Graha Pena Gunadarma

Gemulai Genit Mitos Prambanan

April 10th, 2012 | by | in Wisata | 2 Comments

Mendengar kata “Prambanan” maka pikiran akan melayang-layang menuju gemulainya lenggang-lenggok Jogjakarta……..hehehehe. Malah ada seorang teman yang kalo mendengar prambanan pikiran nakalnya langsung terbang “menelusuri” gemulainya Mbak Roro Jongrang yang ngadalin (red. ngerjain) Mas Bandung Bondowoso. Tapi yang jelas apapun pikiran dan angan yang berkembang………Prambanan tetap “tegak berdiri” kokoh dan tidak tergoyahkan sang waktu dan cuaca sejak 856 Masehi, bahkan jauh lebih kuat dari Ny. Meener yang sering dikenal paling kuat berdirinya. Dan sekarang faktanya si Prambanan ini bentuknya Candi………. candi hindu yang tertinggi di Indonesia yang memiliki arsitektur dan nilai artisitik paling indah……….itu kata temen-temen sih….!!!

Menurut catatan sejarah yang keluar dari bibir salah satu Guide lokal menyatakan bahwa Candi prambanan ini adalah candi terbesar dalam arsitektur agama hindu dan tertulis dalam prasasti Siwadira, serta didirikan oleh Raja-raja Pikatan dari dinasti Sanjaya…………. tapi itu juga katanya…lha wong saya sendiri nggak bisa baca huruf-hurufnya. Menurut beberapa sejarawan dan arkeolog Candi Prambanan kemudian ditinggalkan atau hancur oleh erupsi Gunung Merapi (tertutup lahar dan bebatuan).

Kompleks Candi Prambanan ini ditemukan pertama kali oleh arkeolog berkebangsaan Belanda yang bernama Cornelius Antonius Lonce pada tahun 1733. Dan kemudian pada tahun 1937 pemerintah Belanda secara resmi mulai merestorasi dan membangun kembali kompleks Candi Prambanan, yang diawali dengan Candi Syiwa, yang merupakan candi terbesar di kompleks ini dengan tinggi 47 meter (tertinggi).

Kompleks Candi Prambanan terdiri dari 240 buah candi yang terbagi menjadi tiga tingkatan (halaman), pada tingkatan pertama terdapat 16 buah candi, sedangkan di halaman berikutnya terdapat 224 buah candi, yang dinamakan Candi Perwara. Menurut kepercayaan dan cerita yang berkembang di masyarakat sekitar menyebutkan bahwa di halaman ketiga merupakan tempat tinggal para pendeta yang terbuat dari kayu. Mitos ini berkembang karena masyarakat sekitar meyakini bahwa nama prambanan berasal dari kata ”para dan brahmana”, yang artinya banyak pendeta.

Dalam kompleks candi Prambanan ini kita bisa melihat 3 candi utama, yaitu Syiwa, Brahma dan Wisnu. Syiwa sering dikenal sebagai dewa perusak atau penghacur, Wisnu sebagai dewa pelindung, Brahma sebagai dewa pencipta. Bila diteliti lebih mendalam ternyata masing-masing dewa tersebut memiliki kendaraan atau wahana………….. yang diabadikan dalam bentuk candi wahana atau kendaraan atau pendamping. Pendamping atau kendaraan dewa syiwa adalah Nandi atau sapi, kemudian kendaraan dewa wisnu adalah Garuda, serta dan kendaraan dewa brahma adalah Hamsa. Sayangnya candi Garuda dan Hamsa tidak terdapat dalam catatan prasasti………… jadi hanya keyakinan yang beredar secara turun temurun di masyarakat.

Salah satu cerita yang berkembang cukup memikat adalah candi Garuda, candi ini menyimpan kisah tentang sosok manusia setengah burung yang bernama Garuda. Garuda merupakan burung mistik dalam mitologi Hindu yang bertubuh emas, berwajah putih, bersayap merah, berparuh dan bersayap mirip elang. Diperkirakan, sosok itu adalah adaptasi Hindu atas sosok Bennu (berarti ‘terbit’ atau ‘bersinar’, biasa diasosiasikan dengan Dewa Re) dalam mitologi Mesir Kuno atau Phoenix dalam mitologi Yunani Kuno. Garuda bisa menyelamatkan ibunya dari kutukan Aruna (kakak Garuda yang terlahir cacat) dengan mencuri Tirta Amerta (air suci para dewa). Kemampuan menyelamatkan itu yang dikagumi oleh banyak orang sampai sekarang dan digunakan untuk berbagai kepentingan. Indonesia menggunakannya untuk lambang negara……… yang KONON !!!! (tapi kata-kata konon jangan dibalik……bahaya)…..pencipta lambang Garuda Pancasila mencari inspirasi di candi ini…….mungkin berharap bisa nyelamatkan negara ini………hehehehe!!!

Hal lain yang menarik mas…………..sambil nggandeng salah satu cameramen tim…..maklumlah soalnya si mas Guide sempat di-shooting sendiri….biar masuk TV gitu kali pikirannya, jadi dia bersemangat banget nge-gandeng yang bawa kamera………hehehe. Oh ya critanya diteruskan…….. hal lain yang menarik adalah adanya motif relief Kalpataru di dinding candinya. Yang konon !!! (jangan dibalik…!!) ……….kalpa itu artinya keinginan, taru itu artinya pohon jadi artinya pohon keinginan …….. dan bentuknya berupa pohon beringin.

Kemudian dibawah pohon kalpataru kita akan selalu menemukan 2 makhluk yaitu setengah manusia setengah binatang atau setengah manusia setengah burung………….gambarnya aja seremmm apalagi aslinya yahh…. Mahluk itu dikenal dengan nama Kinara dan Kinari. Cerita Kinara dan Kinari sangat menarik ………..karena mereka dikenal sebagai pengusik surga…….walah opo meneh kuwi yoooo….!!!. Kemudian kita juga menemukan dekorasi-dekorasi yang menarik yaitu dekorasi yang namanya Absara dan Absari……… yang lagi-lagi…konon…mereka adalah para penari dari surga.

Nah celotehan mas Guide yang terakhir mengungkapkan bahwa bila dicermati di Prambanan terdapat berbagai relief burung dan tampilannya sangat natural………sehingga para ahli “perburungan” dapat mengidentifikasinya sampai detil……..salah satu yang sangat dikenal adalah relief burung Kakatua Jambul Kuning yang sebenarnya hanya terdapat di Pulau Masakambing, pulau di tengah Laut Jawa…………walah-walah jangan-jangan burung jenis itu pernah dikembang-biakan di Prambanan, atau mungkin si burung sempet “nyasar” dan keliru masuk ke Prambanan, atau malah salah satu warga local punya burung seperti jenis tersebut…..atau….atau………..????? wah kalo kebanyakan atau malah ruwet dan bahaya nantinya hehehehe.

Tulisan Dengan Topik Terkait

Ditulis Oleh

Prihantoro → Kawulo puniko kalebet golongan "kacung kampret", dadosipun ingkang dalem corat-coret puniko namung sekedar uneg-uneg lan harapan saking kawulo alit

Lihat semua tulisan dari

Website : http://prihantoro.staff.gunadarma.ac.id

2 Responses to “Gemulai Genit Mitos Prambanan”

  1. Budi Hermana says:

    KONON, Pak pri penemu manusia purba di Situs Leang-Leang ya? :) Tolong disebarluaskan dong temuan manusia purbanya ya hehehe

Leave a Reply