Graha Pena Gunadarma

Bagaimana Mengukur Mutu Website?

April 24th, 2012 | by | in Headline, Review Jurnal | 12 Comments

Website sebagai sebuah media informasi, komunikasi, dan publikasi dapat mempengaruhi persepsi pelanggan atau masyarakat secara umum yang mengunjungi website tersebut. Hasil penelitian Kuzic and Giannator (2010) menunjukkan bahwa kunjungan dan evaluasi terhadap sebuah website perusahaan dapat merubah persepsi pelanggan tentang citra perusahaan tersebut.

Bailin and Pullinger (2009) menyatakan bahwa persepsi tentang organisasi dipengaruhi oleh pengalaman pelanggan dalam mengunjungi website organisasi tersebut. Organisasi pemerintah pun harus mengukur kualitas website yang meliputi aspek delivery of site objectives, user satisfaction, usability. standards compliance, dan editorial quality. Kepuasan pengguna website merupakan ukuran utama dari kualitas website.  Manfaat dari pelaksanaan survey kepuasaan pengguna website meliputi (1) identifikasi pelanggan atau profil demografi pelanggan, (2) Identifikasi kekuatan dan kelemahan website, (3) rekomendasi perbaikan website, (4) hasil survey dapat digunakan sebagai masukan untuk perencaan strategis  dari website, dan (5) pemahaman yang lebih baik mengenai kinerja web site melalui benchamarking dengan website lain.

Beberapa fitur website yang dapat mempengaruhi persepsi adalah kemudahan navigasi, konten, kesan pertama terhadap tampilan website. Peringkat lima atribut yang mempengaruhi citra perusahaan adalah kemudahan navigasi, penaaman atau alamat URL yang intuitif, kontak yang lengkap, dan ketersediaan informasi yang bermanfaat.

Sekarang mari kita lihat sekilas bagaimana para peneliti bisa mengukut mutu sebuah website perusahaan. Webqual pada dasarnya mengukur mutu sebuah web berdasarkan persepsi dari pengguna atau pengunjung situs. Jadi pengukurannya menggunakan instrumen penelitian atau kuisener, yang oleh penemunya dibuat berdasarkan konsep house of quality dengan struktur instrumennya juga mengacu ke model SERVQUAL.

Ya, SERVQUAL adalah model yang sudah dikenal sebelumnya dalam mengukur kualitas jasa. Model tersebut pertama kali dikemukan oleh Parasuraman. Selanjutnya pada tahun 2002 Parasuraman bersama Zeithaml dan Maholtra mengembangkan model tersebut khusus untuk layanan berbasis internet atau e-service. Ketiga pakar tersebut mengemukakan model konseptualnya seperti terlihat pada gambar berikut.

Beberapa ahli atau peneliti telah megembangkan berbagai model pengukuran mutu website, di antaranya Barnes and Vidgen (2003), dengan kuisenernya dapat dilihat pada tabel di bawah ini.

Sedangkan intrumen pengukuran kualitas website menurut Yang et al. (2005) terdiri dari 5 dimensi yaitu usability, usefulness of content, adequacy of information, Accesibility, dan interaction. Total itemnya sebanyak 19 item, dengan daftat selengkapnya dapat dilihat pada tabel di bawah ini.


Bagi teman-teman yang tertarik untuk mengukur mutu website perusahaan atau instansi pemerintah, tinggal buat kuisener dengan mengacu ke berbagai model-model webqual tersebut. Misalnya, ambil saja salah satu model, terjemahkan butir-butir pertanyaannya, Jangan lupa lengkapi kuisenernya dengan respon atau tanggapan dari responden, misalnya dengan skala likert, itu lho yang “sangat tidak setuju”, “setuju”, dan seterusnya sampai “sangat setuju”‘. Jangan lupa, uji dulu reliabilitas dan validitas kuisener. Jika OK, sebarkanlah kuisenernya kepada responden yang diperkirakan sudah mengunjungi website dijadikan target riset. Jadi deh kita punya data yang siap diolah dan dianalisis.

Sebenarnya masih banyak model-model lainnya, namun model yang paling banyak dipakai adalah model WebQual dari Barnes and Vidgen. Hm, Siapa tahu para peneliti di Indonesia bisa juga mengembangkan model tersendiri yang sesuai dengan kondisi di negeri ini.

Tulisan Dengan Topik Terkait

Ditulis Oleh

Budi Hermana → Dosen Universitas Gunadarma http://nustaffsite.gunadarma.ac.id/blog/bhermana

Lihat semua tulisan dari

Website : http://bhermana.staff.gunadarma.ac.id

12 Responses to “Bagaimana Mengukur Mutu Website?”

  1. Kalau website pena ini sudah bisa diukur pak? Apa kira-kira hasilnya? Sudahkan mencakup faktor/kategori2 diatas? :)

  2. Isram Rasal says:

    Kebetulan bulan lalu saya ingin meneliti website kemenpora (besutan pak I Made W.) juga menggunakan webqual, namun terkendala waktu dan biaya, akhirnya berganti tema yang lain karena waktu perkuliahan di sarmag sudah semakin menipis…

  3. Website yang bagus bagi pandangan orang yang awam mungkin bisa dilihat dari seberapa “eksis” website itu di dunia maya, serta dari tampilan dan teknologi terbaru yang dipakai di website tersebut. Alhasil banyak website-website yang bagus tetapi mutu websitenya tidak diperhatikan.

    Namun, saya masih sedikit bingung dengan pembahasan di atas, jadi website yang memiliki mutu yang baik itu sebenarnya harus mencakup keseluruhan item-item tersebut, atau hanya harus mencakup keseluruhan faktor-faktor tersebut (bukan semua item)? :)

    • Budi Hermana says:

      webqual itu mengukur persepsi pengunjung web, dan bisa tak terduga hasiknya karena keragaman pendapat, namun peneliti biasanya melihat kencenderungan umum atau rata-ratanya, serta melihat kelebihan atau kekurangan di setiap indikatornya :)

      Terima kasih, salam

  4. rumah adat says:

    website yang bagus dan berkwalitas
    content yang bermanfaat atau yang relevan dengan apa yang user cari.
    user dapat mengakses apa yang dia cari kurang dari 3 klik.
    kecepatan website waktu loading data
    tampilan yang minimalis cenderung disukai user karena mereka tidak akan kebingungan dengan navigasinya dan tidak menyakiti mata meraka.

    • Budi Hermana says:

      Penilaian baik dan buruk website sangat relatif. Bisa saja developernya menganggap sudah bagus, tapi pengunjung berkata lain. Makanya webqual mengukur pada semua aspek dengan menyebarkan kuisener kepada sejumlah pengunjung. Hasilnya bisa dilihat kecenderungannya dan bisa dilihat per indikatornya :)

      Terima kasih, salam

  5. Menurut saya, hal yang terpenting mutu website adalah simple dan bisa digunakan oleh berbagai kalangan.

    Dengan adanya model SERVQUAL mungkin akan mendorong mahasiswa UG untuk membuat model yang lebih ringkas dan lebih baik lagi dari model SERVQUAL.

  6. ica says:

    selamat malam pak,
    bisa minta refrensi buku tentang cara mengukur kualitas website ga pak? saya benar-benar minim informasi nih, butuh buat skripsi pak, tolong :(
    makasi pak

  7. budhianto says:

    Selamat Mlm bapak, saya mau tanya cara dapat webqualnya dimana? dan apakah berbayar atau tidak? saya tertarik utk mencoba webqual utk analisis web..

    terima kasih

Leave a Reply