Graha Pena Gunadarma

Indonesia Tidak Kreatif, Setuju?

May 12th, 2012 | by | in Berita, Headline | 44 Comments

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) daring di sini. Kreatif adalah “[1] memiliki daya cipta; memiliki kemampuan untuk menciptakan; [2] bersifat (mengandung) daya cipta: pekerjaan yg [kreatif] menghendaki kecerdasan dan imajinasi; ke•kre•a•tif•an n perihal kreatif.”

Menyimak definisi tersebut, kita mungkin merasa tersanjung jika disebut sebagai orang kreatif. Namun, saat Indonesia disebut sebagai negara yang tidak kreatif, apa komentar Anda? Kini istilah kreatif disandingkan pula dengan konsep ekonomi, hingga muncul istilah “creative economy”, atau ekonomi kreatif. Menurut UNCTAD (United Nations Conference on Trade and Development) seperti dikutip pada buku “Creative Economy Report 2010” yang dirilis PBB, definisi ekonomi kreatif adalah sebagai berikut:

“The “creative economy” is an evolving concept based on creative assets potentially generating economic growth and development. ▪ It can foster income generation, job creation and export earnings while promoting social inclusion, cultural diversity and human development. ▪ It embraces economic, cultural and social aspects interacting with technology, intellectual property and tourism objectives. ▪ It is a set of knowledge-based economic activities with a development dimension and cross-cutting linkages at macro and micro levels to the overall economy. ▪ It is a feasible development option calling for innovative, multidisciplinary policy responses and interministerial action. ▪ At the heart of the creative economy are the creative industries.”

Klasifikasi Ekonomi Kreatif versi UNCTAD (sumber: Creative Economy Report 2010, PBB)

Harus diakui Indonesia memang tergolong negara yang belum kreatif. Kalau toh saat ini Indonesia dikenal sebagai negara berkembang yang relatif menunjukkan pertumbuhan ekonomi yang pesat, itu lebih mengandalkan sumber daya alam. Eksploitasi sumber daya alam masih relatif dominan dibandingkan eksploitasi kreativitas dan inovasi sumber daya manusianya.

Indonesia dalam hubungan antara output ekonomi (PDB per kapita) dan Global Creativity Index

Seberapa kreatifkah Indonesia dibanding negara lain? Kita lihat peringkat Global Creativity Index yang dipublikasikan oleh Martin Prosperity Institute. Indonesia menempati peringkat 81 dari 82 negara. Posisi yang patut dijadikan cermin atau renungan bersama, terlepas dari metodologi pemeringkatannya. Berikut cuplikan peringkat sepuluh besar teratas dan negara-negara yang tergolong papan bawah dalam hal kreativitas.

Sepuluh negara paling kreatif di dunia (sumber: Global Creativity Index 2011)

Negara papan bawah dalam hal kreativitas (sumber: Global Creativity Index 2011)

Pengukuran Global Creativity Index (GCI) menggunakan tiga aspek yaitu Technology, Talent, dan Tolerance- sehingga disebut: “3 Ts of economic development”, yang ketiganya dihitung indeksnya berdasarkan variabel pengukurannya.  Technology Index menggunakan tiga variabel: (1) Global R&D investment yaitu belanja R&D sebagai persentase dari PDB, (2) Global researcher yaitu peneliti professional per satu juta orang penduduk, dan (3) Global innovation yaitu jumlah paten per kapita dari tahun 2001 sampai 2008. Untuk aspek teknologi ini, Indonesia menempati posisi ke-74 dari 75 negara yang bisa dihitung Technology Index-nya.

Aspek Talent diukur dengan dua variable, yaitu (1) Human Capital dengan ukuran persentase warga negara yang masuk pendidikan tinggi sesuai data dari UNESCO, dan (2) Creative Class population, yaitu porsi tenaga kerja beberapa sektor atau profesi yang menuntut pemecahan masalah yang relatif tinggi.  Indonesia menempati peringkat ke-80 dari 82 yang bisa dihitung nilai Talent Index-nya. Kreativitas memang bertumpu pada orang-orang yang dianggap “berbakat”. Mengacu ke metodologi pada pemeringkatan GCI ini, orang berbakat itu berasal dari orang berpendidikan dan pekerja profesional.

Aspek terakhir, yaitu Tolerance, diukur berdasarkan polling atau survey oleh Gallup Organization’s World Poll. Dua pertanyaan yang dijadikan indikator perhitungan tolerance index adalah (1) “Is your city or area a good or bad place to be in for ethnic and racial minorities?” dan (2) “Is your city or area a good or bad place to be in for gay and lesbian people?”. Hmm, negara kreatif ternyata diukur dengan derajat toleransi terhadap kaum minoritas juga ya. Peringkat Indonesia khusus untuk aspek toleransi ini adalah ke-78 dari 81 negara. Apakah ini menggambarkan negara kita bukan negara yang toleran?

Hanya Amerika Utara, Eropa Barat, dan Australia yang membiru (sumber: Global Creativity Index 2011)

Indeks kreativitas tersebut berkorelasi dengan daya saing negara. Posisi Indonesia dalam daya saing global pun tidak lebih baik, yaitu menempati peringkat ke 46 dari 142 negara berdasarkan Global Competitiveness Report 2011-2012 yang dipublikasikan oleh World Economy Forum. Indeks kreativitas yang rendah tersebut selaras dengan  daya saing nasional, terutama pilar kesiapan teknologi dan pilar inovasi.

Peringkat Indonesia dibanding negara ASEAN lainnya (Sumber: World Economy Forum)

Peringkat 12 pilar daya saing Indonesia dibanding negara-negara yang masih tergolong efficiency driven" (sumber World Economy Forum)

Kita tidak perlu berkecil hati atau malu dengan keterpurukan negeri ini. Kadang ketidakmampuan atau keterbelakangan bisa menjadi penyemangat agar kita bisa terus melangkah dengan lebih baik ke masa depan.

Tulisan Dengan Topik Terkait

Ditulis Oleh

Rumah Pena → Redaksi Rumah Pena

Lihat semua tulisan dari

Website : http://pena.gunadarma.ac.id

44 Responses to “Indonesia Tidak Kreatif, Setuju?”

  1. Selamat malam. Komentar pertama saya untuk tulisan ini adalah cukup bagus. Berdasarkan fakta yang ada, saya bisa katakan bahwa Indonesia belum kreatif. Saya tidak mengatakan bahwa Indonesia tidak kreatif karena sebenarnya masih banyak orang-orang yang berpotensi di Indonesia. Hanya mungkin saja, mereka tidak mendapat kesempatan untuk memperdalam potensi yang mereka miliki. Saya ambil satu contoh, belum lama ini saya menonton acara talk show di salah satu TV swasta. Mereka menampilkan kelompok siswa SMK kreatif yang menemukan solusi untuk meminimalisasi kasus curanmor. Mereka membuat sebuah alat anti maling dengan sensor yang dipasang di bagian roda motor. Jika motor tersebut berjalan dalam keadaan mati, dalam hal ini dicuri, maka setelah 10 putaran roda, alat tersebut akan mengunci rantai motor, sehingga motor tidak dapat bergerak dan mengirimkan SMS kepada pemilik motor, sehingga sang pemilik tahu di mana keberadaan motornya. Menurut saya, apa yang para siswa tersebut ciptakan adalah contoh kreativitas yang luar biasa. Mereka mencoba menemukan solusi untuk satu kasus yang memang cukup meresahkan masyarakat. Mereka berharap mendapatkan dukungan dari pemerintah untuk memperbanyak alat mereka, sehingga masyarakat tidak lagi diresahkan oleh kasus curanmor. Namun sayang, pemerintah tidak melihat hal tersebut sebagai sesuatu yang membanggakan dan seiring berjalannya waktu tidak lagi terdengar kabar tentang perkembangan dari alat mereka. Sungguh disayangkan, Indonesia sebenarnya memiliki potensi SDM dengan kreativitas yang cukup tinggi. Namun karena kurangnya perhatian dari pemerintah kita sendiri, maka mereka yang berpotensi pun seolah terabaikan. Itulah sebabnya saya mengatakan Indonesia belum kreatif. Jika pemerintah mau melakukan perubahan sedikit, saya yakin suatu Indonesia bisa menjadi negara yang kreatif seperti negara-negara lain. Akhir kata, saya mohon maaf bila ada kesalahan kata-kata. Terima kasih.

    • Rumah Pena Rumah Pena (Author) says:

      Di tingkat individu memang saya yakin masih banyak orang kreatif di indonesia, namun sayangnya, metode ini digunakan untuk tingkat negara. Dan Indonesia itu adalah negara yang luas dan banyak penduduknya ya :)

      Trims ya

      • ketika kita berbicara tentang sebuah negara pada umumnya dan indonesia pada khusunya, kita perlu memerhatikan elemen-elemen yang terdapat dalam objek tersebut. negara indonesia ini jika dilihat secara kasat mata sangat kompleks, mulai dari lapisan terendah hingga lapisan masyarakat teratas.
        seperti yang ditulis oleh penulis, penulis melihat kretifitas indonesia dalam suatu paket, yaitu level negara bukan?. saya tidak setuju jika indonesia dikatakan sebagai negara yang “tidak kreatif”, karena coba kita lihat negara ini,
        1. bidang pendidikan : kurikulum pendidikan di negara ini pun berganti-ganti dari mulai kurikulum 1994, KBK, KTSP, bukankah itu muncul dari pemikiran” orang” yang kreatif di bidang ekonomi untuk mendapatkan untung dengan pergantian kurikulum tersebut. “saking kreatifnya negara ini pendidikan pun dijadikan ajang mencari uang”. lihat juga tentang label RSBI (rintisan sekolah berstandar internasional) dijadikan label untuk sebuah sekolah, yang mengaharuskan biaya yang cukup mahal, itu adalah buah dari pemikiran” kreatif pemimpin” bangsa ini.
        2. bidang industri : kita lihat bahwa sumber daya alam melimpah ruah, dari mulai minyak bumi, gas, pertambangan, pertanian, dll. tapi mengapa semua kekayaan bangsa ini dijual ke negara asing, kemudian kita memebelinya lagi dengan harga mahal?? apakah menurut anda itu hal yang tidak kreatif??. menurut hemat saya itu adalah tindakan yang kreatif karena melihat teknologi pengolahan sumberdaya alam di indonesia tidak memadai, namun tindakan itu tidak cerdas! kita lihat juga indutri rokok di indonesia yang sangat kreatif ini, hampir 90 milyar pendapatan negara berasal dari rokok, padahal rokok adalah penyebab nomor 1 penduduk indonesia menderita kanker paru-paru.

        ” ekonomi kreatif “adalah konsep yang berkembang berdasarkan aset kreatif yang berpotensi menghasilkan pertumbuhan ekonomi dan pembangunan. Hal ini dapat mendorong pendapatan pendapatan generasi, penciptaan lapangan kerja dan ekspor sementara mempromosikan inklusi sosial, keragaman budaya dan pembangunan manusia.

        ekonomi kreatif sebenarnya sudah berhasil di indonesia ku ini (pendapatan negara/ tahun mengalami peningkatan hingga 10,5%), namun hal itu berbanding lurus pula dengan para koruptor yang kreatif menggerogoti hasilnya.

        indonesia ini adalah negara yang kaya akan sumberdaya alam, kaya akan sumber daya manusia, kaya akan bahasa, kaya akan budaya.. dengan segala kekayan itu tidak ada alasan untuk mengatakan bahwa indonesia tidak kreatif, negara ini sangatlah kreatif namun satu yang tidak dimiliki bangsa ini adalah MENTAL sebagai bangsa yang maju, indonesia belum memiliki hal itu.

        terima kasih, salam :)

        • Rumah Pena Rumah Pena (Author) says:

          contoh makna kreatif yang salah kaprah ya :) Mudah2an mentalitas kita semua makin teruji dan membaik di masa depan ya. trims, salam

  2. Maulidia says:

    tidak setuju pak ..mengapa, indonesia tuh sangat kreatif tapi dilihat dulu pada bidang apa banyak hasil-hasil pemikiran anak bangsa yang idenya sangat bagus misalnya untulk mahasiswa di adakan program kreatif mahasiswa dimana dijadikan ajang aduh kreatif antar seluruh mahasiswa yang ada di indonesia , selain itu banyak juga pemikiran pemikiran dari program pemberdayaan masyarakat misalnya kesenia-kesenia daerah dan alat musik tertentu bahkan sampe masakan pun indonesia sangat inovatif serta kreatif banyak dan beragam,intinya kreatif disini dilihat dulu pada bidang apa dan mengenai apa .

    • Rumah Pena Rumah Pena (Author) says:

      Ya, sekali lagi, di tingkat individu saya setuju banyak orang kreatif, namun yang diperingkat adalah di tingkat negara. Selain itu, indeks kreativitas ini belum banyak dirujuk sih, apalagi metodologinya sederhana dengan menggunakan beberapa parameter saja. lain halnya dengan peringkat daya saing dari PBB yang banyak indikatornya, tapi sayangnya diukur per kapita atau per jumlah penduduk. Namun, apapun hasilnya, semoga ini dijadikan penyemangat untuk terus berusaha bersama-sama agar Indonesia lebih baik lagi di masa datang. trims ya

      • Maulidia says:

        iya sungguh disayangkan di hitung berdasarkan negara,masyarakat indonesia saja 250 juta lebih banyakan yg gak kreatif dari pada yg kreatif sepertinya
        tapi bagaimana pun juga kita harus bangga menjadi bangsa indonesia ,kalou bukan kita siapa lagi
        heheeh

  3. indonesia tidak kreatif, setuju…
    karena sudah mengakar nya hal meniru (plagiat) yang dilakukan oleh sebagian bangsa indonesia.

  4. Selamat pagi…
    Dari hasil penelitian tersebut, saya berpendapat ini merupakan survei bukan sembarangan , karena setiap data yang di peroleh tidak bisa di rekayasa harus benar-benar ada data benar dan akurat. Jika diperhatikan dari ketika bidang tersebut memang saya mengakui Indonesia belum kreatif, kenapa bidang teknologi di Indonesia masih di jajah dari negara lain, misalnya Cina, Jepang, Jerman,dan lain-lain.Kalau bisa saya berpendapat kita warga indonesia hanya sebagi konsumen , kalau menciptakan yang tidak ada menjadi ada belum ada belum bisa.Jumlah yang berbakat (talent) di Indonesia sangat minim jika dibandingkan dengan jumlah penduduk yang mencapai jutaan jiwa. Toleransi di Indonesia sudah cukup bagus, tetapi perlu ditingkatkan. Sebagai generasi muda marilah kita merubah fakta tersebut, mari tingkatkan Nasionalisme melalaui kreatifitas kita. Merdeka…Merdeka

  5. Inilah tugas kami sebagai generasi muda untuk memperbaiki negara ini. Wah…Kalau dibilang indonesia tidak kreatif saya kurang setuju karena masarakat kita ini mempunyai tingkat kreatifitas yang tinggi. Mungkin salah satu penyebab negara kita bisa menduduki peringkat kreatifitas yang paling bawah adalah kurangnya perhatian pemerintah terhadap kreatifitas yang dibuat masyarakat kita.

    • Rumah Pena Rumah Pena (Author) says:

      Ya, peringkat ini memang untuk negara, tapi sebagian indikatornya merupakan hasil dari masyarakatnya juga. tapi, tetap optimis dan semangat ya :)

      Trims, salam

  6. indonesia tuh sebenarnya sangat kreatif tapi pemerintah kita tuh yang kurang kreatif tidak memanfaatkan hasil penikiran anak bangsa bisanya hanya menggerogoti keuangan negara dan tidak peduli terhadap ide dari seseorang yang memeiliki jiwa kreatif al hasil banyak warga negara indonesia yang menuangkan hasil pemikirannya di negara2 yang sangat menghargai hasil kreatifitas seseorang misal jepang dan jerman.

  7. Wahab says:

    gak kreatif kalo dilihat secara keseluruan ,,kenapa ? karena negara indonesia terkenal sebagai negara pembajak hasil karya orang misal dalam hal teknologi ,memebajak hasil software berbayar sehingga merugikan developer yang mempunyai hak lisensinya..bagaimana mau kreatif kalau tidak menghargai hasil kreatifitas orang lain .

    • Rumah Pena Rumah Pena (Author) says:

      Mudah2an Wahab bisa menularkan semangat itu ke teman-teman lainnya ya, tetap semangat dan optimis ya. Trims, salam

      • Wahab says:

        so pasti pak di mulai dari diri sendiri kalo sudah baru untuk mengajak yang lain agar dpat menghargai hasil kreatifitas seseorang :D

  8. assalamuallaikum pak/bu, indonesia tidak kreatif ? saya tidak bisa mengatakan ya atau tidak. benar apa yg di paparkan temen-temen di atas, indonesia tidak kreatif bisa dibilang iya kenapa, karena pada kenyataan indonesia lebih konsumtif dari pada produktif, ini tandanya indonesia belum kreatif, terutama kreatif mengolah sumberdaya yang ada. karena bisa dibilang semua hal ada di indonesia dari sumber tambang dan tanah yang subur untuk perkebunan. tetapi pertanyaannya kenapa kita tidak bisa mengolahnya secara maksimal secara mandiri tidak bergantung dengan negara lain, karena SDM kita yg masih rendah.
    indonesia di bilang kreatif mungkin bisa di bilang ya. buktinya banyak anak bangsa yang mengukir prestasi yang sangat membanggakan hingga ada yang dapat menciptakan sebuah alat / teknologi yg memiliki suatu manfaat untuk lingkungan. tetapi pertanyaannya adalah kenapa tidak di kembangkan lagi sehingga dapat digunakan untuk umum.
    kedua opini saya ini bermuara pada satu titik yaitu kurang proaktifnya pemerintah dalam mendukung kreatifitas anak bangsa. dan juga seharusnya pemerintah jangan hanya mengcopy atau meniru sytem yang ada di negara-negara lain terutama dalam sistem pendidikan. knp mungkin system itu cocok di negara mereka tapi belum tentu di negara kita juga cocok karana ada faktor-faktor yg mempengaruhinya. karena sistem pendidikan kita yg sekarang adalah membentuk anak bangsa yg serba bisa bukan membentuk anak bangsa yang ahli. dan itu kecil kemiungkinan dapat berjalan dengan baik karena setiap individu memiliki kemampuan yang berbeda-beda. oleh karena itu mari kita perbaiki bersama-sama untuk menuju bangsa indnesia yang kreatif dan ini adalah masalah yang harus kita hadapi sebagai generasi penerus bangsa. untuk itu kita harus “open mind” untuk menerima segala informasi yang dapat mendukung terbentuknya indonesia yang kreatif.

    • Rumah Pena Rumah Pena (Author) says:

      pendidikan karakter dan mencintasi budaya sendiri ya? Rasanya masih banyak kekayaan lokal yang bisa digali ya. Mudah2an semangat Ramadhan menular ke teman2 lainnya. Tetap semangat, walau saat ini Indonesia dinilai relatif ‘kalah” dibanding negara2 lain seperti tercermin pada berbagai pemeringkatan. Salam

  9. Sebelumnya saya minta maaf karena saya tidak memperhatikan tanggal dimulainya perlombaan ini. Jika diizinkan saya akan memposting ulang komentar saya:
    “Komentar pertama saya untuk tulisan ini adalah cukup bagus. Berdasarkan fakta yang ada, saya bisa katakan bahwa Indonesia belum kreatif. Saya tidak mengatakan bahwa Indonesia tidak kreatif karena sebenarnya masih banyak orang-orang yang berpotensi di Indonesia. Hanya mungkin saja, mereka tidak mendapat kesempatan untuk memperdalam potensi yang mereka miliki. Saya ambil satu contoh, belum lama ini saya menonton acara talk show di salah satu TV swasta. Mereka menampilkan kelompok siswa SMK kreatif yang menemukan solusi untuk meminimalisasi kasus curanmor. Mereka membuat sebuah alat anti maling dengan sensor yang dipasang di bagian roda motor. Jika motor tersebut berjalan dalam keadaan mati, dalam hal ini dicuri, maka setelah 10 putaran roda, alat tersebut akan mengunci rantai motor, sehingga motor tidak dapat bergerak dan mengirimkan SMS kepada pemilik motor, sehingga sang pemilik tahu di mana keberadaan motornya. Menurut saya, apa yang para siswa tersebut ciptakan adalah contoh kreativitas yang luar biasa. Mereka mencoba menemukan solusi untuk satu kasus yang memang cukup meresahkan masyarakat. Mereka berharap mendapatkan dukungan dari pemerintah untuk memperbanyak alat mereka, sehingga masyarakat tidak lagi diresahkan oleh kasus curanmor. Namun sayang, pemerintah tidak melihat hal tersebut sebagai sesuatu yang membanggakan dan seiring berjalannya waktu tidak lagi terdengar kabar tentang perkembangan dari alat mereka. Sungguh disayangkan, Indonesia sebenarnya memiliki potensi SDM dengan kreativitas yang cukup tinggi. Namun karena kurangnya perhatian dari pemerintah kita sendiri, maka mereka yang berpotensi pun seolah terabaikan. Itulah sebabnya saya mengatakan Indonesia belum kreatif. Jika pemerintah mau melakukan perubahan sedikit, saya yakin suatu Indonesia bisa menjadi negara yang kreatif seperti negara-negara lain. Akhir kata, saya mohon maaf bila ada kesalahan kata-kata. Terima kasih.”

  10. Bismillah..
    Saya mengutip dari kata-kata diatas: “Mengacu ke metodologi pada pemeringkatan GCI ini, orang berbakat itu berasal dari orang berpendidikan dan pekerja profesional.”
    Menurut saya, kalau pemeringkatan ini dinilai dari segi itu jelas Indonesia belum kreatif (bukan tidak loh). Kenapa?? hal ini bisa dilihat dari masalah pendidikan di negara ini. Dari mulai masih rendahnya kesadaran masyarakat akan pentingnya arti sebuah pendidikan sampai pada biaya sekolah yang tak bisa dibilang murah. hingga saya pernah denger kalimat ini “pendidikan hanya untuk orang kaya”.
    sebenarnya, diluar sana banyak pemuda/i berprestasi. namun apa?? Pemerintah seolah bersikap acuh. Hanya bilang “saya menghargai” tanpa adanya bukti nyata dukungan. Bukan ucapan yang mereka butuhkan, tapi mereka butuh fasilitas (bisa berupa beasiswa atau dana) untuk bisa meningkatkan prestasi dan mengharumkan nama Indonesia di mata dunia.
    sekian. terima kasih.. ^^

    • Rumah Pena Rumah Pena (Author) says:

      Ya, contohnya, jumlah penduduk yang lulus program S1 masih kalah dibandingkan dengan negara lain. Namun kita jangan berkelit dengan mengatakan itu gara-gara jumlah penduduk yang banyak, Justru penduduk itu bisa menjadi kekuatan ya :)

      Trims ya, salam

  11. miris sekali rasanya ketika saya mendengar bahwa “Indonesia Tidak Kreatif”., apalagi dengan data-data yang telah tercantum didalam tulisan ini, yang menunjukan betapa sangat terpuruk nya nasib Negara kita saat ini dan sangat jauh dari kategori Negara yang kreatif…
    tetapi saya juga tidak membenarkan atau pun menyalahkan bahwa Indonesia adalah negara yang tidak Kreatif, karena di Indonesia sendiri juga sebenarnya mempunyai anak-anak bangsa yang mempunyai pemikiran yang sangat kreatif, namun mungkin saja karena potensi yang mereka miliki itu tidak terlalu di pedulikan. seperti yang kita ketahui bahwa banyak sekali anak-anak bangsa yang telah mengharumkan nama bangsa Indonesia di negara-negara luar dengan berbagai prestasi yang telah mereka capai, itu menunjukan bahwa negara kita ini sebenarnya mempunyai bibit-bibit yang berprestasi dan sangat kreatif.
    walaupun sebenarnya tidak sedikit juga bangsa ini ‘mencontek’ atau pun meniru-niru negara lain, seperti misalnya dalam bidang perfilman, teknologi, dan lain sebagainya.
    namun bila kita lihat kembali prestasi anak bangsa ini, yang menunjukan bahwa negara kita bukanlah negara yang hanya bisa plagiat saja namun juga mampu menciptakan sesuatu yang baru, seperti berita yang beberapa waktu lalu sangat terdengar dimana-mana, bahwa di salah satu SMK di Indonesia mampu membuat mobil hasil karya mereka sendiri yang dibimbing oleh guru tentunya, ya walaupun mungkin usaha itu belumlah 100% tercapai namun itu dapat membuktikan bahwa indonesia mampu dan bisa menjadi negara yang kreatif..
    walaupun saat ini Indonesia termasuk dalam peringkat sepuluh besar teratas dan negara-negara yang tergolong papan bawah dalam hal kreativitas, namun indonesia pasti bisa untuk menjadi 10 besar teratas dalam hal kreatifitas…
    Ini saat nya untuk indonesia bangkit dari keterpurukan, dan mampu membuktikan bahwa indonesia adalah negara yang ‘Kreatif’…

    • Rumah Pena Rumah Pena (Author) says:

      Percayalah, kita masih bisa menjadi negara yang maju. Jadi tetap semangat dan pantang mundur untuk terus berikhtiar, dan itu bisa dimulai dari diri kita masing-masing ya :) Salam

  12. salam sejahtera semuanya,,menurut konteks pemikiran saya. Indonesia sebenarnya memiliki orang-orang yang cerdas, berkreatifitas tinggi, dan potensi yang mengagumkan lainnya. Tapi kenyatannya yang terjadi di kehidupan kita sehari-hari, mereka-mereka ini tidak mendapat apresiasi ataupun dukungan dari berbagai pihak. Misalnya saja pemerintah, ataupun pihak lainnya. Satu contoh, kemarin disalah satu seminar di Universitas Gunadarma, ada salah satu praktisi dari pemerintahan di Serang, Banten. Dia ini mengembangkan atau menciptakan suatu lahan yang dirubah sedemikian rupa untuk menjadi suatu daerah atau desa yang ramah lingkungan. Dia mengumpulkan dana untuk pembangunan desa ini dari berbagai sumbangan. Pemerintah seolah-olah tutup telinga dengan hal ini. Inikan suatu contoh kreatif dari anak bangsa ini. Tapi pada kenyataanya dia bekerja sendiri tanpa dukungan dari pemerintah yang memiliki anggaran dana yang besar dan sudah pasti bisa membantu.

    • Rumah Pena Rumah Pena (Author) says:

      Kadang individu yang hebat saja tidak cukup ya ketika berkumpul dalam sebuah komunitas, apalagi di tingkat negara. Sinergis itu sulit terwujud, namun jangan patah semangat untuk terus mengupayakannya ya. Trims, salam

  13. Dinda says:

    Kreatif dan inovatif yang dibutuhkan Indonesia, jadikan Indonesia itu lebih punya gairah untuk menciptakan sesuatu walaupun hanya hal yang kecil tapi punya manfaat yang luar biasa tetapi juga memiliki daya tarik dan harga yang cukup untuk Indonesia, bukan Made in Negara Luar, jadi banggakan MADE IN INDONESIA kawan =D

    • Rumah Pena Rumah Pena (Author) says:

      dulu pernah ada kampanye ACI (Aku Cinta (buatan) Indonesia) ya :) Mudah2an semangat itu masih ada kini. Namun kadang cinta saja tidak cukup ya :) Trims, salam

  14. rosi says:

    dari tagline di akhir cerita “Kadang ketidakmampuan atau keterbelakangan bisa menjadi penyemangat agar kita bisa terus melangkah dengan lebih baik ke masa depan.”

    kita perlu sadar bahwa dari tahun ke tahun tidak ada kemajuan sedikit pun,, mungkin karena kitanya terlena dengan barang2 import….

    thx,
    (^_^)

  15. Okirio says:

    Terima Kasih diberi kesempatan untuk berkomentar. Langsung aja Jika disuruh memilih saya lebih memilih untuk tidak memilih dan membuat pilihan baru, bahwa Indonesia Belum Kreatif. Dari pemaparan yang dijelaskan di atas, Saya baru sadar kalo negara ini mendapat peringkat yang tidak memuaskan. Ada beberapa faktor yang ingin saya utarakan:
    Faktor Internal (Pemerintahan), kalau opini saya sebenarnya Sistem yang ada pada negara ini sudah disalah gunakan, dimana pada saat kita menjadi pelajar rasanya ingin mengubah negara ini. Tetapi ketika sudah terjun dan merasakan bagaimana sulitnya mencapai derajat daripada Sistem itu sendiri kita membutuhkan adanya “Hasil” daripada jerih payah itu ato minimal adanya yang mendukung apa yang kita lakukan. Dan disinilah Negara kita diuji, siapakah yang berani mengubah “Sistem” ini tanpa harus mengharapkan Imbalan.
    Faktor Talent (SDM), di negara ini memang sangat kurang manusia yang berkompeten dan menguasai suatu bidang (ahli dalam bidang tertentu). Jikalau ada, negara ini seakan tak peduli dengan mereka dan banyak yang lebih memilih untuk keluar negeri karena beberapa alasan. Adapun masyarakatnya lebih memilih untuk menjadi pemain dan pemakai (baca: konsumtif) dalam kehidupan ini.
    dari pemaparan Opini tsb, dapat diambil keputusan bahwa Indonesia butuh yang namanya SDM/talenta yang banyak dan merubah faktor internalnya. Dan nilai Kreatif sendiri selain dari hal-hal yang baru, juga harus mengandung aspek kebaikan demi menciptakan hal yang positif. Semoga generasi selanjutnya dapat mengubah negara ini menjadi negara yang diimpikan selama ini… Amiiieen….

    • Rumah Pena Rumah Pena (Author) says:

      Kelihatannya harus ada perubahan di semua level, dimulai dari masing2 individu, walau ketika membentuk komunitas atau negara, kumpulan individu yang baik, belum tentu membentuk sinergi ya :) Trims, salam

  16. ketika kita berbicara tentang sebuah negara pada umumnya dan indonesia pada khusunya, kita perlu memerhatikan elemen-elemen yang terdapat dalam objek tersebut. negara indonesia ini jika dilihat secara kasat mata sangat kompleks, mulai dari lapisan terendah hingga lapisan masyarakat teratas.
    seperti yang ditulis oleh penulis, penulis melihat kretifitas indonesia dalam suatu paket, yaitu level negara bukan?. saya tidak setuju jika indonesia dikatakan sebagai negara yang “tidak kreatif”, karena coba kita lihat negara ini,
    1. bidang pendidikan : kurikulum pendidikan di negara ini pun berganti-ganti dari mulai kurikulum 1994, KBK, KTSP, bukankah itu muncul dari pemikiran” orang” yang kreatif di bidang ekonomi untuk mendapatkan untung dengan pergantian kurikulum tersebut. “saking kreatifnya negara ini pendidikan pun dijadikan ajang mencari uang”. lihat juga tentang label RSBI (rintisan sekolah berstandar internasional) dijadikan label untuk sebuah sekolah, yang mengaharuskan biaya yang cukup mahal, itu adalah buah dari pemikiran” kreatif pemimpin” bangsa ini.
    2. bidang industri : kita lihat bahwa sumber daya alam melimpah ruah, dari mulai minyak bumi, gas, pertambangan, pertanian, dll. tapi mengapa semua kekayaan bangsa ini dijual ke negara asing, kemudian kita memebelinya lagi dengan harga mahal?? apakah menurut anda itu hal yang tidak kreatif??. menurut hemat saya itu adalah tindakan yang kreatif karena melihat teknologi pengolahan sumberdaya alam di indonesia tidak memadai, namun tindakan itu tidak cerdas! kita lihat juga indutri rokok di indonesia yang sangat kreatif ini, hampir 90 milyar pendapatan negara berasal dari rokok, padahal rokok adalah penyebab nomor 1 penduduk indonesia menderita kanker paru-paru.

    ” ekonomi kreatif “adalah konsep yang berkembang berdasarkan aset kreatif yang berpotensi menghasilkan pertumbuhan ekonomi dan pembangunan. Hal ini dapat mendorong pendapatan pendapatan generasi, penciptaan lapangan kerja dan ekspor sementara mempromosikan inklusi sosial, keragaman budaya dan pembangunan manusia.

    ekonomi kreatif sebenarnya sudah berhasil di indonesia ku ini (pendapatan negara/ tahun mengalami peningkatan hingga 10,5%), namun hal itu berbanding lurus pula dengan para koruptor yang kreatif menggerogoti hasilnya.

    indonesia ini adalah negara yang kaya akan sumberdaya alam, kaya akan sumber daya manusia, kaya akan bahasa, kaya akan budaya.. dengan segala kekayan itu tidak ada alasan untuk mengatakan bahwa indonesia tidak kreatif, negara ini sangatlah kreatif namun satu yang tidak dimiliki bangsa ini adalah MENTAL sebagai bangsa yang maju, indonesia belum memiliki hal itu.

    terima kasih, salam :)

  17. Menurut pendapat saya, memang benar saat ini kreativitas di Indonesia masih kurang maksimal. Saat ini ada banyak budaya seperti “copy paste”, “plagiat”, dan budaya-budaya lain yang menunjukan kurangnya kreativitas.
    Jika kreativitas kurang memang benar, alternatif lain untuk memajukan suatu negara adalah dengan eksploitasi sumber daya alam secara besar-besaran. Hal tersebut tentu saja sangat tidak baik karena suatu saat sumber daya alam yang ada pasti akan habis. Kita sering kali tidak memikirkan hal tersebut hal ini yang menjadi penyebab semakin berkurangnya kreativitas masyarakat Indonesia. Dalam kehidupan sehari-hari sering kali kita malas berpikir untuk melakukan sesuatu yang berbeda dan baru, kita hanya mau melihat yang sudah ada dang menggunakannya atau bahkan menjiplaknya tanpa memikirkan pembuatnya. Contoh yang paling mudah adalah banyak karya ilmiah yang merupakan hasil penjiplakan karya ilmiah lain dengan hanya sedikit dirubah pada bagian tertentu. Selain itu banyak mahasiswa ataupun siswa saat dikelas jika menentukan pilihan setuju atau tidak setuju, hanya sedikit yang langsung memilih sedangkan yang lain kebanyakan melihat temannya terlebih dahulu, hal ini tentu saja menunjukan juga tidak adanya kepercayaan diri untuk melakukan sesuatu yang berbeda.
    Untuk dapat menjadi seseorang yang kreatif kita semua perlu memiliki rasa percaya diri untuk melakukan sesuatu yang berbeda untuk perubahan menjadi yang lebih baik. Selain itu juga, pemerintah harus melakukan sesuatu seperti, membatasi pengeksploitasian sumber daya alam besar-besaran sehingga membuat masyarakat berpikir kreatif agar dapat hidup lebih baik dengan tidak bergantung pada sumber daya alam sepenuhnya. Jika hal tersebut diwijudkan maka menciptakan masyarakat Indonesia yang kreatif tentu saja tidak akan mustahil.

  18. Bukannya indonesia tidak kreatif, akan tetapi indonesia belum kreatif. Akan membutuhkan waktu yang lama untuk bisa bersaing dengan negara-negara lain, melihat banyaknya jumlah penduduk, tingkat kesejahteraan masyarakat yang rendah dan kualitas pendidikan yang masih kurang.

  19. Jika dilihat dari berbagai indikator diatas, dengan berat hati harus diakui bahwa Indonesia memang belum bisa dikatakan sebagai negara kreatif. Tetapi tidak menutup kemungkinan beberapa tahun ke depan Indonesia bisa menyandang gelar itu. Karena kita mempunyai banyak sumber daya manusia yang bisa dibanggakan. Hanya saja, kita sedang berproses ke arah perkembangan itu, baik dari segi pendidikan, teknologi, industri, seni dan berbagai sektor lain. Saya akui, dilihat secara makro yaitu dalam cakupan “negara” dimana kata “kreatif” bukan hanya mengacu pada bakat, seni dan kreasi yang dimiliki oleh individu saja, tidak mengherankan jika posisi Indonesia berada di ranking yang tidak membanggakan.
    Dibandingkan dengan rasio jumlah penduduknya, Indonesia masih kekurangan anak-anak bangsa yang mampu memecahkan persoalan dalam negeri, tenaga-tenaga expert di berbagai bidang yang mengelola negara kita secara mandiri. Bukan hanya sebagai pekerja yang dikomandoi orang asing.
    Disamping itu, saya cukup tertarik dengan paramameter “negara kreatif juga dinilai dari toleransinya terhadap minoritas”. Untuk ini, Indonesia masih harus belajar. Yuk sama-sama kita berbenah diri jangan sampai kejadian-kejadian yang belakangan ini menjadi pemberitaan mengenai konflik berlatarbelakang agama tidak terjadi lagi. Malu kan kalau ingat “bhineka tunggal ika” tapi belum bisa menghargai perbedaan. Karena sejatinya, perbedaan tidak untuk dihapuskan, tetapi ditempatkan dengan semestinya agar berjalan selaras.

  20. Wah, indonesia kurang kretif ternyata.
    Berdasarkan postig bapak di atas, saya hanya bisa geleng-geleng.
    Kebanyakan rakyat indonesia sudah nyaman dengan keadaan yang ada dan mereka malas untuk keluar dari zona nyaman tersebut, zona nyaman yang saya maksud dalam hal ini contohnya ialah, apabila seorang sudah menjadi karyawan di sebuah perusahaan dengan setiap bulan digaji sebesar sekian dengan pekerjaan sekian mereka menjadi malas untuk berpikir lebih kedepan, karena sudah saking nyamannya dengan keadaan yang ada dan tidak berani mengambil resiko, padahal apa bila mereka berani keluar sedikit dari zona nyaman mereka sesuatu yang lebih besar dan bermanfaat akan mereka dapatkan.
    Hal ini saya pikir merupakan salah satu kelemahan yang mendominasi di dalam diri rakyat indonesia.
    Terkait dengan Creativite Economy di atas, kita tahu bahwa indonesia sangat kekurangan sekali jumlah pribadi yang memiliki jiwa enterpreneurship, yaotu pribadi-pribadi yang memiliki pemikran kreatif dalam mengambil kesempatan dan langkah-langkah kreatif dalam dunia ekonomi. Kita dapat melihat bahwa negara maju seperti Amerika serikat, Inggris dan lain lain memiliki banyak orang yang berjiwa enterpreneurship.
    Saya harap Rakyat Indonesia memiliki hasrat untuk keluar dari zona nyaman.

  21. saya setuju pak karna menurut saya indonesia itu negara yang kurang kreatif dalam memilih personal/ individu yang kreatif. padahal dapat kita ketahui bahwa di indonesia banyak individu2 yang kreatif di luar sana tapi pejabat2 indonesia kurang memperhatikan hal tsb. saya yakin potensi dan kecerdasan individu di indonesia itu sama baiknya dengan potensi2/ kemapuan yang ada di negara lain. misalnya saja smk yang bisa membuat mobil esemka hal itu membuktikan bahwa personal indonesia sangat kreatif dan bahkan lebih kreatif dari itu tapi,,, indonesia itu sendiri kurang kreatif dalam memilih personal yang kreatif. padahal diluar sana banyak individu2 yang kreatif dan cerdas yang menjadi bakat terpendam mereka

  22. dilihat dari keseluruhan memang benar sekali indonesia ini masyarakatnya masih belum kereatif, kita bisa lihat saja contohnya diindustri musik kita ketika lagi musim musik melayu semuanya serba melayu dan ketika musim musik korea semuanya serba korea, kebanyakan masyarakat indonesia itu cenderung plagiat, tetapi tidak semuanya masyarakat indonesia plagiat masih ada yang kreatif namun jumlahnya masih terbatas.

  23. nurul istiana says:

    rumah pena yth….
    saya nurul, kebetulan sedang menyusun tesis tentang kreativitas anak sd kelas 4 dan 5, saya memerlukan referensi, jika ada yg pernah melakukan penelitian tentang kreativitas sebelumnya, sangat senang sekali. bisabantu kan…? trims ya….

  24. Tri Mulat says:

    Maafkan kami bangsaku, ini semua karena kami, guru-guru. Kami menyadari pengajaran kami kurang mengajarkan kreativitas. Kami hanya mengajarkan hafalan, kami hanya bertujuan jangka pendek mengajar demi nilai ulangan. Maka dari itu wahai guru-guru/dosen-dosen/penanggung jawab bidang pendidikan ajarkanlah kreativitas ke murid/siswa/mahasiswa. Supaya mereka mandiri, unggul, kreativ dan inovatif. salam dari profesorcilik.wordpress.com

Leave a Reply