Graha Pena Gunadarma

Asuransi; Sejarah, Konsep dan Fungsi

April 16th, 2012 | by | in Ekonomi, Headline | No Comments

Menurut History of Insurance (1979) asuransi berasal dari masyarakat Babilonia 4000-3000 SM yang dikenal dengan perjanjian Hammurabi, yang kemudian pada tahun 1668 M di Coffee House London berdirilah Lloyd of Londonsebagai cikal bakal asuransi konvensional. Sumber hukum asuransi adalah hukum positif, hukum alami dan contoh yang ada sebelumnya seiring perkembangan kebudayaan dan nilai-nilai sosial yang dianut oleh masyarakat setempat.

sumber: www.artemis.bm

 Asuransi di Indonesia berawal pada masa penjajahan Belanda, terkait dengan keberhasilan perusahaan dari negeri tersebut di sektor perkebunan dan perdagangan di Indonesia. Untuk memenuhi kebutuhan jaminan terhadap keberlangsungan usahanya, tentu diperlukan adanya asuransi. Perkembangan industri asuransi di Indonesia sempat vakum selama masa penjajahan Jepang (www.encyclopedia.com/topic/insurance.aspx).

Menurut Undang-Undang No. 2 Tahun 1992, yang dimaksud dengan asuransi atau pertanggungan adalah perjanjian antara dua pihak atau lebih, dengan mana pihak penanggung mengikatkan diri pada tertanggung, dengan menerima premi asuransi untuk memberikan penggantian pada tertanggung karena kerugian, kerusakan atau kehilangan keuntungan yang diharapkan, atau tanggung jawab hukum kepada pihak ketiga yang mungkin akan diderita tertanggung, yang timbul dari suatu peristiwa yang tidak pasti, atau untuk memberikan suatu pembayaran yang didasarkan atas meninggal atau hidupnya seseorang yang dipertanggungkan (Undang-Undang Republik Indonesia, No. 2, Tahun 1992).

Menurut Morton (1999) asuransi membawa misi ekonomi sekaligus sosial dengan adanya premi yang dibayarkan kepada perusahaan asuransi dengan jaminan adanya transfer of risk, yaitu pengalihan risiko dari tertanggung kepada penanggung. Sehingga asuransi merupakan mekanisme pemindahan resiko individu atau business terhadap ketidakpastian sebagai imbalan pembayaran premi. Sedangkan risiko merupakan ketidakpastian terjadi atau tidaknya suatu kerugian (the uncertainty of loss).

Fungsi utama dari asuransi adalah sebagai mekanisme untuk mengalihkan resiko (risk transfer mechanism), yaitu mengalihkan resiko dari satu pihak (tertanggung) kepada pihak lain (penanggung). Pengalihan resiko ini tidak berarti menghilangkan kemungkinan misfortune, melainkan pihak penanggung menyediakan pengamanan finansial (financial security) serta ketenangan (peace of mind) bagi tertanggung. Sebagai imbalannya, tertanggung membayarkan premi dalam jumlah yang sangat kecil bila dibandingkan dengan potensi kerugian yang mungkin dideritanya (Morton, 1999).

Pada dasarnya, polis asuransi adalah suatu kontrak yakni suatu perjanjian yang sah antara penanggung (dalam hal ini perusahaan asuransi) dengan tertanggung, dimana pihak penanggung bersedia menanggung sejumlah kerugian yang mungkin timbul dimasa yang akan datang dengan imbalan pembayaran (premi) tertentu dari tertanggung.

sumber: www.safewayinsurance.co.uk

Agar suatu kerugian potensial (yang mungkin terjadi) dapat diasuransikan (insurable) maka harus memiliki karakteristik: 1) terjadinya kerugian mengandung ketidakpastian, 2) kerugian harus dibatasi, 3) kerugian harus signifikan, 4) rasio kerugian dapat terprediksi dan 5) kerugian tidak bersifat katastropis (bencana) bagi penanggung (Morton, 1999).

Tulisan Dengan Topik Terkait

Ditulis Oleh

Prihantoro → Kawulo puniko kalebet golongan "kacung kampret", dadosipun ingkang dalem corat-coret puniko namung sekedar uneg-uneg lan harapan saking kawulo alit

Lihat semua tulisan dari

Website : http://prihantoro.staff.gunadarma.ac.id

Leave a Reply