Graha Pena Gunadarma

Global Competitiveness Report 2012-2013: Daya Saing Indonesia Menurun

September 6th, 2012 | by | in Berita, Headline | 1 Comments

World Economic Forum (WEF) merilis Global Competitiveness Report Edisi 2012-2013 (GCR 2012-2013) pada tanggal 5 September 2012. Posisi daya saing Indonesia berada pada peringkat ke-50 dari 144 negara, atau menurun 5 tingkat dibandingkan edisi 2011-2012.

Sejak tahun 2005 WEF menggunakan World Competitiveness Index (WCI) sebagai basis analisis daya saing. Definisi daya saing (competitiveness) menurut WEF adalah “the set of institutions, policies, and factors that determine the level of productivity of a country.” Sedangkan pengertian tingkat produktifitas (the level of productivity) adalah “the level of prosperity that can be earned by an economy”.  WCI diukur dengan menggunakan  12 pilar yang dikelompokkan dalam tiga subindeks seperti terlihat pada gambar berikut. Setiap pilar terdiri dari beberapa indikator pengukuran dengan total kesuluhan sebanyak 111 indikator.

Global Competitiveness Index framework (sumber: GCR 2012-2013)

Metodologi pengukuran WCI secara umum tidak berubah dibandingkan edisi sebelumnya. Beberapa perubahan minor adalah (a) penghapusan indikator interest spread pada pilar 3 karena keterbatasan data untuk perbandingan internatinal, (b) penambahan indikator mobile broadband pada pilar 9, (c) penambahan sumber data paten, (d) penambahan variabel penyediaan layanan  pemerintah kepada komunitas bisnis  melalui survey opini pada Pilar 1, serta (e) penghilangan indikator rigidity of employment index dari Pilar 7.

Negara-negara di wilayah Amerika Utara dan Eropa Barat masih mendominasi peringkat atas.  Peringkat Top Ten berturut-turut ditempati oleh Swiss, Singapura, Finlandia, Swedia, Belanda, Jerman, Amerika Serikat, Inggris, Hongkong, dan Jepang. Indonesia menempati posisi ke-5 di wilayah ASEAN dibawah Singapura, Malaysia (ke-23 dunia), Brunei (28), dan Thailand (38).

Peta global berdasarkan nilai WCI (sumber: GCR 2012-2013)

Dilihat dari lima tahap pengembangan daya saing – yaitu factor driven, Transation from Stage 1 to Stage 2, Efficiency Driven, Transation from Stage 1 to Stage 2, dan Innovation Driven – Indonesia masuk tahap ketiga, yaitu efficiency driven bersama 32 negara lainnya.

Indonesia masih mengandalkan pada efisiensi (sumber: GCR 2012-2013)

Jika dilihat peringkat untuk masing-masing pilar, Indonesia terpuruk pada pilar efisiensi pasar tenaga kerja yaitu peringkat ke-120, disusul pilar kesiapan teknologis yang menempati peringkat ke-85, dan infrastruktur pada peringkat ke-78. Pilar terbaik adalah ukuran pasar (16), lingkungan makroekonomi (25), dan inovasi (39).

Daya saing Indonesia per pilar pengukuran (sumber: GCR 2012-2013)

Salah satu metode pengumpulan data pada pengukuran WCI adalah survey opini. Hasilnya menunjukkan bahwa tiga faktor yang menghambat bisnis di Indonesia adalah birokrasi, korupsi, dan infrastruktur. Berikut faktor-faktor penghambat menjalankan bisnis di Indonesia.

Faktor penghambat bisnis di Indonesia (Sumber: GCR 2012-2013)


Tulisan tentang Edisi Sebelumnya (Global Competitiveness Report 2011-2012):

Seberapa Susah Berbisnis di Indonesia?

Mampukah Perguruan Tinggi Dongkrak Daya Saing?

 

Tulisan Dengan Topik Terkait

Ditulis Oleh

Budi Hermana → Dosen Universitas Gunadarma http://nustaffsite.gunadarma.ac.id/blog/bhermana

Lihat semua tulisan dari

Website : http://bhermana.staff.gunadarma.ac.id

One Response to “Global Competitiveness Report 2012-2013: Daya Saing Indonesia Menurun”

  1. imam gunawan says:

    terima kasih pak Budi.

Leave a Reply