Graha Pena Gunadarma

BI Perketat Kredit Rumah dan Kendaraan Bermotor

March 30th, 2012 | by | in Ekonomi | No Comments

BI nampaknya mulai khawatir dengan pertumbuhan kredit rumah dan kendaraan bermotor. Indikasinya adalah penerbitan Surat Edaran Bank Indonesia Nomor 14/10/DPNP tanggal 15 Maret 2012 tentang Penerapan Manajemen Risiko pada Bank yang Melakukan Pemberian Kredit Pemilikan Rumah dan Kredit Kendaraan Bermotor. Surat Edaran tersebut mengacu ke Peraturan Bank Indonesia Nomor 5/8/PBI/2003 tentang Penerapan Manajemen Risiko bagi Bank Umum sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Bank Indonesia Nomor 11/25/PBI/2009.

Rumah dan kendaraan bermotor memang sudah menjadi kebutuhan bagi sebagian besar masyarakat Indonesia, terutama yang mempunyai penghasilan relatif mencukupi. Pertumbuhan rumah secara sederhana bisa dilihat dengan semakin banyaknya komplek perumahan, khususnya di kota-kota, apalagi di kota besar seperti Jakarta. Perumahan mewah atau apartemen pun makin menjamur.

Kendaraan bermotor pun setali tiga uang dengan perumahan dilihat dari pertumbuhan jumlahnya. Lihat saja di jalan-jalan raya, populasi kendaraan bermotor makin menjadi-jadi. Mobil dan motor semakin memadati jalan-jalan di kota besar. Kendaraan pribadi tersebut seolah menjadi kebutuhan primer untuk sarana transportasi keluarga.  Rasanya setiap keluarga atau warga yang sudah berpenghasilan mempunyai kendaraan bermotor, minimal sepeda motor. Coba kita lihat sejenak di perempatan jalan di ibukota, terutama pada saat lampu merah menyala. Barisan motor seperti laron menyeruak ke bagian depan jejeran kendaraan di jalan.

BI mensinyalir pertumbuhan rumah dan kendaraan bermotor tersebut disokong dengan kredit dari perbankan. KPR (Kredit Pemilikan Rumah) dan KKB (Kredit Kendaraan Bermotor) pun mulai digelontorkan perbankan nasional. Khawatir dengan dampak pengelolaan risiko yang tidak hati-hati atai prudent menjadi salah satu alasan BI mengeluarkan surat edaran tersebut. Selain itu, pertumbuhan rumah dan kendaraan tersebut bisa mendorong terjadinya fenomena buble price, atau harga yang membumbung sehingga tidak mencerminkan harga yang sesungguhnya.

Harga menggelembung rasanya lebih berpeluang terjadi pada perumahan. Apalagi ada indikasi pembelian rumah lebih bersifat investasi oleh sebagian besar masyarakat kaya. Kita kadang melihat perumahan di pinggir kota atau apartemen yang statusnya terjual tapi kadang sepi. Sejumlah perumahan pun hanya ramai saat akhir minggu ketika pemiliknya menyempatkan diri menginap di akhir pekan.

Lalu apa yang diatur dalam Surat Edaran tersebut? Besaran yang diatur dalam SE tersebut adalah Loan to Value (LTV) untuk KPR dan Down Payment (DP) untuk KKB.

LTV paling tinggi 70% untuk kredit kepemilikan rumah dengan kriteria tipe bangunan diatas 70 m2. Pengaturan mengenai LTV dikecualikan terhadap KPR dalam rangka pelaksanaan program perumahan pemerintah. Pengaturan uang muka kredit atau Down Payment (DP) pada Kredit Kendaraan Bermotor:

  1. DP paling kurang 25% untuk pembelian kendaraan bermotor roda dua,
  2. DP paling kurang 30% untuk pembelian kendaraan bermotor roda empat untuk keperluan non produktif, dan
  3. DP paling kurang 20% untuk pembelian kendaraan bermotor roda empat atau lebih untuk keperluan produktif, yaitu bila memenuhi salah satu syarat : (a) merupakan kendaraan angkutan orang atau barang yang memiliki izin yang dikeluarkan oleh pihak berwenang untuk melakukan kegiatan usaha tertentu, atau (b) Diajukan oleh perorangan atau badan hukum yang memiliki izin usaha tertentu yang dikeluarkan oleh pihak berwenang dan digunakan untuk mendukung kegiatan operasional usaha yang dimiliki.

Surat edaran ini memang tidak berlaku surut, atau hanya diberlakukan sejak diterbitkan oleh BI. SE ini mulai berlaku pada tanggal 15 Maret 2012, sedangkan ketentuan mengenai besaran LTV untuk KPR dan DP untuk KKB mulai berlaku pada tanggal 15 Juni 2012.

Apakah SE BI ini bisa meredam pertumbuhan rumah dan kendaraan bermotor di Indonesia? Kita lihat saja nanti.

Tulisan Dengan Topik Terkait

Ditulis Oleh

Budi Hermana → Dosen Universitas Gunadarma http://nustaffsite.gunadarma.ac.id/blog/bhermana

Lihat semua tulisan dari

Website : http://bhermana.staff.gunadarma.ac.id

Leave a Reply