Graha Pena Gunadarma

Hari Ini Hari Bumi Lho!

April 23rd, 2012 | by | in Green, Headline | 1 Comments

Hari ini, Minggu (22/04/2012). bertepatan dengan hari bumi, yang katanya diperingati oleh warga dunia. Namun, apakah Anda tahu tentang hari bumi ini? Dugaan saya, hanya sedikit masyarakat yang mengetahui hari bumi yang sudah diperingati sebanyak 42 kali ini. Hari Bumi digagas oleh Senator Amerika Serikat. Dan pada tanggal 22 April 1970, jutaan orang warga Amerika Serikat turun ke jalan dan berpawai memadati Fifth Avenue di New York, Semuanya berteriak mengkampanyekan perlunya kepedulian terhadap bumi yang semakin menderita akibat kerusakan lingkungan. Mereka mengecam para perusak lingkungan.

Sudah cukupkah berteriak? Atau, apakah setelah lebih dari 40 tuhan bumi ini semakin membaik? Mari kita lihat beberapa indikatornya, terutama kondisi bumi pertiwi tempat kita berpijak ini. Yang pertama, mari kita lihat target pencapaian program Millenium Devepopment Goals, khususnya untuk indikator lingkungan. Posisi atau kondisi Indonesia dibandingkan dengan negara Asia lainnya bisa dilihat pada gambar di bawah ini, yang dikutip dari sini.

Lingkungan Indonesia memburuk (sumber: Laporan MDGs edisi 2011/2012)

Kita lihat salah satu indikator kualitas lingkungan pada gambar di atas. Indonesia dinilai buruk atau Regressing/No Progess untuk indikator emisi CO2 bersama 41 negara Asia lainnya. Bahkan Indonesia harus mengalah kepada Timor Leste yang dianggap lebih peduli dalam pencegahan emisi CO2 yang diduga sebagai penyebab utama efek rumah kaca. Untuk mengetahui apa itu rumah kaca, coba saja Anda masuk ke ruangan yang semua dindingnya tertutup kaca. Lama kelamaan udara semakin memanas. Ya, gara-gara efek rumah kaca, bumi makin panas. Para ahli pun mencatat dalam puluhan tahun, suhu bumi makin meningkat. Bahkan, konon, es abadi di kutub pun lambat laun cair yang bisa mengancam kota-kota di sepanjang pantai. Akankah Jakarta tenggelam suatu saat nanti? Duh, semoga kejadian mengerikan itu tidak terjadi.

Untuk indikator lingkungan lainnya, silakan cermati gambar di atas, dengan  indikatornya tercantum pada kolom-kolom di atas tabel tersebut. Atau, jika ada waktu, silakan membaca laporan lengkapnya.

Kedua, tahukah anda tentang lubang ozon? Itu lho yang katanya sejenis gas yang melindungi bumi dari radiasi sinar ultra violet dari sang surya. Radiasi tersebut bisa menimbulkan kanker, ini kata para ahli lho! Karena kita tidak mempunyai bukti atauy argumentasi sebaliknya, maka kita percaya saja dulu terhadap temuan atau hasil riset mereka. Toh, dalam sehari-hari, kita memang merasakan udara semakin panas. Jika tidak percaya, coba saja jalan kaki bertelanjang kaki di jalan-jalan beton di ibukota ini. Atau, lihat semprotan polusi yang mengurung Jakarta saat asap knalpot berhamburan dari kendaraan bermotor yang dengan sabarnya sering terjebak kemacetan parah di Jakarta.

Tentang lubang ozon yang makin menganga ini, Saya mengutip peta dunia yang menggambarkan kondisi udara di atas bumi versi NASA Amerika Serikat. Sumber rujukannya bisa dilihat di sini. Yuk, kita lihat sejenak, namun semoga sembari direnungkan ya.

Lapisan Ozon yang semakin menipis dalam kurun waktu 42 tahun (sumber:NASA)

Biru memang salah satu warna favorit saya, bahkan warna ungu adalah corporate colour dari Universitas Gunadarm. Namun, bumi yang semakin biru, menurut NASA itu pertanda buruk. Semakin biru atau ungu artinya lapisan ozon semakin menipis, atau istilah lainnya, lubang ozon semakin menganga di atas bumi. Bumi pun seolah telanjang sehingga sinar ultra violet pun menghunjam karena tidak ada lagi lapisan ozon yang berfungsi sebagai penahan atau pelapis bumi. Penyeban menipisnya lapisan ozon adalah Kloro Fluoro Karbon, atau dengan rumus CFC. Jadi CFC bukan singkatan nama restoran cepat saja ya, tapi emisi gas yang terbuang dari mesin pendingin, misalnya AC atau Kullkas, atau dari gas pendorong aerosol, misalnya hari sprayer atau semua alat yang suka menyemprot itu lho. Coba aja sesekali lihat kompisisi kimia dari berbagai alat tersebut. Mudah-mudahan penggunaan CFC pada alat-alat tersebut berkurang sesuai dengan target MDGs.

Jadi, ayo kampanyekan program penyelamatan lingkungan agar bumi bersahabat lagi dengan kita. Kampanye atau peringatan hari bumi saja tidaklah cukup. Sudah saatnya ada tindakan nyata atau kesadaran bersama agar eksploitasi alam demi modernisasi tidak terus merajalela. Setidaknya, itu bisa dimulai dari masing-masing orang dan lingkungan terdekatnya. Walaupun sulit, kita harus mencobanya. Semoga tulisan ini tidak sekedar peringatan hari bumi, namun peringatan bagi semua bahwa bumi makin panas dan menderita memang akibat ulah kita sendiri.

Rasanya bukan bumi yang menderita, tapi kita lah yang akan menderita saat bumi tidak bersahabat lagi nanti.

Tulisan Dengan Topik Terkait

Ditulis Oleh

Budi Hermana → Dosen Universitas Gunadarma http://nustaffsite.gunadarma.ac.id/blog/bhermana

Lihat semua tulisan dari

Website : http://bhermana.staff.gunadarma.ac.id

One Response to “Hari Ini Hari Bumi Lho!”

Leave a Reply