Graha Pena Gunadarma

Dimensi Modal SDM

January 4th, 2015 | by | in Headline, Manajemen | No Comments

Sumber daya manusia menjadi faktor kunci dalam keberhasilan perusahaan sehingga sering disebut sebagai modal sumber daya  manusia. Armstrong (2009) menyatakan bahwa modal SDM mencakup pengetahuan, ketrampilan, dan kemampuan manusia yang bekerja di perusahaan. Salah satu tantangannya yaitu bagiamana SDM yang berkualitas tersebut dapat diperoleh oleh perusahaan. Tantangan tersebut tidaklah mudah diwujudkan meskipun semua perusahaan pasti mengharapkan SDM yang mempunyai kualifikasi dan kompetensi tinggi. Hal ini disebabkan pengelolaan SDM bukan hanya faktor manusianya semata, namun juga bagaimana praktek-praktek manajemen dijalankan secara efektif, padahal setiap perusahaan juga mempunyai kapasitas yang berbeda-beda. Perbedaan karakter orang dan perusahaan tersebut membuat manajemen SDM terus berkembang sebagai ilmu pengetahuan dan juga praktek manajemen perusahaan.

Menurut Armstrong (2009),  modal manusia terdiri dari modal intelektual, sosial, dan organisasional. Modal intelektual didefinisikan sebagai sumber dan aliran pengetahuan yang tersedia pada organisasi. Hal ini dapat dianggap sebagai sumber daya tidak terwujud terkait dengan manusia yang  bersama-sama dengan sumber daya berwujud membentuk nilai pasar atau nilai pasar dari perusahaan.  Modal sosial merupakan unsur lain dari modal intelektual yang terdiri dari pengetahuan yang diperoleh dari jaringan hubungan di dalam dan di luar organisasi. Komponen terakhir, modal organisasional adalah pengetahuan yang terinstitusi yang dimiliki organisasi yang tersimpa dalam basis data, pedoman,  organizational capital is the institutionalized knowledge possessed by an organization that is stored in databases, manuals, etc yang sering juga disebut dengan modal struktural.

Tujuan utama manajemen modal manusia adalah untuk menilai dampak praktek manajemen SDM  dan kontribusi dari orang-orang terhadap kinerja organisasi. Metode pengukuran dampak dan kontribusi berbasis pada data modal manusia harus dikembangkan. Data pengelolaan modal manusia yang utama digunakan untuk mengukur: (1) Data tenaga kerja dasar –  data demografi yang mencakup jumlah kategori pekerjaan, jenis kelamin, suku, karyawan cacat, pengaturan tenaga kerja,   ketidakhadiran dan sakit, perputaran tenaga kerja, dan gaji; (2) Data kinerja dan pengembangan manusia – program pembelajaran dan pengembangan, manajemen kinerja/penilaian potensi, ketrampilan, dan kualifikasi; (3) Data perseptual – survey prilaku/opini, kelompom focus, dan wawancara untuk keluar; dan (4) Data kinerja – keuangan, operasional dan konsumen.

Tulisan Dengan Topik Terkait

Ditulis Oleh

Budi Hermana → Dosen Universitas Gunadarma http://nustaffsite.gunadarma.ac.id/blog/bhermana

Lihat semua tulisan dari

Website : http://bhermana.staff.gunadarma.ac.id

Leave a Reply