Graha Pena Gunadarma

Credit Union, Sukses Ekonomi Kerakyatan Berbasis Komunitas

May 11th, 2012 | by | in Berita, Headline | 3 Comments

Koperasi disebut sebagai soko guru perekonomian Indonesia, namun kiprahnya nyaris tidak terdengar menggelegar, adem ayem saja. Mungkin karena liputan media massa yang lebih didominasi berita politik dan keuangan korporasi. Koperasi sering pula direpresentasikan sebagai wadah sosial, sekaligus bisa bermotif ekonomi. Prinsip gotong royong, saling membantu, dan toleransi pun bisa tercermin di koperasi.  Sebuah opsi di saat individualisme dan kapitalisme merambah sampai ke negeri ini.

Kini, masihkah koperasi punya peran besar dalam mengangkat kemiskinan, menyediakan lapangan kerja serta wahana integrasi sosial? Rasanya, PBB punya alasan untuk mengangkat tema tersebut saat mencanangkan tahun ini sebagai tahun koperasi internasional. Situs khusus pencanangan tahun koperasi internasional pun sudah diluncurkan di sini.

PBB menyediakan situs khusus untuk pencanangan tahun international koperasi

Mungkin tidak semua orang tahu Indonesia telah ditunjuk sebagai tuan ruman peringatan tahun koperasi pada tahun 2012 ini. Kabarnya, delegasi dari lebih 80 negara pun siap mendatangani Nusa Tenggara Barat yang telah ditunjuk pemerintah sebagai pusat peringatan hari koperasi International. Penunjukkan tersebut tentu ada alasan tersendiri, walau mungkin dibarengi pertanyaan atau rasa heran: Apakah penunjukkan itu dikarenakan koperasi di Indonesia memang patut dijadikan teladan bagi dunia?

Salah satu jawabannya bisa ditemukan di Kalimantan, tepatnya di kota Pontianak yang menjadi basis gerakan credit union sekaligus kantor pusat Badan Koordinasi Kredit Union Kalimantan yang menaungi puluhan credit union atau koperasi primer.

*****

Mulai tanggal 8 sampai 11 Mei Badan Koordinasi Credit Union Kalimantan (BKCU Kalimantan) menyelenggarakan Rapat Anggota Tahunan di Pontianak. Nama formal dari BKCU Kalimantan versi pemerintah adalah Pusat Koperasi Kredit (Puskopdit) BKCU Kalimantan yang bernaung di bawah Induk Koperasi Indonesia (Inkopdit). Sebagai Koperasi Sekunder, RAT BKCU Kalimantan dihadiri oleh sejumlah koperasi primer yang lebih populer disebut credit union. Bukan hanya dari wilayah Kalimantan saja, tercatat di antaranya dari Sumatera, Jakarta, Yogyakarta, Makassar, Papua, bahkan negara tetangga, Timor Leste.

Lintas budaya, lintas wilayah, bahkan linta negara di RAT BKCU Kalimantan (doc pribadi)

Credit union berasal dari dua kata: “credere” yang artinya percaya, dan “union” yang berarti kesatuan. Jadi credit union bisa diartikan sebagai “kesatuan orang-orang terpercaya“. Prinsip kepercayaan memang menjadi landasan credit union. Mereka percaya bahwa anggota harus saling membantu, toleransi, dan saling mengajari dalam wadah yang menjadi payung atau pelindung semua anggota.

Dari perspektif keuangan, credit union sama seperti koperasi simpan pinjam lainnya, yaitu bagaimana mobilisasi simpanan pokok, wajib, atau sukarela menjadi dana bersama yang bisa dimanfaatkan menjadi pinjaman – atau jasa credit union lainnya- oleh semua anggotanya. Namun saat BKCU Kalimantan tumbuh pesat – kalau tidak bisa disebut mencengangkan- pasti ada prinsip atau nilai-nilai lain yang menjadi spirit bersama.

Ketika tradisi lokal bersanding dengan nilai-nilai universal (doc pribadi)

Kala anak dan istri bergabung menjadi anggota mengikuti langkah  suami atau ayah, gerakan ekonomi kerakyatan berbasis keluarga menjadi andalah credit union. Ketika masyarakat  berduyun-duyun menyimpan dan meminjam dana bersama, prinsip  ekonomi berbasis komunitas menjadi napas credit union. Kebangkitan hidup dan kehidupan tidak perlu belas kasihan orang lain karena credit union merupakan gerakan sosial dari akar rumput dengan prinsip swadaya.

Jika mendengarkan berbagai sambutan dan presentasi selama RAT, prinsip swadaya, toleransi, dan pendidikan pun sering disebut-sebut di auditorium Hotel Kapuas di Pontianak. Bahkan slogan: “Solusi Cerdas Terpercaya” pun sering diteriakan untuk menghidupkan suasana RAT yang memang pada dua hari pertama diisi dengan berbagai seminar dan lokakarya, sebelum pelaksanaan pemilihan pengurus BKCU Kalimantan yang baru akan diselenggarakan hari Jumat (11/5/2012).

Mungkin sebagian besar dari kita akan terkaget-kaget dengan aset credit union di Kalimantan. Ada yang sudah tembus Rp 1 Triliun dengan anggota ratusan ribu. Ada credit union yang baru berdiri setahun sudah mempunyai anggota ribuan dengan aset puluhan milyar. Fenomena credit union di Kalimantan memang fenomenal, bahkan sampai-sampai PBB pun mengundang secara khusus pelaku credit union di Pontianak untuk berbagi cerita suksesnya ke negara-negara lain. Keberhasilannya membangkitkan ekonomi kerakyatan berbasis komunitas di Kalimantan menjadi cerita sukses yang mungkin luput dari perhatian masyarakat Indonesia sendiri.

Presentasi Ketua BKCU Kalimantan, layanan Credit Union dari kelahiran sampai kematian (doc pribadi)

Terlepas dari geliat ekonomi kerakyatan di Kalimantan melalui credit union, apapun kegiatan ekonomi dan sosial, pasti akan sukses luar biasa jika dilandasi kepercayaan, saling menolong, dan saling berbagi pengetahuan dan pengalaman. Nilai-nilai yang semakin menghilang di bumi pertiwi ini mencoba diaktualisasikan kembali dan menjadi napas credit union-credit union yang berada di bawah koordinasi BKCU Kalimantan.

Rektor UG bersama kepala dinas UKMK dan Koperasi Pemprov Kalbar dan jajaran pengurus BKCU Kalimantan (doc pribadi)

Selamat RAT dan semoga pengurus barunya bisa memegang amanah untuk membawa credit union benar-benar menjadi soko guru perekonomian dan pilar ekonomi kerakyatan, bukan hanya di Kalimantan saja, namun di bumi pertiwi juga.

Tulisan Dengan Topik Terkait

Ditulis Oleh

Rumah Pena → Redaksi Rumah Pena

Lihat semua tulisan dari

Website : http://pena.gunadarma.ac.id

3 Responses to “Credit Union, Sukses Ekonomi Kerakyatan Berbasis Komunitas”

  1. Step says:

    selamat buat BKCUK yang telah melaksanakan RAT sbg salah satu kewajiban Koperasi Sekunder. semoga pemilihan Pengurus yang baru akan membawa perubahan yang berarti bagi Gerakan Koperasi Kredit (CU), dan semoga Figur yg terpilih merupakan figur yg mampu mempersatukan, tdk mengkultuskan dirinya di organisasi, melepaskan kepentingan apapaun diluar kepentingan organisasi.

  2. Cycha says:

    sangat menarik prisip ekonomi kerakayatan ini, jika diterapkan secara luas dan berstandar tentu akan berdampak sangat baik bari perekonomian negeri kita.

Leave a Reply