Graha Pena Gunadarma

Darimana Asalnya Bangsa Indonesia???

April 20th, 2012 | by | in Gado-gado, Headline | No Comments

Beberapa waktu yang lalu saat menghabiskan malam sambil menanti hiburan yang paling digemari masyarakat di negara ini……… sinetron seminfinal liga champion…. Maklumlah sinetron baru dimulai sekitar pukul 02.00 dinihari, sementara kalo mencoba meluruskan badan di kasur nan empuk……..bisa-bisa bablas sampe pagi, dan akhirnya…..cuma melongo dan menjadi pendengar komentar  serta decak kagum kehebatan para pemainnya. Akhirnya saya dan beberapa tetangga yang maniak sinetron bola disepak-sepak bersepakat untuk menghabiskan malam bersama di pos ronda berbentuk sawung…………sambil menikmati segelas kopi dan beberapa batang kertas plus tembakau “lintingan”….yang oleh beberapa kalangan sudah masuk kategori diharamkan……hehehehe.

sumber: marindajaya.blogspot.com

Salah seorang kawan mengungkapkan kebingungan terhadap pertanyaan yang diajukan oleh anaknya yang masih kuliah di tingkat “sekolah dasar”……… darimana asal-usul orang Indonesia???. Mendengar pertanyaan tadi seperti biasa……… karena menarik untuk diperdebatkan….maka secara spontan setiap orang yang ada di sawung ikut tergelitik untuk berpendapat dengan berbagai dalil dan dasarnya masing-masing……….Pertanyaan ini benar-benar menyengat saya………….lha wong saya yang hobinya kluyuran mutar-muter keluar masuk daerah untuk ikut penelitian “museum virtual” selama beberapa tahun, belum pernah secara khusus mengulas hal tersebut……..….sebenarnya dari mana asalnya bangsa ini??? atau jangan-jangan seperti yang mas Darwin ungkapkan…..……….. semua bangsa asalnya dari bangsa “munyuk”………….”kethek”…………”gorilla”……….”orang utan” dan konco-konconya…..hehehe.

Menurut beberapa sumber dan wangsit yang saya peroleh dari “mbah Google”…….mengungkapkan bahwa terdapat tiga pendapat yang membahas tentang asal-usul negara ini. Bangsa Indonesia menurut pendapat yang pertama, berasal dari CAMPA;…..kemudian pendapat yang kedua mengungkapkan bahwa bangsa ini berasal dari TELOK TONKIN;………… dan selanjutnya pendapat yang terakhir menyatakan bahwa nenk moyang bangsa ini berasal dari YUNNAN.

Menurut resume penelitian yang dilakukan oleh H. Kern dan Heine Geldern (tahunnya gak jelas…kapan), mengungkapkan bahwa pada mulanya nenek moyang bangsa Indonesia berasal dari Yunnan (Tiongkok Barat Daya), kemudian mereka pindah ke selatan, yaitu daerah Vietnam. Perpindahan mereka disebabkan oleh beberapa faktor, pertama keadaan alam seperti gempa bumi, banjir dan musim panas yang berkepanjangan, dan kedua, adanya serangan dari suku bangsa lain, sehingga mereka terdesak dan terpaksa meninggalkan daerahnya.

Perpindahan tersebut berlangsung secara bergelombang dan gerak tujuan perpindahan mereka adalah dari daratan Asia ke pulau-pulau di daerah selatan. Pulau-pulau yang berada di sebelah selatan daratan Asia……….yang dikenal dengan nama Austronesia (Austro=selatan dan Nesos=pulau). Sedangkan bangsa yang tinggal dan mendiami daerah tersebut dikenal dengan bangsa Austronesia.

Nah kemudian (ini menurut cerita dan wangsit dari Mbah Google lho…..)…….Bangsa Austronesia ini kemudian memasuki wilayah Nusantara…………..yang kemudian dikenal dengan dengan bangsa MELAYU…………lho kok “melayu” (red. melayu dalam bahasa jawa artinya lari)….….kenapa nggak “melaku” (red. dalam bahasa jawa artinya jalan)…..….hehehehe. Nah “konon”….(jangan dibalik bacanya….!!!) mereka inilah yang menjadi nenek moyang bangsa Indonesia (sumber: usu-press.usu.ac.id dan sejarawan.wordpress.com).

Perpindahan dan penyebaran bangsa Melayu tersebut diperkirakan melalui jalur sungai………mulai dari Indocina, Siam hingga Birma. Menurut tulisan dari asa-2009.blogspot.com, mengungkapkan bahwa penyebaran bangsa Melayu prasejarah ke selatan, dimulai dari daratan Asia melalui dua jalur. Jalur pertama, dimulai dari Yunnan menuju Siam, kemudian Indocina, Semenanjung Melayu, dan akhirnya menyeberangi Selat Malaka dan mendarat di Sumatera dan beberapa pulau lainnya. Jalur yang kedua melalui daerah sekitar Hokkian, Kwangtung, kemudian daratan Tiongkok Tenggara, menuju Taiwan dan selanjutnya Philipina hingga pada akhirnya mendarat di Kalimantan, terus bablas ke pulau Jawa .

Menurut Sarino Mangunpranoto (1961) dan Subanindiyo (2008), gelombang pertama penyebaran bangsa Melayu yang dikenal dengan nama Melayu Tua atau Proto Melayu terjadi pada sekitar 1.500 tahun sebelum Masehi………walah jaman itu bentuknya seperti apa ya???? …..susah mbanget bayanginnya.

Bangsa Proto Melayu memiliki kebudayaan yang setingkat lebih tinggi dari pada Homo Sapiens Indonesia. Kebudayaan mereka adalah kebudayaan batu muda (neolitikum), seperti kapak persegi dan kapak lonjong. Nah kalo peninggalan tadi sudah pernah saya lihat dan temukan di beberapa hasil peninggalan beberapa suku di Indonesia, seperti suku Dayak, Toraja dan Batak.

Penyebaran gelombang kedua disebut melayu Muda atau Deutro Melayu yang terjadi sekitar 500 tahun sebelum Masehi. Tanah asal mereka adalah Tiongkok Selatan di Yunnan. Keturunan bangsa Deutro Melayu ini diyakini adalah suku Jawa, Melayu, Bugis dan Minang (Sarino M, 1961; Subanindiyo, 2008). Hasil kebudayaan mereka lebih tinggi dari Proto Melayu, yaitu terbuat dari logam yakni perunggu, seperti kapak corong, nekara dan bejana perunggu (Hembing, 2005; Subanindyo, 2008).

Kedua golongan tersebut (Melayu Tua dan Melayu Muda) selanjutnya berbaur dan berinteraksi …………. dan pada akhirnya menghasilkan keturunan yang menjadi……………atau yang sekarang dikenal dengan manusia bangsa Indonesia……… jadinya Alhamdulillah…..ternyata manusia Indonesia seperti saya bukan dari golongan munyuk atau kethek atau gorilla atau yang sejenisnya…………… walaupun mungkin sampai dengan saat ini “masih ada beberapa sifat dan kelakuan, serta perilaku” masyarakat bangsa ini yang mirip dengan golongan itu……………hehehehe.

Sawung Jablay at 24.00; Renungan dalam penantian semi final sinetron Liga Champion

Tulisan Dengan Topik Terkait

Ditulis Oleh

Prihantoro → Kawulo puniko kalebet golongan "kacung kampret", dadosipun ingkang dalem corat-coret puniko namung sekedar uneg-uneg lan harapan saking kawulo alit

Lihat semua tulisan dari

Website : http://prihantoro.staff.gunadarma.ac.id

Leave a Reply