta lebih baik dari sebelumnya. bukankah akan lebih baik jika kita juga mengambil peran untuk memperbaiki kota jakarta ini. mulai dari hal kecil saja tentunya.

    sekian komentar dari saya, selebihnya saya mohon maaf apabila komentar saya tidak berkenan. terima kasih.

  20. Lingkungan sosial dan politik sangat dipengaruhi oleh kondisi ekonomi. Kalau kondisi ekonomi membaik maka akan menurunkan tingkat kriminalitas di Jakarta. Kalau kondisi ekonomi sedang bergejolak maka tingkat kriminalitas akan meningkat.
    Sanitasi dan kesehatan di Jakarta sangat buruk. Masih banyak Warga Jakarta yang rumahnya tidak memiliki fasilitas MCK yang baik. Air bersih sudah mulai langka karena hampir seluruh masyarakat kota Jakarta tidak memiliki alat penyaring air yang bisa langsung diminum seperti kebanyakan negara maju. Sungai di Jakarta sudah tercemar karena banyak masyarakat yang buang sampah di sungai. Lagipula kenapa pemda membiarkan orang tinggal di bantaran sungai.
    Polusi udara di Jakarta erat kaitannya dengan masalah pelayanan dan transportasi publik. Polusi udara disebabkan banyaknya asap dari kendaraan bermotor. Warga Jakarta memilih menggunakan motor dan mobil pribadi karena transportasi publik tidak nyaman. Busway yang sekarang dibangun masih belum bisa mengurangi kemacetan karena tidak sebanding dengan banyaknya warga yang menggunakan transportasi publik sehingga penumpang berdesak-desakan (tidak nyaman). Pembangunan MRT harus dilakukan untuk mengurangi volume kendaraan.

    Jakarta kini, bagaimana nasibmu nanti ?
    Semakin baik atau buruk itu tergantung gubernurnya. Setiap Gubernur pasti punya rencana untuk memajukan kotanya. Yang menjadi masalah adalah realisasinya. Biasanya terkendala oleh biaya yang besar. Belum lagi adanya korupsi dan pungutan liar di birokrasi Indonesia. Sebenarnya banyak investor asing yang berminat menanamkan modalnya di Jakarta namun biasanya terhalang oleh peraturan daerah dan Undang-Undang yang berlaku.

  21. Menurut saya jakarta memang benar semakin hari semakin buruk karena terlalu banyaknya masyarakat yang tinggal di jakarta ini seperti banyaknya orang dari daerah datang ke jakarta untuk mencari pekerjaan namun setelah mereka datang tidak mendapatkan hasil yang diinginkan terlebih lagi jakarta semakin hari semakin tidak karuan untuk kondisi-kondisi yang ada seperti adanya rumah-rumah penduduk yang dibangun di pinggir kali sehingga membuat buruk pemandangan jakarta yang semesti indah kemudian banyaknya gedung-gedung tinggi yang semakin hari semakin banyak sehingga menurut saya jakarta kurang adanya penghijauan sehingga cuaca di jakarta pun panas, kemudian adanya pabrik-pabrik yang dibangun dijakarta yang limbah dari pabrik tersebut membuat tercemarnya air terutama air penduduk yang rumahnya dekat dengan pabrik , adanya pembuatan fly over yang menurut saya pembangunannya sangat mengganggu penduduk jakarta yang memakan waktu cukup lama adapun yang terakhir adanya pembuatan jalan monorel yang pada akhirnya batal dibangun sehingga membuang-buang dana yang semestinya dapat dipergunakan untuk hal lain.

  22. Melihat judul “Jakarta Kini, Bagaimana Nasibmu Nanti?” membuat saya langsung memikirkan bagaimana nasib anak cucu kita yang akan menikmati kota ini… Menurut saya, tidak adil bagi mereka hanya mendapatkan “ampas” nya saja dari ulah warga jakarta yang telah merusak kotanya sendiri. Padahal, yang akan merasakan Jakarta itu indah atau tidak adalah anak cucu nya sendiri.

    Jaman sekarang semua lebih fokus pada kehidupannya sendiri, fokus untuk bagaimana bertahan hidup di tengah jakarta dengan uang yang banyak.. Andai saja jakarta itu adalah mahluk hidup, mungkin dia telah menangis atas perilaku yang telah kita lakukan.. Karna sebenarnya, kita semua masih mementingkan kepentingan sendiri bukan untuk bersama..

    Seharusnya kita enggak boleh menyalahkan orang lain, kita mulai saja dari diri kita sendiri dengan hal kecil apa yang seharusnya dilakukan, kemudian ajaklah sebagian orang, sehingga sebagian orang itu akan mengajak yang lain juga untuk melakukan hal “kecil” untuk jakarta kita ini.

  23. Khalid Ahmad says:

    Inilah dia Jakarta, kota yang ‘ajaib’. Kendaraan bertebaran di mana-mana, gedung-gedung pun dibangun dengan saling berlomba untuk mencapai langit, tetapi mengapa tingkat kemakmuran warganya rendah?
    Inilah dia Jakarta, kota yang hampir semuanya memiliki ‘label harga’. Kendaraan-kendaraan terus di produksi, bahkan warganya pun tak di batasi dalam hal memiliki kendaraan. Asal ada uang, setiap 1 anggota keluarga bisa memiliki 1 kendaraan pribadi. Asal ada uang, izin mendirikan bangunan pun mudah di dapatkan. Asal ada uang, hukum pun dapat di beli.
    Inilah dia jakarta, kota yang sangat ‘ramah’. ‘Ramah’ terhadap kreatifitas para pengusaha-pengusaha dan pemilik uang berlimpah untuk merealisasikan kenginannya meraup untung yang sebesar-besarnya tanpa memikirkan keseimbangan alam.
    Menurut saya, kota yang ‘baik’ merupakan cerminan warganya yang ‘baik’ pula. Maka dari itu, tingkatkan kualitas sumber daya warga negaranya dulu !

    • makannya jakarta harus perlu pembenahan luar biasa seperti pemindahan pabrik pabrik besar ke luar kota jakarta membuat akses transpotasi masal seperti monorel/subwaw dan meremajai angkutan umum kota

  24. jakarta dulu kota yang indah hidup yang beraturan dan kawasan yang jarang terjadinya kemacetan apalagi yang namanya BANJIR tapi kita lihat sekarang jakarta jakarta merupakan kota lautan manusia, slalu terjadinya kemacetan dimana-dimana. bahkan dijalan tol adahal kita ketahui kalau jalan tol itu jalan yang bebas hambatan apalagi kemacetan hal itu dikarnakan banyaknya penduduk jakarta dan orang pedesaan yang ingin data kekota jakarta (imigrasi ke jakarta) untuk mengais rezeki, ia mungkin mereka fikir dengan mencari kerja dijakarta mereka bisa merubah sedikit nasib mereka yang sekarang karna jakarta merupakan ibukota negara indonesia.
    dan kurangnya cinta penduduk jakarta akan kebersihan lingkangan mereka yang mengakibatkan banjir, dan kurangnya sadar akan rambu-rambu lalu lintas. yah… tulah jakarta sekarang rawan banjir, kemacetan dimana-mana. jadi gimana nasib jakarta kedepannya ?? siapa yang tau. jadi baik atau malah sebaliknya itu semua tergantung masyarakat jakarta itu sendiri bagaimana mereka menjaga dan mencinta jakarta

    ini pendapat saya tentang jakarta. sekian dan terima kasih :)

  25. Intan Putri says:

    Tanggapan saya tentang kota Jakarta :

    Jika ada pertanyaan “apakah hidup di jakarta makin merana dan sengsara nantinya?”

    Jika kita melihat fakta kehidupan di jakarta sekarang menurut saya akan semakin merana karna semakin hari kesadaran masyarakatnya itu sendiri semakin kurang, misalnya tentang banjir yang dari dulu gak pernah selesai, setiap tahun selalu saja ada daerah di jakarta yang terkena banjir dan selalu saja masyarakat menyalahkan pemerintah.
    Semua itu tergantung pada kesadaran masyarakatnya itu sendiri, pemerintah bukannya tidak bertindak tapi pemerintah sudah bertindak dengan membangun kanal untuk menanggulangi banjir tapi masalah terbesar adalah SAMPAH.
    Masyarakat tidak sadar terhadap apa yang mereka lakukan terhadap lingkungan. Pertanyaannya apakah masyarakat sudah membuang sampah pada tempatnya??
    Itu yang harus di renungkan oleh masyarakat di jakarta, kalau memang tidak mau banjir jangan buang sampah sembarangan.
    Marilah kita sadar kalau sampah adalah hal kecil berdampak besar!!

  26. Assalamualaikum wr. wb

    Sebenarnya masih banyak lagi masalah-masalah yang dihadapi Jakarta sebagai ibukota negara republik ini, bila dibandingkan dengan negara tetangga contohnya seperti Kuala Lumpur dan Singapur, Jakarta masih sangat tertinggal. Namun bagaimanapun Jakarta saat ini menurut saya merupakan kota yang paling maju di Indonesia, belum ada kota dimanapun di Indonesia yang mampu seperti Jakarta dalam segi pembangunan dan lain-lain.

    • oke mas rizky
      akan tetapi masalah di sini adalah masalah klasikal seperti masalah macet jalan yang tak berimbang dengan lebar jalan .
      dan angkutan umum tak memadai

      masalah ini juga tak hanya salah pemerintah kota yang berjalan lambat akan tetapi pola pikir yang masih materi warga jakarta yang kerja di kantor besar tidak mau untuk berdesakan untuk berangkat kerja

  27. sedikit dari saya, merubah sebuah kota bukan hal mudah. Merubah sebuah budaya bukan hal gampang. merubah diri sendiri itu yang paling mudah dilakukan. faktor yang mempengaruhi bagus tidaknya kota yang ke-1 adalah kelancaran Lalu-lintas/Macet, penulis tidak menyertakan fakta tersebut karena membaca data yang ada buka situasional jakarta. kebanyakan turis yang berbincang dengan saya begitu heran dengan ‘kemacetan’ bukan kotoran/sampah di sungai coz meraka berlibur ke dufan, Hotel Indonesia dll.
    kebanggan terhadap kota Jakarta dan rasa pedulilah kita dapat membangun kota ini, maaf jika komen sedikit menyinggung..

  28. Jakarta Sekarang aja udah sumpek, apalagi kedepannya. dijalanan aja jalan raya nya udah hampir ga bisa gerak sama sekali. dan juga kali-kalinya, masa si ditengah2 perkotaan kali-kalinya pada item seperti kali yang didepan mangga dua. dan dijakarta udah sedikit daerah resapan airnya. saya si berharapnya gubernur baru dki dapat memperbaiki menjadi kota yang layak, kan jakarta itu ibu kota masa si ibu kota begitu

  29. Menurut saya tentang wacana “Jakarta Kini, Bagaimana Nasibmu Nanti?
    jikalau kenyataan yang sekarang ini memang tetap pada kenyataan sekarang ini tanpa ada perubahan maka nasib kita tidak tau bagaimana lagi,Soalnya masalah jakarta yang dari dulu belum terpecahkan, diantarnya:
    1. Banjir, sehingga masyarakat sering megatakan sudah langganan koq,(pada daerah tertentu).
    2. Macet dimana-dimana.( Jarak tempuh dari satu departemen ke departemen lainnya sangat lama akibat macet)
    3. Kesusahan mendapatkan air bersih.
    4. Bertambahnya penduduk setiap tahunnya (apalagi sebentar lagi hari raya idul fitri,sanak saudara kita banayak yang ingin mengadu nasib ke jakarta).
    5. Semakin hari gedung-gedung makin bertambah,(mall.apartemen)
    Masalah yang seperti ini saja belum bisa kita pecahkan apalagi untuk masuk ke-sepuluh kategori diatas!!!
    Disini juga masyarakat jakarta harus peduli akan lingkungannya, terlebih-lebih pemerintah kita dalam penataan kota.
    Dan kita tahu bahwa jakarta itu adalah pusat dari segala pusat, mulai dari pusat bisnis, pusat budaya, pusat industri, pusat politik, pusat mata pencaharian, pusat pendidikan, dan pusat pemerintahan. Dalam hal ini perlu ada penyebaran pusat tersebut kebeberapa daerah agar jakarta ini dapat terkontrol, Jika tidak jakarta akan semakin sumpek dan semakin padat.

    Dan tentang wacana “Jakarta Kini, Bagaimana Nasibmu Nanti? Dan pertanyaan “Apakah hidup di Jakarta makin merana dan sengsara nantinya?
    dapat kita simpulkan: ” Jika Jakarta tetap seperti kini, Nasib kita akan Merana dan Sengsara” jika tidak ada pembenahan…

  30. jakarta akan baik jika sifat dan tingkah laku warga jakarta sudah baik seperti perintah alloh yang tercantum dalam surat ar-ra’du ayat 11

  31. kota jakarta adalah kota milik kita semua perlu adanya kedewasaan kesadaran dan keseriusan masyarakat yang bertempat tinggal di jakarta ataupun sekitarnya seperti bekasi barat, bekasi selatan dan tanggerang.

    kita perlu memahami bagaimana cara kita untuk memecahkan secara baik benar dan tepat sasaran .pertama kita bagi beberapa tindakan untuk bagaimana jakarta menjadi kota semestinya yang di banggakan tapi tidak untuk bertaruh hidup.

    kita bagi 2 cara yajni jangka panjang =
    1. membuat jalan tol penghubung jakarta – bekasi , tanggerang – bekasi (selain tol yang ada sekarang)
    2. membuat train/monorel
    3.merealisasikan banjir kanal barat
    4.penanaman pohon berakar berat dan kuat di sepanjang sungai besar

    dan untuk jangka pendek
    1.menertibkan warga dan bangunan liar di jakarta
    2.setiap hari harus ada pembersihan selokan atau parit di sepanjang jalan padat penguna
    3.menganti bahan bakar angkutan umum ke gas
    4.meremajai angkutan kota

    masih berlanjut

  32. raden bayu h says:

    perlu adanya pembangunan jangka panjang
    1. danau buatan untuk cadangan air bersih
    2.pembuatan terminal bus atau angkutan umum yang aman dan pelayanan memadai
    3.pembuat monorel/subway
    4.peremajaan metromoni,kopaja,mikrolet bus ex dari jepang
    5.pembuatan saluran air yang harus di kontrol secara berkala
    6.menglokasikan jalur hijau di sekitar bantaran sungai
    7.membuat hutan bakau di utara jakarta
    8.membuat relasi dengan kota sekitar dalam masalah angkuan umum

  33. Saya sangat senang dengan kutipan ini, “Lagian, siapa suruh datang ke Jakarta?” yang terdapat di artikel ini. Karena memang Jakarta sangat tidak nyaman untuk ditinggali, ya walaupun memang kata “nyaman” ini relatif juga sih, karena kembali lagi ke tempat dan daerahnya itu di mana. Tetapi menurut saya memang sebagian besar wilayah Jakarta sangat tidak nyaman, maka pantas saja Jakarta tidak mendapatkan satu peringkat pun di Top 100 dunia.

    Kita juga sebagai warga Indonesia yang baik tidak seharusnya menyalahkan pemerintah saja, karena harus dimulai dari diri sendirilah supaya dapat memperbaiki ibukota tercinta kita ini. Ya dari hal kecil saja seperti sampah, masih begitu banyak entah itu dari selokan-selokan kecil sampai sungainya pun penuh dengan sampah, dan bahkan banyak juga yang airnya menjadi berwarna hijau kekentalan, saya bingung mengapa masyarakat yang tinggal di daerah tersebut betah-betah saja. Tapi setelah saya lihat-lihat lagi memang karena kondisi ekonomi mereka juga, karena semakin jorok tempat itu semakin murah pula untuk ditinggali. Sungguh merana dan sengsara nasib Jakarta.

    Sulit memang untuk memperbaiki Jakarta, maka dari itu haruslah kita mulai dari niat dan kesadaran kita sendiri untuk melaksanakan perbaikan seperti 10 kriteria yang telah disebutkan di artikel ini.

    Ayo tetap semangat Jakarta ! Dan selamat ulang tahun Jakarta..

  34. raden bayu h says:

    “”emeringkatan “Quality of Life of Cities” menggunakan 39 indikator yang dikelompokkan dalam 10 kategori, yaitu:”"

    dalam kategori diatas apakah masyarakat terlibat dan apakah masyarakat tahu ini perlu adanya sosilisasi besar besaran dalam arti media lokal tv internet dan pemimpin rt/rw harus mampu mensosialisasikan wawasan ttg itu.

  35. Nasib kota Jakarta akan menjadi lebih baik lagi, tergantung dengan pemimpinnya.Karena pemimpin itu yang mempunyai kendali penuh atas semua kegiatan yang di pimpin-nya.klo menurut saya,Pemimpin itu bagaikan pondasi rumah, jika pondasi yang didirikan kokoh/kuat maka rumah tersebut juga akan kokoh/kuat dan sebaliknya jika pondasi yang didirikan tidak kokoh/kuat maka rumah itu akan ikut tidak kokoh (mudah hancur).

  36. Assalamualaikum wr.wb.
    Saya tertarik dengan tulisan ini, “Jakarta Kini, Bagaimana Nasibmu Nanti?”. Dari judul mungkin sudah terbayangkan bagaimana Jakarta kini, dan apakah yang akan terjadi nanti. Jika kita lihat sekarang keadaan Jakarta memang banyak gedung-gedung tinggi seperti halnya Jakarta masuk dalam posisi ke-16 The World’s Best Sky Lines berdasarkan rangking yang dibuat oleh Skyscrapper Cities pada tahun 2011 dengan pencapaian gedung tertinggi yang dimiliki oleh Wisma 46. Wisma 46 terletak di komplek Kota BNI di Jakarta Pusat. Posisi ke-16 tersebut mengalahkan Beijing dan Osaka di posisi berurutan yaitu ke-18 dan 19. Akan tetapi, Kuala Lumpur yang serumpun dengan Indonesia berada pada peringkat ke-13. Prestasi yang diraih gedung-gedung tinggi di Jakarta memang cukup membanggakan. Siapa yang tidak bangga mempunyai gedung-gedung pencakar langit yang makin mengeksotiskan diri menjadi “modern city”? Tentu semua orang bangga.
    Namun, jika dikaitkan dengan peringkat diatas dengan peringkat “Innovation Cities”, “Quality of Life of Cities”, “Green City”, “Smart City”, lebih cenderung untuk mengetahui seberapa jauh Jakarta menjadi kota hijau sebagaimana index yang ada diatas, yang menurut saya mengacu kepada green city.
    Mengacu index, pada point disebutkan “air quality”, pasti kita berpikir apakah kualitas udara di Jakarta cukup bagus untuk kesehatan. Banyaknya transportasi umum yang memang kurang layak digunakan sehingga menyebabkan pencemaran, saat ini masih digunakan. Pencemaran berupa gas CO2, CO, maupun timbal sungguh membuat Jakarta makin ironi dengan kesan “udara sehat”. Mungkin hal tersebut sudah diminimalisasi oleh Pemerintah setempat dengan membuat taman kota. Namun, dirasakan kurang cukup karena bukan dari transportasi umum saja pencemaran udara berasal, melainkan dari pabrik-pabrik nakal.
    Kemudian masalah “pengairan”. Bagaimana warga mendapatkan akses air bersih untuk kehidupannya? Kita masih melihat di berita-berita warga Jakarta membeli air bersih menggunakan drum-drum bahkan mencuci dan lain-lain menggunakan air sungai yang kebersihannya belum terjamin.
    Selanjutnya untuk masalah sampah, sampah di Jakarta masih menggunung. Dimana-mana sampah, setiap ada event pasti banyak sampah berserakan. Ini merupakan tanggung jawab kita sebagai warga asli Jakarta maupun pendatang agar bisa mendisiplinkan diri untuk membuang sampah pada tempatnya, dan kebiasaan ini bukan hanya untuk di Jakarta, tetapi dimanapun. Guru saya sewaktu SMP pernah berkata, mengapa Indonesia tidak membagi kelas-kelas sampah menjadi 8 atau 5 kelas bukan hanya 2 pembagian, misalnya ada pembagian sampah organik, plastik, besi, dll, maaf hal ini saya agak lupa. Meskipun agak merepotkan dalam pemilahannya, tetapi sampah-sampah yang tadi dipilah lebih bisa di daur ulang kembali.
    Untuk masalah “non-car transport”, sudah banyak warga Jakarta yang sadar akan kesehatan dengan menggunakan sepeda untuk bekerja. Dengan itu, setidaknya polusi udara akan berkurang dan mengurangi jumlah penggunaan energi yang digunakan yaitu bensin.
    Untuk Jakarta ke depannya, memang tak semudah membalikkan telapak tangan mengubah Jakarta menjadi kota yang benar-benar nyaman untuk semua orang. Untuk itu diperlukan sinergi antara pemerintah dan warga untuk mengubah Jakarta menjadi kota yang ramah.
    Masa depan Jakarta, ada di tangan kita! Mari berinovasi untuk mengubah Jakarta menjadi lebih baik!

  37. Segala sesuatu di dunia bisa sukes jika memiliki sebuah ciri khas. Baik itu seorang manusia, sebuah perusahaan, maupun sebuah negara. Sebagai contoh orang yang bisa sukses karena memiliki ciri khas adalah Jose Mourinho. Ia mempunyai ciri khas yaitu memiliki sifat arogan. Namun tak disangka, ciri khasnya tersebut yang membuat nya menjadi sukses seperti sekarang ini. Contoh lain sebuah negara yang sukses karena memiliki ciri khas adalah Singapura. Negara tersebut sangat kecil wilayahnya, namun itu tidak menyurutkan sepak terjang mereka. Dengan segala keterbatasan, mereka berusaha memusatkan perhatian untuk menjadi green city terbaik dan mereka berhasil.
    Berangkat dari pernyataan diatas, dapat dibuat kesimpulan yaitu Jakarta juga harus mempunyai sebuah ciri khas. Jakarta tidak perlu berusaha untuk menjadi yang terbaik di segala bidang, namun cukup memusatkan perhatiannya untuk potensi terbaik yang mereka miliki. Indonesia berada di wilayah yang dilalui garis khatulistiwa, maka menurut pendapat saya pribadi, menjadi green city adalah pilihan yang tepat. Karena itu benar-benar memanfaatkan iklim di daerah khatulistiwa. Semoga Jakarta lebih sadar akan hal ini saat bertambahnya umur mereka. Pastikan untuk menjadi yang terbaik dalam satu bidang ini. Karena setelah menjadi yang terbaik dalam satu bidang, bidang lain juga akan ikut terpacu untuk berkembang. Forza Jakarta!

  38. Arpy Angara says:

    Menurut saya, Jakarta tiap tahun berubah menjadi lebih baik di bidang bisnis. Memang benar dibidang perekonomian Jakarta membaik. banyak investor yang menanamkan sahamnya di Jakarta. Kini Jakarta dikenal di dunia internasional. Namun kemajuan tersebut berlawanan dengan kehidupan masyarakat Jakarta. masih banyak warga Jakarta yang hidup miskin. tinggal di pinggir kali dan tempat kumuh lainnya. Selain masalah kemiskinan, Jakarta memiliki banyak problem diantaranya kemacetan, banjir, meningkatnya tindak kejahatan dan masih banyak lagi. Perekonomian memang maju dan seharusnya banyak menyerap tenaga kerja, namun pengangguran di Jakarta masih saja banyak. Jakarta perlu perubahan dibidang lain. Jangan hanya dibidang ekonomi dan bisnis saja yang berkembang.
    Selamat Ulang Tahun Jakarta. Semoga Jakarta Tetap Jaya dan masalah – masalah yang saat ini sedang melanda Jakarta dapat diselesaikan.

  39. Salam Sejahtera,
    Kalau untuk menjadikan Kota Jakarta menjadi Kota yang hijau itu terdengar mustahil memang, terlebih bila kita lihat akhir-akhir ini tidak ada perubahan positif yang kita temukan, terlebih dimana pertumbuhan Gedung-gedung dan Mall di kota Jakarta semakin meraja lela, Pemerintahpun sepertinya tidak mau perduli akan fenoman ini, itu dapat kita lihat dari diberikannya izin kepada mereka dengan tidak memikirkan dampak lingkungan yang terjadi, dimana Jarak dari satu Mall ke Mall yang lain hanya berjarak lemparan batu saja,

    Taman dikota Jakarta saja sangatlah sedikit bila dibandingkan dengan Gedung-gedung tinggi, padahal membuat taman Kota itu sangatlah besar manfaatnya, selain menjadikan kota menjadi terlihat segar dan mencegah polusi, taman kota bisa menjadi sarana bagi Masyarakat untuk berkumpul bersama keluarga dihari-hari libu, dan menjadi tempat untuk bersosialisasi, rindunya masyarakat akan sarana-sarana berkumpul keluarga terlihat dari antusiasme masyarakat mengikuti “car free day” yang pemerintah adakan guna mengurangi polusi, walaupun beberapakali dalam sebulan, tapi tak jadi masalah

    Jadi kapan kita melihat Jakarta yang Bersih, Indah dan Hijau?. yaitu disaat kita sadar bahwa pentingnya Kebersihan!! kita mulai dari yang terkecil, seperti buang sampah tidak sembarangan, memakai angkutan umum, memakai kertas-kertas bekas, dan banyak lagi.. keputusan bukan ada didalam pemerintah , kepetusan ada di tanganmy sebagai Mahasiswa/i yg perduli akan lingkungannya, :)

  40. Menurut saya, kota Jakarta memiliki potensi yang sangat besar untuk menjadi lebih baik lagi, bahkan dalam waktu yang relatif singkat.
    Selain didasari kekuatan optimisme, komentar saya ini juga mengacu kepada fakta dilapangan bahwa jumlah penduduk di kota Jakarta itu sendiri sangatlah banyak dan mayoritas dari mereka sangat memperhatikan hal-hal kecil mulai dari trend musik, fashion, hingga gonjang-ganjing kasus korupsi dan politik yang sedang berlangsung di ibukota.
    “apa artinya itu?”
    Artinya adalah untuk mengubah kota Jakarta menjadi lebih baik lagi, hanya dibutuhkan seorang pemimpin yang dapat membuat aktivitas peduli lingkungan dan gaya hidup sehat menjadi trend dan kebiasaan dengan cara terus mempublikasikan atau mempromosikan hal-hal tersebut secara berulang-ulang diberbagai media layaknya promosi iklan komersial yang sering kita lihat di media massa, sehingga kebiasaan-kebiasaan tersebut akan mudah diserap dan diterapkan.
    Jadilah masyarakat bermartabat yang memiliki budaya hidup bersih dan sehat, sehingga akan menjadi hal yang tabu lagi memalukan bagi mereka yang tidak peduli akan lingkungan tempat kita tinggal.
    Terima Kasih :)

  41. Banyak orang-orang dahulu kita mengatakan jakarta tidak seperti saat ini . dahulu jakarta masih sebuah kota yang hijau , masih tentram dan hampir semua ladang yang apabila kita tanam kan bibit-bibit tanaman buah-bauah dan sayuran akan tumbuh sangat subur . namun pada saat ini semua itu telah berubah dengan kemjuan IPTEK . gedung-gedung pencakar langit dan jembatan layang yang menjulang tinggi untuk mengurangi padat nya kendaraan kota jakarta ,namun semua itu belum cukup mengurangi padat nya kendaraan ibukota maka pemerintah berpikir dan terus mencari solusi atas masalah jakarta yang hasil nya terbntuk jalan tol ,bushway dan transportasi lain nya yang mengurangi kepadatan kendaraan.

    Apakah pantas kita mengatakan ?!
    “Jakarta Kini, Bagaimana Nasibmu Nanti?”
    “Apakah hidup di Jakarta makin merana dan sengsara nantinya?”

    para pemimpin negara ini sudah sangat berjasa memberikan yang terbaik buat negara ini tidak pantas kita mencela pemimpin-pemimpin negara ini yang sudah berjuang ,hanya saja merubah sebuah ibukota jakarta yg besar ini bukan lah mudah terlebih lagi dengan sosial politik yang sangat rumit di negra ini . saya berpendapat usulan presiden soeharto sangat lah baik dan briliant dengan keadaan ibu kota yang sangat padat ini dan tak terkendali ini untuk dapat megurangi kepadatan nya mengambil suatu keputusan untuk melakukan pemindahan ibukota jakarta ke kota jonggol yang tidak jauh dari jakarta .ini usulan sangat bagus menurut saya ,krena dengan berpindah nya pusat pemerintahan maka lapangan kerja akan terbuka luas di ibukota yang baru dan pusat-pusat pemrtintahan yang di dalam nya ada sebuah tenaga kerja akan ikut pindah ke pusat pemerinthan tempat di mana mereka bekerja dan juga positiv nya akan mengalami pertumbuhan ekonomi yang merata . lalu dengan ide seperti ini jawaban nya sudah dapat kita jawab ”

    1. “Jakarta Kini, Bagaimana Nasibmu Nanti?”
    tentu jakarta nanti berubah , tidak sepdat dahulu ketika menjadi kota ibu kota dengan berpindah nya pusat perekonomian maka penduduk akan berkurang dan akan dapat terkendali dengan membuat suatu aturan atau hukum yang memaksa . misal nya membuang sampah sembarangan akan di kenakan denda Rp500.000 . semua orang mentaati itu dan lembaga hukum jga patuh .. saya yakin jakarta akan seperti ibukota singapura , malaysia , bahkan inggris dan amerika

    2. “Apakah hidup di Jakarta makin merana dan sengsara nantinya?”
    tentu saja jakarta tidak akan sengsara dan merana , jakarta akan tumbuh menjadi kota yang terkandali dan tumbuh yang pesat dengan hukum yang kuat dan mengikat dan pula tanam kan lah rasa memiliki dan bertanggung jawab dengan kota jakarta .saya yakin jakarta akan menjadi kota yang besar dengan penduduk nya yang berjiwa besar

    sekian atas komentar saya .,
    inilah usulan pendapat saya tentang kota besar ini , jakarta

  42. Jakarta kini, gimane nasibnye nanti? aye sebagai anak betawi yang bener-bener asli jakarte.. ya, meskipun tinggalnya di Depok, tapi tiap minggu slalu “ke Jakarta aku kan kembaliiiiiiiiiii” kayak lagu koeplus gitu dah.hehe
    mesti mulai dari mane ngomong soal jakarte, bingung karna saking banyaknya hal unik dimari… monas , bajai, Busway, Sampahnye, Banjir, kuliner, pokoknye semua ada dijakarta ..
    campur aduk deh rasanye tiap ngiter-ngiter jakarta…
    seneng , liat jakarta udah makin maju,,, kota yang katanya “metropolitan”, boleh deh di acungi jempol… makin padet penduduknye…
    rame bener dah,dari berbagai macam penjuru daerah.. buktinye, kalo lebaran tiap aye pulang ‘kota’ kok sepi amaaat, kayak kota sunyi… ampe di jalanan bisa tiduran ngampar dulu saking mobil ampe sepiiiiiii,kayaknye pada pulang kampung dah yak
    campur aduk dah tiap memandang Jakarte
    sedih? iye, semakin kemari, dimari rasanya makin sedih njelimet dah,,,, kok jalanan jadi kering kerontang, dulu perasaan banyak pu’un,, pade kemanee ye…… rindang banget rasanya dulu ke jakarta, home sweet home dah, sekarang liat jalanan udah pada gedung semua, saking tinggi nye ampe nunduk-nunduk liatnya. hehe
    kalo liat ke pinggir-pinggir jalanan, saluran airnya kok sempit amat, udah gitu sampah ngegunung,,, malahan fasilitas publik kayak halte,tong sampah,tiang,tembok,taneman, hal begitu aje ampe dirusak “oknum” yang ga bertanggung jawab, kadang di pilox gak jelas…
    aye lebih apresiasi ame anak-anak nyang bikin seni grafiti tentang jakarte, dari pada yang corat-coret pilox yang kagak jelas gitu….
    Satu hal yang menurut aye penting banget…..
    kalo jakarte mau jadi kota indah berseri.. (cie elah .haha), tentunya butuh kekompakan antara pemimpin ama yang dipimpin… apapun visi dan misi yang dibuat oleh pemimpin, tentunye ditentuin dari andil besar warge jakarte… hal kecil yang tentunya udah kite pahamin, misalnye soal membuang sampah, lebih dari satu kali,,, tiap aye di jalanan ngiter jakarta, dari beberapa mobil itu adaa aja ada tangan ‘jail’ yang nongol trus buang sampah ke jalan begitu aje,,, tanpa rasa bersalah,,, bayangin kalo tiap menit masih ada yang kayak itu? gimana gak mau banjir?
    kite terlalu memandang jauh soal pu’un ditebang ampe mengurangi daerah resapan air, padahal di depan mata kite, banyak yang secara nyata ikut andil mengundang banjir ke jakarte
    belom lagi yang pada aus ama laper , trus sampahnye dibuang 2 cm kesamping, ‘tuiiing!!’ wadduh, tong sampah jaraknya jalan dua langkah tapi buang sampah begitu. hiks,,, menyedihkan
    jangankan dijalan , aye naik angkot aje, dibawah kursi ada sisa lontong ame daun daunyye.. ampun dah aaah

    trus, kalo kite mau jalan-jalan ke Ancol,,,, di tol nye kan sebelah kiri, itu ada kali panjang ntuh, ya ampun, emak dulu cerita aer disitu bisa diminum saking beningnye, ya ampun sekarang,udah kayak kesemprot tinta cumi, item bener dah, “wangi” lagi… aye heran, kok bisa limbah pabrik dibuang ke daerah kali luas ngampar begitu, siape yang tanggung jawab kalo dah begini yak….

    hal diatas hanya sebagian kecil yang bisa aye gambarin tentang kota aye tercinta, walaupun dengan semakin banyak kekurangan, tapi aye tetap cinta .hihi
    pokoknye, kalo emang kite bener-bener cinte, buktiin dah tuh, sama-sama rawat dan jaga jakarta kite..
    harapannye moga jakarta bisa lebih bersih indah berseri, kagak ade tawuran lagi, pu’un nye banyak biar adem.. pokoknye ayo sama-sama membangun jakarte.. supaye kite kagak merane.. Amiiin

  43. Selamat Malam.
    Di dunia internasional ibu kota merupakan cerminan keadaan dari sebuah negara. Berkaca kepada berbagai aspek didalamnya, sesuai dengan tulisan diatas Jakarta hanya masuk peringkat ke-64 dari 66 kota di wilayah Asia. Cukup menmprihatinkan bagi negara yang merupakan salah satu terbesar (secara populasi dan SDA) di dunia.

    Secara kasat mata saja kita bisa melihat bagaimana kesemrawutan kota jakarta, kita juga bisa melihat bagaimana banjir menggenangi jalan-jalan protokol serta jakarta yang dinobatkan sebagai kota dengan Mall terbanyak (terlalu banyak) didunia. Bukan itu saja baru-baru ini Jakarta masuk kedalam daftar 10 kota yang paling dibenci oleh turis mancanegara.

    Masalah keamananpun menjadi hal yang penting, dimana sudah banyak terjadi kekerasan / kejahatan yang rasanya semakin lama semakin banyak. Masalah kemiskinan dibalik gedung-gedung tinggi, masalah lingkungan dan saya rasa akan menjadi satu buku jika saya tulis semua masalah di Jakarta.

    Menurut saya kesemrawutan kota juga di sebabkan oleh para pemimpin melalui kebijakannya dan warga yang tidak mentaati aturan.

    Jika saat ini saja Jakarta sudah sangat semrawut bagaimana dengan puluhan bahkan ratusan tahun kedepan. Mulai sekarang perlu dilakukan berbagai usaha pembenahan dari berbagai elemen masyarakat yang berkelanjutan. Agar anak cucu kita kelak bisa membanggakan ibu kota kita ini di negri nan jauh sana.

  44. Ini adalah efek dari tidak meratanya pembangunan di negeri ini, semuanya terpusat di Jakarta mulai dari pusat pemerintahan sampai pusat perekonomian. Semua masyarakat luar Jakarta terigiur akan perkembangan Jakarta dan akhirnya berbondong – bondong mencari peruntungan di sini. Karena inilah akhirnya mulai timbul berbagai masalah di Jakarta dan mungkin kota – kota besar lainnya yaitu makin meningkatnya jumlah penduduk, lapangan pekerjaan yang tersedia tidak memadai dan akhirnya terjadilah pengangguran masal yang akhirnya berdampak ke masalah sosial lainnya yaitu meningkatnya angka kejahatan, semakin sedikit lahan untuk tempat tinggal yang akhirnya makin banyaklah bangunan -bangunan liar yang berdiri tanpa izin. Untuk itu saya rasa pemerntah harus berbenah untuk meningkatkan pemerataan pembangunan di negeri ini dan pemerintah daerah harus lebih giat dalam memajukan daerahnya agar lebih banyak tercipta lapangan kerja di daerah agar warga daerah dari luar jakarta tidak lagi harus mencoba merubah nasibnya di Jakarta melainkan membangun dan memajukan daerahnya masing – masing.

  45. Jakarta merupakan ibukota negara yang berarti inilah pusat dari seluruh aktivitas masyarakat Indonesia berpusat di kota Jakarta ini, tak heran Jakarta sering di sebut sebagai kota metropolis. namun sangat disayangkan Jakarta sekarang memiliki kondisi yang sangat menyedihkan. Cukup banyak para koruptor yang berhasil di tangkap yang berarti banyak sekali pejabat negara yang telah dipercayakan oleh masyarakat untuk memimpin negara ini namun membuang kepercayaan itu dengan melakukan tindakan korupsi, mereka pun hanya memikirkan kepentingan pribadi dan tak pernah memikirkan bahwa masih banyak sekali masyarakat yang tinggal di jakarta dengan tempat tinggal yang sangat tidak layak, anak kecil pun tidak berhak memperoleh pendidikan dari pemerintahan, mereka pun dibiarkan untuk mencari nafkah dan tak heran banyak pengamen dan pengemis beredar di pojok pojok kota Jakarta. Untuk penghijauan saja, jakarta sangat minim akan penghijauan, terlalu banyak gedung-gedung dan pusat pemberlanjaan yang di bangun yang menyebabkan kurangnya saluran air untuk penyerapan sehingga banjir pun terjadi ketika hujan telah tiba. Untuk masalah banjir , kita tidak boleh menyalahkan seutuhnya kepada pemerintah. Namun kita harus sadar pada diri sendiri kita apakah kita sebagai penduduk Jakarta sudah selalu membuang sampah pada tempatnya atau sebaliknya?
    Seandainya saja ibukota bisa berpindah tidak lagi di Jakarta, mungkin masalah masalah seperti kemacetan, pengangguran, dan lain lain dapat berkurang. namun tidak mudah untuk indonesia berpindah ibukota. harapan saya untuk kota Jakarta yang sebentar lagi akan ulang tahun, semoga saja Jakarta bisa lebih baik, adanya solusi untuk mengurangi Kemacetan, pengangguran pun berkurang juga pemerintah harus lebih peduli kepada rakyat miskin yang masih banyak membutuhkan pertolongan dengan membuat program-program yang gratis khusus rakyat miskin, sehingga mereka juga memperoleh pendidikan yang layak juga pengobatan gratis.

  46. Jakarta, kota metropolitan di Indonesia. Nasibmu sekarang ditentukan oleh para penghunimu, yaitu masyarakat Jakarta. Sebenarnya tidak hanya dari masyarakat saja, tetapi pemerintah juga harus ikut peran serta dalam memajukan Kota Jakarta yang semakin bertambah tua ini.

    Walaupun Jakarta belum termasuk dalam kategori pemeringkatan kota, yaitu “Innovation Cities”, “Quality of Life of Cities”, “Green City”, “Smart City”, dan “Skyscraper Cities”, minimal Jakarta sudah mulai menunjukkan perubahan untuk kedepannya saat ini. Salah satunya dalam kategori Green City, Jakarta sudah mulai menggerakkan program go green ini yaitu dengan mengurangi jumlah pom bensin dan digantikan dengan taman yang berisi pepohonan.

    Mengenai pertanyaan “Apakah hidup di Jakarta makin merana dan sengsara nantinya?”, Tanpa adanya suatu kesadaran itu bisa saja sangat mungkin terjadi dan hal ini tentunya sangat meresahkan sekali bagi masyarakat.

    Mari sekarang sama-sama kita bangun kota Jakarta kita, dalam arti kita ikut turut serta dalam pembangunan di ibukota. Mungkin dengan memperhatikan kategori yang telah disebutkan diatas, kita cermati dan mulai bertindak, Jakarta mungkin akan menjadi lebih baik nantinya. Saya yakin sekali dengan kerjasama yang baik dan kerja keras, Jakarta beberapa tahun kedepan akan menjadi kota dambaan masyarakat Jakarta yang aman, nyaman, dan tentram.

  47. Di usia Kota Jakarta yang sudah tua ini, memang Kota Jakarta belum masuk ke dalam 100 Top Dunia untuk pemerintahan inovasi. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor seperti yang telah disebutkan pada artikel ini. Jika membicarakan kapan Jakarta akan berinovasi tentu tidak akan ada jalan keluarnya jika kita hanya berdiam diri dan menyaksikan keluh kesah hidup di ibu kota ini. Penyelesaian mungkin akan bisa lebih baik jika kita dapat melihat segala indikator kondisi Jakarta. Alasannya, jika kita mengetahui indikator-indikatornya, maka kitapun akan menyadari kekurangan yang ada dalam indikator tersebut. Kemudian, kita bisa memperbaiki segala kekurangannya, tentu dengan bantuan seluruh warga, khususnya warga Jakarta. Dengan demikian, kehidupan di Jakarta akan semakin membaik nantinya.

  48. selamat malam

    hmm kalo menurut saya Jakarta bisa menjadi salah satu dari “Quality of Life of Cities”, namun meski sekarang yang terlihat masih banyak halangan yang menutup keinginan itu semua..

    dari segi sanitasi/kebersihan,
    ya, Jakarta masih sangat jauh dari kategori kota terbersih, dan yang bersih2 itu hanya yang berada di Mall atau gedung2 elite lainnya, yang sedangkan di tempat lain di biarkan begitu saja.. dan jujur saya paling sebel kalo “susahnya menemukan tempat sampah kalo di Jakarta”
    mungkin berbeda dengan Jogja yang tertata rapi.. jangan sombong Jakarta, ambil kebaikan yang di lakukan Jogja.
    kalo mau jujur, untuk mengelola kebersihan sangat lah mudah, tapi akannya kesadaran masyarakat dan pihak yang berwajib (pemerintah yang kurang tegas), di Jakarta buang sampah sembarangan dendanya gratiiis.. kalo di Singapore buang sampang sembarangan di denda 50 juta..
    apa susahnya menjaga kebersihan?? toh yang untungkan warganya juga kan :)

    dari segi pendidikan,
    oke lah sekolah2 di Jakarta mau mengadakan sekolah2 international..memang tujuannya baik agar siswa dapat memiliki “keistimewaan” tersendiri..tapi jangan salah, masih kebanyakkan guru2nya belum siap untuk program ini :), yang pasti karena bahasa yang disampaikan dengan bahasa inggris, dan siswa2nya masih ada yang “labil” dan suka membandingkan dengan sekolah2 yang lain
    (saya pernah denger curhatan guru les Primagama saya yang dulu)

    dari segi hiburan, oke jakarta, saya memang gemar menonton film/cinema movie, namun yang saya rasakan adalah kenapa menonton di XXI menjadi ajang keharusan bagi para anak labil2 jakarta?? karena waktu saya di bus saya pernah denger celetukan dari anak SMA dia bilang “ah lu nonton di XXI donk, biar gaool gituu”
    dalam pikiran saya “ya Allah, labil tingkat tinggi ni anak -.-”
    hati2..terkadang hiburan yang menunjukkan ke hedonismnya akan menyebabkan kesenjangan sosial pula :)

    segi transportasi, oke sangat bagus jakarta telah di lengkapi dengan bus way, kereta api, angutan umum
    namun masih ada “tapinya” :)
    bus way, sangat bagus sebagai sarana transportasi karena nyaman, tapi dari segi jumlah masih sedikit, yang sedangkan jumlah penduduk Jakarta semakin banyak
    kereta api, kelemahan yang sering di temui adalah “jadwal tiba kereta yang suka ngaret parah” sering saya temui kasus ini bersama kakak saya..
    angkutan umum, masih tergolong aman..namun khususnya untuk kaum wanita terkadang masih kasus pemerkosaan di dalam angkutan umum.. :-(

    karena ketersediaan sarana transpotasi yang kurang, maka masyarakat lebih memilih kendaraan pribadi, yang sudah jelas2 membawa kendaraan pribadi malah akan menambah kemacetan di jakarta (payahnya banyak masyarakat yang kurang nyadar)

    lingkungan alam?? sangat banyak polusi, banget banget..

    perumahan?? banyak perumahan yang elite2 dan mewah..tapi karena banyak perumahan tersebut yang akhirnya menyebabkan banjir karena kurangnya area peresapan.. :-(

    dari tadi komentar yang negatifnya mulu ya hehe :D
    oke berikut adalah solusinya :)
    jujur, solusi yang terbaik adalah balik ke diri kita sendiri, mau berubah menjadi lebih baik atau tidak, karena jika ingin merubah jakarta menjadi lebih baik, warga jakartanya harus sadar akan baik perubahan dari kebaikan itu sendiri..kalo jakarta terus seperti ini..maka hidup kedepannya akan tambah merana..saya yakin..
    “harus action, no talk only” jika ingin mengharap perubahan yang baik untuk jakarta :)
    kalo mau jujur ya, jakarta masih jauh dari “Quality of Life of Cities”
    namun jika ingin di usahakan dan di coba, kenapa tidak??

    dari pengalaman kakak dan temen saya yang pernah ke singapore dan ke malaysia, saya melihat foto2nya disana, melihat keadaannya melalui media ceta digital (foto)
    dan saya kagum, tidak ada sampah disana, dan terutama malaysia, tata kotanya mirip seperti jakarta namun sangat bersih dan bebas dari sampah :)

    sekian saja komentar saya hehe semoga bermanfaat :)

  49. Kenlly says:

    Jika berbicara tentang Ibu kota kita yaitu DKI Jakarta maka takkan pernah ada habisnya selalu ada-ada saja hal-hal yg terjadi baik itu positif ataupun negatif . Dilihat dari hal-hal yg positif, Jakarta termasuk kota yg cukup membaik bahkan naik/bangkit sebut saja seperti realisasi dari pemerintah, kehidupan sebagian warganya, inovasinya, dll . Namun sekarang jika dilihat dari hal-hal negatif juga tidak kalah naiknya, sebut saja seperti macet, banjir, padat, kumuh, sampah, kemiskinan, kurangnya tingkat kesehatan, dll .
    Jika warga Jakarta ditanya mendadak 1 kata tentang Jakarta maka pasti banyak yg menjawab MACET, termasuk saya . Ini dikarenakan semakin padatnya warga, semakin sempitnya wadah . Dan jika berbicara Jakarta Hijau, ini belum pas tuk Jakarta sekarang ini tapi tetap bisa direalisasikan dengan tindakan kecil berupa tanam 1 pohon atau 3 tanaman sedang di setiap rumah .
    Nahh, disini kita bisa ambil kesimpulan bahwa siapa dan apa yg salah ?? Apakah pemerintahnya atau warganya?? . Dari pertanyaan tsb saya setuju dengan cuplikan artikrl di atas yaitu “Apapun posisi dan prestasi jakarta dibanding kota lain, semuanya bisa menjadi bahan instropeksi – baik pemerintah maupun warganya – bahan evaluasi, lalu dimaknai dan disikapi secara positif agar Jakarta lebih baik di masa datang.” jadi tetap dengan slogan Bersama Kita Bisa . Bagaimana nasib Jakarta nanti??dan apakah hidup di Jakarta makin merana dan sengsara nantinya? Jawablah pertanyaan itu dengan tindakan apa yg anda lakukan tuk Jakarta kini dan nanti .

  50. Menurut saya, jika keadaanya tetap seperti yang kita lihat dan rasakan saat ini maka kemungkinan besar Jakarta akan menjadi semakin memburuk di masa yang akan datang. Melihat dari berbagai sisi dan sudut pandang yang ada serta berdasarkan indikator “Quality of Life of Cities” dan Green Citiy, kita sangat jauh sekali dari indikator penilaian itu.

    Sangat banyak sekali hal-hal yang perlu kita perbaiki bersama. bukan hanya pemerintah, namun masyarakat pun harus ikut berkontribusi banyak. karena jika hanya peraturan dan himbauan pemerintah tanpa adanya kesadaran masyarakat jakarta sendiri tidak akan adanya perubahan. Seharusnya, antara pemerintah dan masyarakat haruslah saling peduli dan percaya. permasalahannya saat ini telah banyak sekali janji-janji pemerintah Jakarta untuk membenahi kota Jakarta namun hasilnya nihil. hal tersebutlah yang memicu timbulnya rasa ‘ketidakpercayaan’ masyarakat terhadap para pemerintah. Hasilnya, masyarakat pun hidup mementingkan kepentingannya sendiri tanpa memperdulikan lingkungan sekitarnya karena mereka sudah tidak percaya lagi dengan janji pemerintah.

    Pemerintah haruslah menepati janji-janjinya sehingga dapat mengembalikan “Kepercayaan Publik”. dengan hal tersebut akan tercipta sikap saling terbuka, salng percaya, dan yang terpenting saling perduli terhadap sesama dan lingkungan. dari sanalah kita berangkat untuk mulai membenahi Jakarta kita ini untuk menjadi kota yang lebih baik.

    Dan pesan saya untuk warga Jakarta karena sebentar lagi kita akan memilih Gubernur yang baru, Pilihlah Gubernur yang Anda percayai dapat menjadi pemimpin dan benar-benar akan membenahi Jakarta. jangan memilih karena dapat ‘Serangan Fajar’ semata.

  51. Dalam hal ini, saya sebagai masyarakat asli kota Jakarta tak ingin banyak berkomentar. Saya hanya ingin memberikan beberapa kutipan tulisan saya beberapa waktu lalu mengenai kota Jakarta. Dalam tulisan ini, terdapat sebuah dialog antara Jakarta dan Penghuninya..
    “Jakarta :
    Aku tahu,mungkin kau memang benar manusia. Akan tetapi, lihatlah aku sekarang. Aku hanya sebuah kota kecil dengan ribuan manusia di dalamku. Aku merasa hanya sampah yang tak pernah bisa memberikan keuntungan apapun bagi manusia. Aku tak punya kekuatan. Aku menjadi seakan-akan tak berdaya.
    Manusia :
    Jangan pedulikan itu, sesungguhnya sebagai manusia aku minta maaf karena tak pernah bisa mencegah kawan-kawanku yang berbuat nista kepadamu. Sekarang, kau mesti tahu Jakarta, ibarat pelangi yang memiliki 7 warna indah, kau memiliki 7 kekuatan yang sebenarnya tak pernah kau sadari. Pertama, kekuatan metropolitan yang kau punya untuk menarik perhatian manusia-manusia di kampung untuk datang kepadamu. Kedua, kekuatan internasional yang mampu menarik wisatawan luar negeri untuk datang kepadamu dan mengenalmu lebih jauh. Ketiga, Kekuatan spiritual yang kau miliki, yakni keramahan kau terhadap budaya-budaya baru yang masuk. Keempat, kekuatan fisik yang kau miliki, kau mampu menampung puluhan juta jiwa manusia selama bertahun-tahun. Kelima, kekuatanmu untuk menyediakan kesempatan bagi para pemuda yang senantiasa memberikan aspirasi-aspirasinya dijalan menuntut sebuah perubahan untuk negeri. Keenam, kekuatanmu menjadi wadah bagi manusia-manusia yang mau menuntut ilmu. Terakhir, kekuatanmu yang paling tangguh adalah kekuatanmu untuk tetap menjadi Ibukota Negara Indonesia selama bertahun-tahun. Itulah kamu Jakarta, kamu begitu kuat dibandingkan kota-kota lainnya. Aku beruntung Jakarta,karena aku dilahirkan disini bersamamu.
    Jakarta :
    Hai manusia, aku terharu mendengar ucapan-ucapanmu itu, tak pernah aku sadar. Ternyata aku punya kekuatan. Kau benar-benar manusia yang baik. Akan tetapi, aku masih saja tetap merasa sedih. Lihatlah itu, anak-anak jalanan disana aku telantarkan begitu saja, menghadapi kerasnya kehidupan bersamaku, sedangkan aku tak berdaya disini. Lihatlah yang sebelah itu, Nenek-nenek itu masih harus berjuang mengemis untuk mencari sesuap nasi agar kenyang. Lihatlah jalan ini, kemacetan tiada terukur panjangnya, aku malu..aku malu pada manusia yang menunggu antrian kemacetan itu. Lihatlah lagi, perempuan-perempuan penumpang angkutan umum yang tak pernah bisa nyaman duduk didalam angkot karena banyak sekali tindak pemerkosaan terhadap kaum mereka. Lihat lagi wahai manusia, di dekat sungai-sungai itu, Banjir itu menggenang didalam diriku, sedangkan aku disini hanya terdiam tak mampu berbuat apa-apa untuk menolong manusia-manusianya. Lihat di sebelah sana lagi, gunungan-gunungan sampah itu tak mampu lagi aku kubur, sedangkan aku malu dengan kota-kota lainnya yang mampu mengubur itu semua. Aku sedih melihat itu semua manusiaa.. 
    Manusia :
    Jakarta, seharusnya aku yang malu ketika kau bicara seperti ini. Aku dan kawan-kawanku tak pernah sadar. Tak pernah sadar bahwa sebenarnya kau punya beban metropolitan yang begitu berat karena kami. Ya semua masalah-masalah yang kau ucapkan adalah karena kami. Sungguh sekarang kami benar-benar merasa malu. Kami selama ini tak pernah peduli terhadap dirimu Jakarta, Kami hanya mementingkan diri kami sendiri, sedangkan kau disini mengesampingkan kepentinganmu demi kami, Maafkan kami Jakarta. Selama ini, diantara kami hanya senang duduk apatis memberikan banyak tanggapan,komentar, saran sana-sini tapi kami tak pernah bergerak untuk menjagamu, merawatmu, bahkan menghiburmu dari beban-beban metropolitan ini. Sekali lagi, maafkan kami Jakarta.”

    Tidakkah kalian sedih dan teriris hatinya membayangkan apabila Jakarta benar-benar berbicara seperti itu?kutipan itu hanya khayalan saya sebagai manusia. Akan tetapi, ungkapan dlm kutipan itu nyata. Bagaimana nasib Jakarta? tak ada mampu menebak. karena Jakarta punya banyak rahasia.

    Sekarang, detik ini juga aku akan berdiri dan harus berani menyongsong setiap angin-angin yang berhembus. Marilah kita sebagai manusia untuk bergerak dan melakukan perubahan bagi Jakarta ini, kota tempat kita dilahirkan, tempat mencari ilmu, mencari nafkah, dan tempat kita mengadu nasib. Sejatinya, kitalah manusia yang salah, tapi kita selalu menyalahkan Jakarta yang hanya sebuah nama.

    Saran untuk seluruh warga Universitas Gunadarma :
    Kita buat komunitas peduli lingkungan Jakarta yang terdiri atas dosen, mahasiswa, maupun karyawan Universitas Gunadarma. Buat aksi nyata merubah Jakarta. Makin banyak komunitas peduli lingkungan, maka makin signifikan perubahan yang akan terjadi. isn’t right? hihihihi
    thanks ^_^

  52. Menurut saya jakarta adalah kota metropolitan yang dimana semua mata bertuju pada jakarta karena jakarta merupakan kota sebagai mata pencarian uang. Jakarta adalah kota yang paling padat penduduk nya karena sebagian besar orang banyak yang berkerja di jakarta baik itu para pekerja ataupun para investasi yang membuka usaha. Jakarta merupakan kota yang indektik dengan bangunan-bangunan yang tinggi, luas, serta banyak apertemen, hotel, mall, sekolah yang bertaraf internasional maupun non internasional, fasilitas rumah sakit yang canggih dan lain-lain, ya itu lah jakarta yang saya.

    Namun di sisi lain walupun kota jakarta di katakan sebagai kota mata pencarian uang, dan cara hidup jakarta yang modern namun jakarta memiliki kelemahan yaitu kurang nya fasilitas yang memadai seperti kuarang nya penyediaan lapangan hijau, sarana halte, sering terjadi macet, banjir, sampah-sampah yang menumpuk di sungai, kemiskinan yang kian meninggkat, penyediaan rumah sakit yang menolak bagi orang miskin, polusi, limbah dan lain-lain.

    “Walaupun begitu pemrintah dan gubernur sudah berusaha untuk menciptakan jakarta yang layak namun itu semua kembali lagi pada diri kita sendiri apakah kita juga sudah membantu pemerintah dalam menjaga kelestarian jakarta?? Meskipun sekarang sudah ada teknologi yang modern semua itu tak akan mengubah jakarta bila tidak adanya perubahaan yang ada di dalam diri masyarakat jakarta, tidak perlu dengan perbuatan besar yang kita lakukan namun lakukanlah perbuatan dari yang kecil seperti buang sampah pada tempatnya, patuhi lalu lintas, menanam pohon, dan lain-lain apabila hal tersebut dapat tercapai maka untuk kehidupan kedepan nya jakarta akan menjadi lebih baik”. Jadi Jakarta di masa mendatang bisa lebih baik asalkan adanya perubahan dari pribadi masing-masing penduduknya dan terlebih pemimpin yang memimpin Jakarta.

  53. Kehidupan Jakarta dimasa mendatang semoga bisa menjadi lebih baik lagi, Untuk sekarang pembangunan di kota Jakarta memang tidak merata, masih banyak tempat-tempat kumuh yang ada di Jakarta di tengah-tengah megahnya gedung-gedung bertingkat.

    Jadi semua tergantung bagaimana pemerintah yang mengatur Jakarta, apakah hanya mementingkan kantong atau rakyat. Kebanyakan pemerintah pasti tersangkut kasus KORUPSI. Maka hal yang harus diberantas menurut saya adalah KORUPSI, dengan begitu Jakarta pasti bisa menggunakan penghasilannya dengan baik. Baik bagi pelayanan, pendidikan, lingkungan dan sebagainya. Jadi tidak akan ada lagi kampung-kampung kumuh yang digusur tapi melainkan pemerintah bisa menyediakan rumah layak dan lapangan kerja untuk rakyatnya.

    Atau dengan memindahkan pusat ibu kota kita ini ke kota lain di luar Pulau Jawa, memang sulit terdengarnya tapi dengan begitu kita bisa mengurangi kepadatan di Jakarta yang menyebabkan kurangnya fasilitas di Jakarta karena fasilitas yang ada tidak sebanding dengan jumlah penduduk Jakarta baik yang menetap atau yang hanya pulang pergi bekerja. Dan dengan pemindahan in juga bisa mengembangkan daerah di luar Jawa dan tenaga kerja juga tidak terpusat hanya di P. Jawa. Sehingga bisa menyisakan ruang pada Jakarta untuk membenahi diri menjadi kota yang lebih baik.

    Jakarta pasti bisa menjadi lebih baik di masa mendatang. Tinggal menunggu pemerintah yang tepat untuk mengurus semua ini serta perubahan pribadi masing-masing dalam menjaga kota kita ini.
    Keep Positif Thinking. =)

  54. Ridowan says:

    Sebenarnya saya juga bingung tentang lomba komentar dalam rangka hari jadi Jakarta. Dari tahun sebelumnya sudah banyak wacana ini dijalankan untuk melakukan perubahan terhadap ibu kota Jakarta kita yang tercinta. Tetapi, kenapa dari sekian wacana yang di tuangkan tidak ada satupun yang terrealisasi. Mungkin dengan secarik unek – unek ini dapat membangung ibu kota Jakarta tercinta.
    1. Kemacetan
    Sebenarnya sangat mudah untuk mengatasi kemacetan di Jakarta. Yaitu bangun sarana lalu lintas, kondisi jalan bagus, angkutan jangan di kasih ngetem, jalur busway steril dari kendaraan umum meskipun itu adalah kendaraan pejabat DPR. kecuali ambulance, mobil pemadam kebakaran, dan MODIN presiden RI1 & RI2. Dan dalam kondisi macet sekalipun jangan dibiarkan kendaraan umum melintasi jalur BUSWAY. Buat peraturan tentang kendaraan besar(truck & Tronton) untuk melewati jalan umum pada malam hari.
    2. Banjir
    Masalah ini setiap tahun selalu terjadi hampir diseluruh wilayah Indonesia setiap musim hujan datang. Saya sangat setuju dengan adanya pembangunan BKT. Tetapi kenapa pembangunan BKT belum selesai sudah banyak sampah yang menumpuk di sepanjang aliran BKT. Saran saya untuk menjernihkan kualitas sungai di Jakarta. yaitu jangan biarkan pabrik – pabrik membuang limbah disungai . Sediakan tempat pembuangan sampah di setiap sudut. Buka lahan hijau supaya ada resapan air pada saat musim hujan datang.

  55. Nurul Hadi says:

    jakarta? memang tak asing di telinga kita, siapa yang tak kenal dengan kota jakarta, mungkin bagi orang awam atau orang kampung yang jauh dari kota jakarta pandangan mereka tentang kota jakarta adalah bahwa kota jakarta itu keren, sebagian orang bangga ketika pergi menuju kota jakarta, tetapi bagi kita yang tinggal di jakarta justru kota jakarta itu tidak seindah yang orang-orang kira, kemacetan dimana-mana, yang namanya banjir sudah seperti tradisi tahunan, memang hidup di kota jakarta gak bakal yang namanya ketinggalan jaman, banyak sisi positifnya, banyak lowongan pekerjaan, berfikiran maju, tetapi selain itu hidup di kota besar seperti jakarta juga banyak sisi negatifnya, tidak menuntut kemungkinan dijakarta banya sekali modus tindakan kriminal, selain itu jakarta yang sekarang sudah banyak penduduknya yang melebihi kapasitas normal, jakarta kian makin memburuk, menurut saya untuk mengembangkan kepribadian anak di jakarta itu kurang bagus, selain kehidupannya yang kejam, kehidupan di masyarakatnya kurang mendukung alias banyak sisi negatifnya,,
    saran saya untuk kota jakarta yang pertama membatasi kepemilikan kendaraan di setiap keluarga, mengurangi pembangunan gedung-gedung tinggi, dan membuat penghijauan di setiap jalan-jalan di jakarta,,
    komentar saya semoga bermanfaat bagi pembaca, ambil yang baik dan buang yang tidak baiknya..
    salam sejahtera untuk kota jakarta..

  56. Selamat berulang tahun DKI Jakarta yang ke-485 tahun, semoga makin Jaya.
    Terimakasih atas hasil yang didapat dari Gubernur dan Wakil Gubernur Jakarta juga pihak-pihak terkait yang telah membantu memperbaiki, menjaga, memelihara dan merawat khususnya Daerah Khusus Ibukota Jakarta tercinta ini.

    Dan sebentar lagi kita akan memilih Gubernur dan Wakil Gubernur baru, kita sebagai rakyat yang bertempat tinggal di jakarta harus dapat mengenal dan memahami betul program-program yang dibangun cagub dan wagub yang kita pilih nantinya.

    4 hal Sosok “Pemimpin” menurut saya khususnya DKI Jakarta adalah:
    1. Selalu Beribadah untuk kepentingan orang banyak
    2. Bekerja keras dengan pemikiran yang positif, rasional, kreatif, sesuai logika/ ilmu pasti, dan berjiwa besar (salah satunya dapat menerima pendapat orang lain)
    3. Memiliki target yang sudah pasti bisa dicapai
    4. Jujur, bijak, penyayang

    Terimakasih atas perhatiannya, semoga komentar saya dapat sedikit menjadi masukan untuk kemajuan kota DKI Jakarta :)

  57. Jakarta kini, bagaimana nasib mu nanti?
    jakarta adalah salah satu kota yang jumlah penduduknya terpadat di Indonesia. jadi menurut saya, pemerintah provisi sudah cukup baik dalam menjalankan program-program nya untuk memajukan kota jakarta. seharunya cukup baik itu saja belum cukup untuk memajukan ibu kota ini, harus lebih dan lebih baik lagi. disini juga harus ada kesadaran dari semua warga jakarta untuk ikut serta memajukan kota jakarta, jangan hanya bisa saling menyalahkan satu sama lain. kuncinya hanya satu untuk membuat kota jakarta ini maju yaitu KERJASAMA antara pemerintah provisi dan warga jakarta. buat apa jika pemerintahanya bagus tapi warganya tidak mendukung atau bahkan malah merusak program-program pemerintahnya, dan jika warga nya sadar diri tidak membuang sampah sembarangan dan benar-benar menjaga kota jakarta ini, tapi malah pemerintahannya yang asal-asalan dan korupsi di mana-mana.

    jadi kunci sukses nya jika jakarta ini ingin maju, harus ada kerjasama dari warga jakarta dan pemerintah provisi itu sendiri, untuk menjaga kebersihan lingkungan, menanggulangi macet, menanggulangi banjir. ini hanya bisa di lakukan secara bersama-sama antara warga dan pemerintah . tanpa kerjasama semua itu akan sia-sia.

    mungkin hanya itu saja yang bisa saya sampaikan. trimakasih

  58. Vida says:

    Biar Sumpek hidup di Jakarta Aku Tetep Cinta Jakarta, Semoga Pemerintahan yg baru mampu membuat Jakarta jadi Lebih Baik lagi

  59. resepmembuat says:

    semoa saja dengan adanya gubernur yang baik, akan membuat jakarta juga baik

  60. Bekuntoa says:

    Jakarta itu bikin bingung, mau dibentuk apa2 pun, tetap jadi bubur.
    Butuh kerja keras dari segala sudut utk merombaknya agar menjadi arif, khususnya dalam pembetukan tata kota.

Leave a Reply